RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 64


__ADS_3

Sandra merasa kesal pada Bery,bisa-bisanya meninggalkan dirinya.Pulang dengan wajah yang cemberut,membanting pintu kamarnya.


Hatinya tambah kesal saat tak ada notifikasi di ponselnya.


"Huft... apa-apaan ini!" umpat Sandra.


"Apa gue telepon aja." gumam Sandra.


Tok.. tok...


"Masuk." saut Sandra saat seoarang pelayan mengetuk pintu.


"Non Sandra,diluar ada dokter Bery." ucap si pelayan.


"Bery?" kata Sandra,"Makasih bik."imbuhnya.


"Dia kesini," gumam Sandra sambil berjalan kekamar mandi,membersihkan tubuhnya yang penuh keringat.


Sementara Bery sedang ngobrol dengan Sania,adik Sandra.Akrab sekali,seperti sudah sangat kenal dengan calon adik iparnya.


Beberapa menit kemudian Sandra sudah ada dibelakang Bery dan Sania.


"Ehem... ehem... " Sandra berdehem.


"Kak Sandra lama banget,kasian nih kakak ipar Sania nungguin." kata Sania manja.


"Oke,karna kak Sandra udah dateng Sania masuk kamar ya." pamit Sania.


Sandra duduk bersebelahan dengan Bery,menatapnya aneh.


"Sejak kapan kamu akrab sama Sania." tanya Sandra.


"Sebelum kenal sama kamu." jawab Bery berbohong,dia tahu saat ini calon istrinya sedang cemburu.


".... " Sandra hanya menatap Bery tajam,tanpa mengatakan apa-apa.


"Iya, iya, lagian kamu sama adik sendiri aja cemburu." kata Bery meminum secangkir kopi yang disiapkan pelayan dirumah Sandra.


"Kamu kenapa ninggalin aku tadi."


"Mulai lagi deh." batin Bery, "Iya sorry," ucap Bery.


"Aku kesini kangen sama calon istriku." ucap Bery mencubit kedua pipi Sandra.


"Aww... sakit Bery." kata Sandra.


"Masih marah?"


"Kesal bukan marah." jawab Sandra cemberut.


****


Pagi yang cerah,sang mentari masuk menelusup celah jendela kamar Sandra.Embun pagi masih bergelayutan didaun-daun pohon.


Tiba saatnya,Sandra membuka lembaran baru.Hari ini,pernikahan Sandra digelar.


"Cepat dong sayang,jam berapa ini." omel ibunya saat melihat Sandra masih terbaring dikasurnya.


"Penata rias sudah dateng,kamu malah masih molor." imbuhnya.


"Jam berapa bu?" tanya Sandra menggeliat kan tubuhnya.


"Jam delapan." jawabnya.


Sandra beranjak dari ranjang,dan masuk kekamar mandi.Membersihkan tubuhnya,mengguyurnya dengan shower dari ujung rambut hingga ujung kaki.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian,Sandra keluar dari kamar mandi.Kaget bukan main,perias sudah menunggunya.


"Selamat pagi non Sandra." sapa para perias dari WO.


"Selamat pagi." jawab Sandra seraya duduk di kursi meja rias nya.


"Apa kami bisa mulai sekarang." tanyanya lagi.


"Silahkan." kata Sandra mempersilahkan.


****


Satu jam berlalu,Sandra belum juga selesai dirias.Saudara,dan keluarga besar ibunya sudah menunggu seraya berbincang.


Begitu juga dengan Raina dan Weni,mereka datang lebih awal kerumah Sandra.


Raina dengan gaun warna silver yang memukau,memperlihatkan perutnya yang semakin membesar.


Begitu juga Weni,gaun yang senada dengan suaminya,Noval memberi kesan hangat bagi siapa saja yang melihatnya.


"Silahkan kak Raina," Sandi menyodorkan minuman pada Raina dan Weni.


"Terima kasih Sandi."


Akhirnya,yang ditunggu-tunggu muncul juga dari balik pintu kamar.Sandra mengenakan gaun pengantin warna putih,dengan aksen bunga-bunga kecil yang menghiasinya.Rambut sedikit diikat,sebagian dibiarkan terurai.Cantik,anggun,sempurna.


Segera rombongan keluarga Sandra berangkat menuju hotel tempat acara dilaksanakan.Jantung Sandra berdetak lebih kencang,tak beraturan.


"Non Sandra gak papa?" tanya supir ayahnya.


"Gak papa,hanya sedikit gugup pak." jawab Sandra.


"Santai saja non," ucap si supir.


****


"Kamu gugup sayang?" tanya Bery saat Sandra datang.


"... " tersenyum.


"Kunyah ini." Bery memberi Sandra permen untuk menghilangkan rasa gugup nya.


"Makasih." ucapnya.


Beberapa menit kemudian,Bery mengucapkan ijab qobulnya didepan penghulu dan para saksi serta undangan dengan lantang tanpa satu katapun terlewatkan.Kini mereka sudah sah menjadi suami dan istri.


Acara dilanjutkan dengan resepsi,para tamu undangan satu persatu memberi selamat pada kedua mempelai.Ada juga dari beberapa tamu undangan yang sedang Menikmati jamuan yang sudah disediakan bagian catering.Acara sederhana tapi sangat meriah.


Hingga diujung waktu,acara selesai.Para undangan satu demi satu meninggalkan hotel.Begitu juga dengan keluarga Sandra maupun Bery.(skip) Sekarang Sandra sudah berada di apartemen Bery.Sandra melepas gaun dan menghapus makeup nya.Ditemani kedua sahabatnya Raina dan Weni.


Sementara,Bery sedang berbincang dengan Fito dan Noval.Entah apa yang mereka omongin serius sekali,padahal mereka belum terlalu dekat dengan Bery.


"Rencana lu apa setelah ini,apa bulan madu." tanya Weni.


"Gak lah,Bery banyak pasien." jawab Sandra masih membersihkan wajahnya.


"Lu bosnya masa gak cuti,gak ada gantinya?" kata Raina menimpali.


"Ga ada,dokter Lea masih cuti." jawab Sandra.


"Oiya,ngomong-ngomong dokter Lea,dia gak kelihatan tadi." ucap Weni.


"Patah hati kali."


"Bery sangat dekat dengan dokter Lea apa lu gak curiga?" ledek Raina.

__ADS_1


"Gak tahu,mereka sudah dekat sejak kuliah.Terus gue mo larang dia gak enak lah.Ketahuan banget gue cemburu."kata Sandra.


****


"Makasih ya udah nemenin." ucap Sandra saat kedua sahabat nya hendak pulang.


"Sama-sama." jawab Raina memeluk dan mencium Sandra bergantian dengan Weni.


"Bye... " Raina dan Weni melambaikan tangannya.


Sandra menutup pintu rumah Bery,setelah kedua sahabatnya tak terlihat mata,masuk kedalam lift.


"Lah,dia udah tidur duluan." gumam Sandra masuk kekamar mendapati Bery tertidur pulas.


"Oke,gue juga ngantuk." lanjutnya merebahkan tubuhnya membelakangi Bery.Seperti sedang marahan aja.


"I love you." Bisik Bery mencium leher jenjang Sandra dan memeluknya dari belakang.(kode tersembunyi).


Sandra membalikkan badannya,menenggelamkan kepalanya ke dada Bery.


"Capek,aku mo tidur." ucap Sandra lirih.


"Yah,ayo kita tidur." mengelus lembut kepala Sandra,hingga tertidur.


Tepat pukul dua pagi,ponsel Bery berdering.Segera Bery mengambilnya diatas nakas samping tempat tidur.Menggeser pelan Sandra agar tidak terbangun dari mimpinya.


"Halo... " ucap Bery pelan beranjak dari ranjang menjauh dari Sandra.


"Apa parah ayah,Bery segera pulang." kata Bery begitu paniknya.


"Iya ayah,tunggu Bery." Bery memutus sambungan teleponnya dengan ayahnya.


"Ada apa,kenapa panik begitu." tanya Sandra sudah terjaga.


"Eh,kamu bangun." jawab Bery,"Ibu sakit,dan ayah menyuruh aku pulang."imbuhnya.


"Larut malam begini?" ucap Sandra.


"Iya,kamu tinggal aja disini perjalanan jauh,pasti akan melelahkan." kata Bery seraya mengganti piyamanya.


"Apa aku harus ikut." batin Sandra.


"Aku temanin kamu,tunggu aku ganti baju dulu." kata Sandra beranjak dan menyiapkan dirinya.


****


Selama dalam perjalanan,Sandra menutup kedua matanya karna mengantuk.Sementara Bery tetap fokus pada kemudinya.Malam makin larut,jalanan sepi karna


rumah Bery termasuk desa.


"Sepertinya lelah sekali dia." gumam Bery seraya menatap istrinya yang tertidur disebelahnya.Sesekali mengelus kepalanya.


"Hoam.... Bery merasa mengantuk sekali,padahal perjalanan sebentar lagi sudah sampai."


*


*


*


*


Bersambung....


Terima kasih semua yang sudah baca cerita ini.Maaf kalo ada kata-kata yang salah ketik atau alur tak beraturan.Maklum baru mulai bercerita.,

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote kalian ya.thanks


__ADS_2