
Siang berganti senja,matahari perlahan mulai membenamkan diri.Langit berwarna kemerah-merahan,bayangan bulan pun mulai terlihat diujung barat.
Bery mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar.Ditemani Sandra,yang sibuk dengan ponselnya.
"Perjalanan masih jauh,kalo ngantuk tidur aja dulu." ucap Bery.
"Hemm... " jawab Sandra lalu memejamkan matanya.
(skip)
Sementara,Weni juga terjebak di kota dengan Noval.Hari sudah malam,mobil mereka mengalami pecah ban dijalan yang sepi.tak ada taksi lewat,taksi online pun banyak yang menolak.
Terpaksa mereka tidur dimobil,karna jauh dari hotel ataupun pemukiman warga.
Weni kelihatan ketakutan,bukan takut karna hanya dengan Noval.Tapi takut kalo, kalo ada binatang buas.
Berbeda dengan Noval,dalam hatinya bersuka ria.
"Kamu takut tidur satu mobil?" ujar Noval.
Tapi Weni hanya melirik kearahnya saja.
"Ya udah,kamu tidur aja dimobil aku diluar." imbuh Noval.
"Gila aja kamu tidur diluar,jalanan sepi begini." kata Weni sembari menengok kanan kiri.
"Ya udah kalo begitu,kamu tidur dibangku belakang aku didepan." saran Noval.
"Oke." jawab Weni membuka pintu mobil dan pindah ke belakang.
"Weni,apa kamu udah tidur?" tanya Noval lirih.
"Belum,kenapa?" jawabnya masih mengutak-atik ponselnya.
"Emm.... apa kamu udah deket atau pedekate sama cowok.Aduh!!" Noval memukul jidatnya sendiri,"Kenapa gue nanya begitu."batinnya.
"Gak ada,"
"Apa kamu.... " ucapan Noval terpotong ucapan Weni yang langsung pada intinya.
"Aku tahu arah pembicaraan kamu Noval,aku memang menyukai kamu tapi aku belum bisa menjalin hubungan.Aku masih trauma jika ingat kejadian dulu,dan lagi kenapa kamu nanya begitu.Bukannya kamu udah ada cewek,apa kamu sengaja pamer ke aku." ujar Weni santai.
"Cewek yang mana maksud kamu,Weni?" tanya Noval sedikit bingung.
"Cewek mana kamu bilang,apa kabar manajer bagian HRD.?" ledek Weni beranjak dari tidurnya berganti posisi duduk.
"Hahahaha.... siapa,maksud kamu ibu Meggy.Yang benar saja,makanya kalo nyari info yang pasti dan akurat." ucap Noval seraya tertawa terbahak-bahak.
"Memangnya manajer HRD siapa lagi kalo bukan dia..."
"Memangnya aku gak waras apa,mendekati kakak iparku sendiri.Gila kamu?!"
"What!!!! apa kamu bilang,kakak ipar.?" kata Weni kaget bukan main,jantungnya pun seakan hampir mau copot
"Makanya jangan asal gosip,besok-besok kalo mau ghibah cari sumber yang akurat." senyum Noval.
__ADS_1
"Mana ada gosip yang bener,namanya gosip pasti ada yang salah." ujar Weni lirih,tak terdengar Noval.
"Sudah malam tidur," ucap Noval.
****
Pukul tiga dini hari,Bery menghentikan mobilnya didepan pintu pagar yang berukuran kurang lebih hanya muat satu mobil saja.
Turun dari mobil dan membukanya,Bery memiliki satu kunci yang diberikan ibunya.Ibunya berpikir,jika anak laki-laki nya pulang dia bisa langsung masuk kedalam.
Setelah pintu pagar terbuka,Bery kembali naik kedalam mobil. Menjalankannya masuk kehalaman rumahnya.
"Sandra,sudah sampai." Bery menggoyangkan tubuh Sandra dengan lembut.
"Hoam... hem," Sandra membuka kedua matanya,melihat kearah sekelilingnya.Masih gelap,lalu menengok jam ditangannya."Jam tiga pagi."ucapnya lalu turun dari mobil
Tok... Tok...
Bery mengetuk pintu rumahnya dengan pelan,karna hari masih sangat pagi.Takut mengganggu tetangga.
"Bery,kamu gak pegang kunci rumah." tanya Sandra,"Tadi kamu bisa buka pintu gerbang."imbuhnya.
"Gak,ibu hanya memberikan pintu pagar saja." jawab Bery.
Beberapa menit kemudian,pintu dibuka oleh ayah Bery.Ayahnya mempersilahkan Sandra dan Bery masuk kedalam.
"Berangkat jam berapa dari kota Bery?" tanya ayahnya sambil berjalan masuk.
"Kalo gak salah sekitar jam sembilan kali,ayah." jawab Bery meletakkan tas jinjing miliknya dan milik Sandra.
"Silahkan duduk nak Sandra,sebentar ayah buatkan teh hangat." ayah Bery menuju kedapur.
Dilihat dari balik gorden warna biru,ibunya sedang terlelap dalam mimpinya.
Kembali Bery menuju ruang tamu,berbincang dengan ayahnya dan juga Sandra.
"Maaf nih nak Sandra,rumah kita kecil dan berantakan." ujar si ayah.
"Oh,tidak apa-apa om." jawab Sandra sopan.
"Kamu pasti capek,istirahat dulu gih." ucap om Gio lagi.
"Bery,kamu bereskan kamar kamu biar Sandra tidur disana.Kamu bisa tidur didepan televisi kan?" imbuh ayahnya.
Kemudian,Bery berjalan menuju kamarnya,kamar yang sudah lama ditinggalkannya.
Setelah kamar rapi,Bery menarik koper kecil mungil milik Sandra.
"Ayo, kamu istirahat dulu." kata Bery melangkahkan kakinya,diikuti Sandra yang mengekor dibelakangnya.
"Aku tinggal ya." lanjut Bery.
Sandra menutup pintu kamar,melihat-lihat seisi kamar Bery.
Banyak sekali foto terpajang didinding kamar maupun yang diletakkan dilemari bukunya.
__ADS_1
Sandra mengamati setiap foto yang ada,dan sampailah pada foto yang terpajang dimeja belajarnya.
Sandra mengenali foto itu,yup Bery dan Raina sewaktu masih SMA dulu.
"Apa Raina juga pernah menyukai Bery." ucap Sandra memegang dan memandangi foto itu.
****
Kukuruyuk.... (anggap saja ayam jago berkokok)
Suara ayam jago terdengar sangat nyaring,Sandra membuka kedua matanya.Meregangkan otot-otot tangannya,lalu bangun dan membuka jendela kamarnya.
Ternyata masih gelap,jarum jam menunjukkan pukul lima pagi.Kembali Sandra menutupnya.
Selang setengah jam,Sandra mendengar bunyi peralatan dapur.Rupanya Bery sedang membantu ibunya memasak. Sandra keluar dari kamar,dan menghampiri kedua tuan rumah itu.
"Selamat pagi... " sapa Sandra dengan senyum.
"Pagi... Kenapa sudah bangun pagi-pagi begini.Tidur lagi saja,kamu kan capek." jawab ibunya Bery.
"Baru kali ini,gue lihat wajah Sandra tanpa polesan bangun dari tidurnya.Ternyata memang cantik." batin Bery seraya memandangi Sandra.
"Sandra sudah bangun dari tadi kok,tante." ucap Sandra.
"Oh,Bery kenapa kamu bengong begitu?Ajak nak Sandra jalan-jalan keliling kampung.Udaranya masih enak dinikmati." kata ibunya.
Bery pun mengajak Sandra keliling kampung,tak lupa Bery mengajak ke sawah.
"Bery,apa kamu begitu mencintai Raina?" tanya Sandra.
".... " Bery tak menjawab,terus berjalan dengan mata memandang sawah luas dikampungnya.
"Aku lihat,dikamar banyak sekali foto kamu dan Raina.Apa dulu kalian sempat menjalin hubungan?" tanya Sandra lagi kepo.
"Gak pernah,Raina hanya menganggapku kakak.Karna dia gak punya saudara,akupun begitu." jawab Bery menatap Sandra.
"Jadi,cinta bertepuk sebelah tangan.Sama ternyata." gumam Sandra.
"Hem... apa kamu mengatakan sesuatu?" tanya Bery.
"Oh,gak papa.Kemana lagi kita?sepertinya sudah agak siang." ucap Sandra.
"Mau pulang sekarang kamu?atau masih mau jalan-jalan.Mumpung masih disini,kapan lagi coba kamu kekampung aku."
"Ya nanti kalo kita menikah akan sering kesini,kan?" kata Sandra keceplosan,"Ups... sorry Bery."imbuhnya.
Bery tersenyum melihat Sandra salah tingkah,tengak tengok kekanan dan kiri.
*
*
*
*
__ADS_1
thanks buat semua yang sudah baca cerita ku.
jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote nya ya... thanks.