RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 6


__ADS_3

Dua bulan kemudian....


Akhirnya,Raina bisa lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.Hari ini,Raina wisuda dikampusnya.Ibunya datang jauh-jauh untuk menghadiri acara wisuda Raina.


Dengan sangat bahagia,Raina berjalan menggandeng ibunya.Mengenakan kebaya dengan baju toganya.Semua mahasiswa terlihat sangat gembira.


"Selamat pagi tante...." sapa Weni dan kedua orangtuanya.


"Selamat pagi juga Weni,selamat ya sudah lulus." ucap Rani,ibu dari Raina.


Raina,Weni dan juga orang tua mereka pergi ke aula kampus.Acara wisuda akan segera dimulai,Raina tak mau ketinggalan.


Didalam aula,Raina menutup wajahnya dengan saputangan menghindari tante Dewi.


Duduk dibarisan paling depan.Menunggu giliran dipanggil untuk maju keatas menerima surat kelulusannya.


Tiga jam kemudian,acara selesai.Raina dan Weni foto-foto didepan aula bersama orang tua mereka.Sungguh bahagianya mereka.


"Setelah ini rencana kamu apa sayang?" tanya orangtua Weni pada Raina.


"Raina mau cari kerjaan tante." jawab Raina,"Lihat kamera tante."imbuh Raina.


Tiba-tiba orangtua Fito menghampiri Raina.Mengucapkan selamat,pada Raina.Sementara Fito sedang asyik berkumpul dengan teman-temannya juga Wulan.


"Selamat ya sayang,mami bangga sama kamu." ucap tante Dewi membuat Raina kaget setengah mati.


"Terima kasih tante." jawab Raina.


"Ini siapa sayang?" tanya ibu Raina merasa bingung.


"Kenalin ibu...saya maminya Fito,pacar Raina." ujar tante Dewi mengulurkan tangannya,menyalami ibu Rani.


"Pacar Raina?Oh....saya ingat Raina pernah cerita kalau dia dekat sama cowok,tapi Raina gak pernah bilang kalau namanya Fito." Ibu sangat senang.


Raina dan Weni beradu pandang,bingung dengan kelakuan mami Fito yang masih belum terima kalau Raina sudah putus dengan anak laki-laki nya.


"Ngomong-ngomong dimana Fito anak ibu?" tanya ibu Raina mencari keberadaan Fito.


"Sebentar,tadi saya lihat masih didepan gerbang kampus.Saya telepon dulu." jawab tante Dewi.


Tangannya mendial nomer Fito.


Tut.... Tut... Tut...


"Fito dimana kamu,buruan datang kedepan aula." ujar tante Dewi saat sambungan teleponnya tersambung dengan Fito.


Sebelum Fito menjawab,tante Dewi sudah menutup ponselnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama,hanya sepuluh menit Fito sudah berada ditempat maminya.Nafasnya ngos-ngosan karena berlari,Wulan mengekor dibelakang Fito.


"Mih,ada apaan sih." kata Fito kesal.


"Kamu itu kemana aja,ini ada ibunya Raina kamu malah asyik nongkrong.Kamu itu gak punya sopan santun." ujar maminya marah-marah,"terus kamu ngapain bawa-bawa perempuan ini."lanjut maminya menunjuk kearah Wulan.


"Mami ini apa-apaan sih,Fito sama Raina sudah lama putus." ucap Fito,"Lagian kamu kenapa sih gak ngejelasin sama ibu kamu."tambah Fito marah sama Raina.


Raina hanya diam,tidak mungkin dia beradu mulut dengan Fito.Raina menarik tangan ibunya,meninggalkan Fito dan keluarganya.


"Maaf tante,om semua,Raina pamit dulu." pamit Raina.


****


Di apartemen Raina dan ibunya sedang mengobrol diruang televisi.


"Sebenarnya apa yang terjadi sayang." tanya ibunya seraya mengelus kepala Raina.


"Raina dan Fito memang sudah gak ada hubungan bu,cuma maminya gak terima dia maunya Raina jadi menantunya." jelas Raina.


"Tapi ibu lihat kamu masih mencintai Fito.Ibu gak salah kan." ucap ibunya menatap wajah Raina.


"Susah bu,gak segampang itu melupakan orang yang sudah lama singgah dihati kita, bu." ujar Raina.


"Terus rencana kamu apa selanjutnya?" tanya ibunya,"Apa kamu mau pulang dulu sama ibu."


"Oh...bagus kalau begitu,jadi kamu gak kelamaan menganggur.Ibu pulang besok sore saja ya,nunggu kabar kamu." kata ibu Raina.


"Iya bu...lagian Weni juga sedang menginap dirumah orang tuanya." jawab Raina.


Malam semakin larut,Raina dan ibunya memutuskan untuk beristirahat tidur.Raina harus bangun awal karena besok ada interview.


****


Suara alarm membangunkan Raina dari mimpi-mimpinya.Tangannya mencari keberadaan jam alarm yang berbunyi keras dan mematikannya.Segera dia beranjak dari kasurnya,meregangkan otot-ototnya.Kemudian,dia masuk ke kamar mandi.


Melakukan aktifitas paginya sebelum berangkat untuk interview.Setelah selesai mandi,Raina memakai pakaian formal.Mengenakan celana panjang yang senada dengan blazernya.Menghias wajahnya dengan bedak dan mengoles lipstik dibibirnya.


Semua sudah rapi,Raina keluar kamar.Mencium aroma makanan yang sudah lama dirindukan.Masakan buatan ibunya.


"Wow.... banyak sekali ibu memasak hari ini." ucap Raina saat menghampiri ibunya didapur.


"Iya dong sayang,ini semua buat kamu.Makanan kesukaan kamu,ibu masak banyak sekalian buat nanti." jelas ibunya.


"Uhu.... baik banget sih ibu yang satu ini." peluk Raina manja,lalu segera dia sarapan sebelum berangkat.


Sepuluh menit kemudian,Raina selesai sarapan.Raina berpamitan dan meminta doa ibunya.Semoga interview kali ini Raina bisa diterima di perusahaan itu.

__ADS_1


"Raina berangkat dulu bu...." pamit Raina,"Baik-baik dirumah ya."


"Iya sayang,semoga berhasil.Semangat!" jawabnya seraya memberi dukungan pada putrinya.


Pagi ini,wajah Raina terlihat sangat bahagia.Sudah lama sekali Raina tidak bertemu ibunya.Raina bertekad agar hasil interview nya membuahkan hasil yang akan membahagiakan ibunya.


Jika hasilnya tidak sesuai,Raina berencana pulang ikut dengan ibunya dulu.


Sepanjang perjalanan,Raina tidak bisa berhenti berdoa.Mulutnya terlihat komat-komit entah apa yang sedang diucapkan,hanya dia yang tahu.


Bus berhenti tepat di halte depan perusahaan yang Raina tuju.


Sedikit gugup,Raina berjalan masuk kedalam gedung yang begitu tinggi.


Raina sedang menunggu giliran untuk interview.


Dari ruang meeting,Bagas tak sengaja melihat Raina.Ternyata perusahaan ini milik keluarga Bagas.Raina tidak mengetahuinya.


"Tolong beritahu sama ibu Meggi,perempuan yang memakai blazer itu harus masuk ke perusahaan ini." kata Bagas memerintahkan karyawannya supaya memberitahu ibu Meggi bagian HRD.


"Baik pak,kalau boleh tahu siapa nama perempuan itu biar saya beritahu ibu Meggi." jawab si karyawan sebelum meninggalkan bosnya.


"Namanya Raina Arta Wijaya." Bagas menekankan nama Raina.


Giliran Raina masuk kedalam ruangan untuk interview.Gugup,grogi bukan main,baru kali ini Raina tegang sekali.


Diikuti dari belakang,seorang karyawan yang disuruh Bagas masuk.Membisikkan sesuatu kepada ibu Meggi,perintah dari bosnya.


Ibu Meggi menganggukkan kepalanya pada karyawan itu.


"Baik,nama kamu Raina Arta Wijaya,apa benar?" permulaan dari interview.


"Benar bu...." jawab Raina.


Bla... bla... bla.... Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kepada Raina.Dengan kecerdasan yang dimilikinya,Raina mampu menjawab semua. Tanpa perintah dari Bagas pun,Raina pasti bisa masuk ke perusahaan itu.


"Baik,tunggu informasi dari HRD kami melalui pesan yang akan dikirim apabila kamu diterima.Pesan akan dikirim paling lambat 24 jam." jelas ibu Meggi mengakhiri interview nya.


*


*


*


*


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2