
Bery masih menceritakan masalahnya pada Sandra,hujanpun turu semakin deras.
Seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok... Tok....
"Tante,kata ibu disuruh makan malam." teriak seseorang anak dari balik pintu.
"Iya sayang,sebentar lagi." jawab Sandra ikut berteriak tanpa membukakan pintu kamar.
"Ya udah,kita lanjutkan nanti ceritanya gak enak sama ibu." ucap Bery kemudian mereka berdua keluar dari kamar menuju meja makan.
"Silahkan duduk sayang." kata ibu panti pada Sandra."Silahkan duduk nak Bery."imbuhnya.
"Terima kasih bu." jawab Bery.
Sandra dan semua yang ada dipanti makan dengan hikmat,tanpa ada suara apapun.Hampir lima belas menit mereka semua beradu dengan sendok dan garpu.Satu persatu anak panti selesai makan dan kembali ke kamar masing-masing bersiap tidur.Tinggal Sandra,Bery dan ibu panti yang ada dimeja makan.
"Bagaimana makanan di sini nak Bery?" tanya ibu panti.
"Enak bu,Terima kasih atas jamuannya." jawab Bery.
"Anak-anak yang menyiapkan makan malam ini,Sandra juga pandai memasak loh.Apa kamu belum mencicipi masakan Sandra." katanya lagi.
"Em... sepertinya saya yang belum mencobanya bu." kata Bery sedikit gugup.
"Iya bu,Bery sibuk setiap hari jadi Sandra jarang masak dirumah.Bery pulang pun,Sandra gak tahu." ucap Sandra senyum.
"Sempatkanlah kalian,sesekali berduaan dirumah biar terjalin komunikasi,biar tak ada masalah dirumah tangga kalian." nasihat ibunya.
"Baik bu," jawab Bery mantap,Sandra memandangi nya.
"Kapan rencana kalian punya anak.Sudah dua atau tiga bulan kalian menikah." ujar ibu panti.
"Uhuk... uhuk... anak bu?" kata Sandra setelah tersedak air yang barusan diminum.
"Iya anak,kalo ada anak pasti rumah ramai."
"Sepertinya sudah larut malam bu,sebaiknya ibu istirahat.tidur lebih awal." kata Sandra sedikit malu.
"Baiklah,kalian juga tidur lebih awal ya." jawab ibu panti beranjak dari duduknya.
Setelah itu,Sandra dan Bery kembali kekamar.Merebahkan tubuh mereka diatas ranjang yang sempit.
"Ranjangnya sempit ya." ucap Sandra.
"Gak papa,em... apa kamu gak kepikiran ucapan ibu tadi.Gimana kalo sekarang kita.... " kata Bery menggoda Sandra.
"Apaan sih,gak enak tahu.Ranjangnya sempit begini." jawab Sandra malu.
"Memangnya apaan,pikiran kamu kotor.Maksud aku bagaimana kalo kita sekarang tidur,besok mesti pulang pagi." ledek Bery
"Ih... kamu." kata Sandra sembari memukul pelan dada bidang Bery.
Bery memeluk Sandra dengan sangat erat,"Maafin aku ya."bisiknya.
"Hem." jawab Sandra memejamkan matanya dan mengencangkan pelukannya pada Bery menenggelamkan kepalanya didada Bery.
__ADS_1
****
Mendung masih menyelimuti pagi hari,tak tampak sedikitpun sinar mentari.Embun pagi pun masih asyik bergelayutan didedaunan.
Sandra sudah siap untuk kembali ke kota,beraktifitas kembali.Menyiapkan sarapan didapur dengan anak panti yang lain.
Sementara,Bery masih tidur dengan selimut yang menutupi seluruh bagian tubuhnya.
Kepalanya keluar dari balik selimut,saat ponsel yang berada dinakas sebelahnya berdering.
Satu panggilan yang tertera dilayar ponselnya,ayah mertuanya.
"Halo... " Bery menjawab sapaan mertuanya.
"Oh,ada ayah... iya,sama Bery,gak papa kok." ucap Bery
"Baik ayah,sampai jumpa." kata terakhir Bery saat ayah mertuanya menutup sambungan teleponnya.
Disaat itu juga,Sandra masuk kekamar selesai dari masaknya.
"Siapa,pagi-pagi begini telepon." tanya Sandra.
"Ayah kamu,nanya kamu ada sama aku gak." jawab Bery seraya memeluk pinggang Sandra.
"Oh,mandi sana sarapan sudah siap.Gak enak kalo ibu nungguin kita." ucap Sandra.
"Oke." kata Bery lemas.
***
"Iya sayang,kalian harus baik-baik saja.Jaga komunikasi,dan segeralah berencana punya momongan." kata ibu panti.
"Iya bu,Semoga saat Sandra menemui ibu kembali,Sandra sedang hamil." ucap Sandra.
"Aamiin.... " Jawab serentak semua yang ada dimeja makan.
Beberapa menit kemudian,Sandra dan Bery selesai sarapan.Mereka kembali kekamar dan mengemas barang-barangnya.
"Ibu,Sandra pamit dulu.Jaga kesehatan ibu,jangan terlalu capek." pamit Sandra sesaat setelah keluar dari kamarnya.
"Bery juga pamit bu.Terima kasih buat semuanya." timpal Bery.
"Hati-hati dijalan nak Bery,jangan ngebut jalanan pasti licin.Jaga Sandra,jangan menyakiti nya." pinta ibu panti.
"Baik bu,semoga kita baik-baik saja dan harmonis." jawab Bery.
"Oiya,Sandra temui ayahmu dari kemarin dia telepon ibu terus." ucap ibunya.
"Iya bu,sesampainya Sandra langsung menemui ayah." jawab Sandra seraya memeluk dan mencium pipi dan kening ibu panti yang sudah merawatnya sedari Sandra umur lima tahun.
Bery membukakan pintu mobil untuk Sandra.Mereka berdua melambaikan tangan pada ibu dan seluruh penghuni panti.
"Sampai jumpa kak Sandra dan kak Bery.Semoga selamat sampai tujuan." teriak anak-anak saat mobil Bery melaju keluar dari gerbang panti.
****
Dua bulan kemudian..... (skip saja ya...)
__ADS_1
Malam itu,hujan mengguyur sebagian kota.Angin berhembus kencang,didalam ruangan yang sangat dingin karena AC.
Raina berjuang untuk melahirkan anaknya.Air matanya mengalir saat mulai mengejan karena perut yang semakin parah mulasnya.Hampir satu jam Raina berusaha,mungkin karena anak pertama jadi banyak membutuhkan waktu.Mulai dari kontraksi hingga mulas yang tak tertahankan.Sampai pembukaan ke sepuluh dan pecah ketuban,menurutnya sangat lama.
Tepat pukul sepuluh malam,Raina melahirkan anak laki-lakinya dengan selamat.Air mata terus mengalir dipipinya.Teringat perjuangan ibunya... "Ibu... ternyata begini rasanya melahirkan." gumamnya seraya membelai kepala bayinya yang diletakkan diatas dadanya.
"Terima kasih sayang,kamu sudah memberikan anak untukku." ucap Fito mengecup kening Raina.
"Maaf pak,silahkan anda keluar terlebih dahulu." ucap si perawat.
"Baik suster." jawab Fito.
Diluar ruangan,Fito mengambil benda pipih warna hitam didalam saku celananya.Mengutak-atik benda itu,dan disentuhnya layar benda pipihnya.
"Halo... mami," kata Fito.
"Iya mih,Raina sudah melahirkan.Iya,mih." lanjut Fito yang sedang menghubungi mami nya.
Beberapa jam kemudian,keluarga Fito sudah sampai dirumah sakit.
"Bagaimana sayang? " tanya maminya pada Fito yang sedang duduk menunggu Raina keluar dari ruang bersalin.
"Apa bayinya sudah keluar?" tanyanya lagi,"Gimana keadaan Raina?"imbuhnya,"Dia baik-baik saja kan."
"Nanyanya satu-satu dong mih." jawab Fito.
"Raina masih di dalam,sebentar lagi dipindahkan ke ruang pasien.Bayinya sudah keluar dari tadi mih." lanjut Fito.
"Laki-laki atau perempuan kak." tanya Fita.
"Jagoan dong." jawab Fito bangga menepuk dadanya.
"Huft.. lega mami,tapi Raina gak papa kan." ucapnya khawatir.
"Gak papa mih."
"Bukan,maksud mami apa dia sedih?"
"Maksud mami?" kata Fito bingung.
"Raina pasti sedih,gak ada ibunya." ujar mami.
"Mungkin mih,setelah anak kita lahir aku perhatiin Raina menangis.Aku pikir dia bahagia,s3nang karna bayinya keluar." kata Fito baru menyadari yang dikatakan mami nya.
Satu jam kemudian,seorang perawat mendorong kursi roda Raina menuju ruangan pasien.
*
*
*
*
Terima kasih buat pembaca yang setia...
Sorry up nya lama,,, maklum rutinitas ibu rumah tangga.
__ADS_1