RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 79


__ADS_3

Raina dan Sandra datang berkunjung ke rumah Weni,baru pertama kali mereka kesana sejak Weni menikah.


"Suasananya enak juga ya." ucap Sandra dibalkon apartment Weni.


"Pemandangan kota terlihat jelas dari sini." timpal Raina.


"Suasananya adem,tapi penghuninya kepanasan mulu." ledek Raina lagi.


"Eh,ga boleh begitu,,,,bukan cuma panas,tapi emosian juga."ledek Sandra ikut-ikutan Raina.


"Oke,oke kalian terus aja ngeledekin gue,"kata Weni menaruh minuman diatas meja.


"Wen,lu gemukan sekarang."kata Raina melihat perubahan yang ada pada tubuh Weni


"Masa sih,biasa aja kali."jawab Weni sembari lenggak lenggok didepan kaca jendela balkon.


"Eh,iya yah.Pantes aja baju gue pada ga muat,gemukan ternyata gue."imbuhnya.


"Lu gak sedang hamil kan?"tanya Sandra.


"Hamil?ya gak lah,"kata Weni.


"Terakhir haid kapan?"tanya Raina.


"Terakhir haid itu,waktu honeymoon yang kedua,sebelum berangkat."ucap Weni mengingat-ingat.


"Coba lu beli tespack,kali aja lu hamil.Badan lu melar gitu "ujar Sandra


"Kalo gue hamil,masa gak ngerasain apa-apa."kata Weni


"Bisa aja Wen,kata orang itu hamilnya kebo alias gak ngerasain apa-apa."ujar Raina sok tahu.


"Lu kata siapa Rain,"kata Weni.


"Denger aja dari orang,hehehe."Raina tertawa.


"Eh,Rasya bobo tuh,tidurin gih dikamar gue."ucap Weni.


"Biarin aja distolernya,kalo dipindah dia suka bangun malah."kata Raina.


Tak terasa langit berubah menjadi begitu gelap,mendung menyelimuti kota.Sepertinya akan turun hujan yang sangat deras.


"Eh,kita balik dulu Wen.Mau hujan kayaknya."ujar Raina.


"Iya Wen,takut juga kalo ada angin badai."sambung Sandra


"Oke,kalian hati-hati ya gue gak nganter kebawah ya."kata Weni


"Iya,jangan lupa beli tespack lu."kata Raina.


"Oke,bye ...Jaga kandungan lu San."Weni melambaikan tangannya pada kedua sahabatnya."


***


Hujan mengguyur sebagian kota,begitu lebat disertai angin badai.Weni hanya sendiri dirumahnya,ada sedikit rasa takut dihatinya.Jam baru menunjuk angka dua,satu jam lagi Noval baru balik dari kantor.


Terpikir dibenak Weni,omongan Raina soal tespack.Tangan meraih benda pipih yang ada disebelahnya,menekan satu nama yang terpampang dilayar ponselnya.


Tut ..Tut...Tut ...telepone sudah tersambung,tapi belum ada yang mengangkatnya.

__ADS_1


Tunggu,Weni menunggu lima menit dan...


"Halo..."jawab suara seorang perempuan.


"Halo,apa benar ini ponsel Noval."tanya Weni ragu karena yang angkat perempuan.


"Benar,pak Novalnya masih meeting dengan pak Fito.Apa ada yang bisa saya bantu,em..kalo boleh tahu dengan siapa saya bicara?"tanya perempuan itu yang tak lain adalah Diana sekertaris Noval


"Tolong sampaikan ke pak Noval,suruh hubungin saya kembali.Saya istrinya."kata Weni yang mengenali suara dari ponsel Noval.


Bagaimana gak kenal,suaranya tak asing ditelinga Weni Dulu sering sekali bertemu dikantor waktu Weni masih bekerja.


"Baik bu,nanti saya sampaikan."jawab Diana menutup sambungan teleponnya dengan Weni.


***


"Pak tadi istri bapak telepon."ucap Diana pada Noval saat meeting telah selesai.


"Istri?dia bilang apa?"tanya Noval balik.


"Katanya bapak suruh telepon balik."jawab Diana.


"Oke "kata Noval seraya melirik jam yang ada ditangan sebelah kanannya."Sekarang jam tiga,ada apa Weni telepon tumben amat dia.Bukannya masih marah."gumam Noval.


"Hei...ada apa lu,gelisah amat."Fito menepuk bahu Noval membuyarkan lamunannya.


"Tumben banget Weni telepon gue,ada apa yah."ucap Noval pada Fito.


"Mana gue tahu,lu telepon aja lagi siapa tahu penting.Apalagi kalo penting banget menyangkut urusan kamar."bisik Fito.


"Gila lu,masih sore udah ngeres aja pikiran lu."sarkas Noval.


Noval mencoba menghubungi Weni berkali-kali,tapi tak ada jawaban.


"Apa terjadi sesuatu sama dia,atau jangan-jangan dia marah karena yang angkat teleponnya Diana.Dia kan paling cemburuan sama Diana."kata Noval masih menggerutu sendiri.


****


Noval tancap gas pulang kerumah,pikirannya kacau kalo kalo terjadi sesuatu dengan Weni.Pasalnya dia sangat cemburuan dengan Diana.


Sesampainya di rumah,Noval makin bingung tak mendapati Weni dirumah.Ponselnya tergeletak diatas meja,mana diluar hujan lebat.


"Kemana Weni ini,bikin khawatir aja."gumam Noval,sambil mondar mandir kaya setrikaan.


Baru Lima menit Noval bergumam,Weni membuka pintu membawa tentengan plastik ditangannya.


"Kamu kemana aja,aku teleponin ga diangkat."ucap Noval buru-buru takut Weni marah duluan


"Aku kebawah,cari makanan handphone ketinggalan."jawab Weni


"Makanan apa,kamu kan bisa telepon aku minta beliin."ujar Noval.


"Tadi udah telepon tapi yang angkat sekertaris kamu,Diana."ucap Weni menekankan nama Diana.


"Memangnya dia gak bilang sama kamu."imbuhnya


"Bilang,makanya aku langsung menghubungi kamu eh...malah ga diangkat."kata Noval.


"Sejak kapan dia jadi sekertaris kamu."tanya Weni.

__ADS_1


"Kirain gak memperpanjang."batin Noval.


"Baru dua Minggu,gak tahu kenapa Fito menyuruh Diana bantu-bantu dibagian aku."kata Noval.


"Oh."Weni ber oh ria masuk ke kamarnya.


"Oh doang jawabnya,apa dia sedang marah."kata Noval mengekor sedikit jauh dibelakang Weni


"Besok aku ada janji sama mami."kata Weni


"Mau kemana?"


"Belanja,mami bilang gak ada yang nemenin,males kalo cuma sama bibik doang.Gak asyik ngobrolnya,katanya."


"Oh,ya udah."ucap Noval singkat,"Besok aku juga ada lembur bareng Fito."lanjutnya


"Bareng Diana juga."kata Weni


"Ya iya lah,dia kan sekertarisaku,ada Fani juga."


"Oh..enak dong,ada yang seger-seger,bening,"kata Weni mulai cemburunya.


"Mulai deh..."


"Ya,kan kamu yang bilang sama mami kalo kamu selingkuh."ucap Weni kesal


"Sudahlah,ngobrol sama kamu ujung-ujungnya berantem "kata Noval beranjak dan pergi keruang televisi


"Kalo punya salah pasti menghindar."kata Weni yang didengar Noval,tapi mengabaikan tak ingin meladeni kemarahan Weni.


****


Pagi-pagi sekali,jarum jam masih menunjuk angka lima Weni bangun dan pergi ke kamar mandi.Membuka bungkus tespack dan mencoba nya.


Berdebar jantungnya tak beraturan,menunggu hasil yang ditunjukkan alat itu.


Dan.....alat itu berhasil menunjukan dua garis berwarna merah.Weni tak percaya,berteriak pun tak bisa hanya meneteskan air mata dipipinya karena bahagia.


"Akhirnya,Tuhan mendengar doa-doaku selama ini."ucap syukur Weni,"Aku kasih tahu Noval,ah...gak jadi deh.males sama dia nanti aja,aku kan lagi marah,"imbuhnya karena masih kesal.


Dengan pelan,Weni keluar kamar mandi merebahkan kembali tubuhnya diranjang.Memejamkan kedua matanya,dengan senyuman manis dibibirnya.


Noval menyadari kalo Weni sudah bangun dan hendak tidur lagi,kedua tangannya melingkar di pinggang Weni.Memeluknya erat,menenggelamkan kepala Weni didadanya.


Cup....satu kecupan dari Weni mendarat dibibir Noval yang masih terpejam.Bahagianya,Weni membalas pelukan Noval dengan erat pula.


*


*


*


*


*


*


terima kasih buat semua yang sudah baca cerita aku,sorry kalo alurnya amburadul.Maaf ya...hehehe..

__ADS_1


__ADS_2