RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 7


__ADS_3

Raina keluar dari ruangan tempat interview hendak pulang,dilobby Bagas sedang menunggunya. Mondar-mandir seperti setrikaan.


Saat Raina keluar dari lift,Bagas menyapanya.Membuat jantung Raina serasa mau copot,kaget bukan main.


"Bagas? lu ngapain disini." tanya Raina.


Bagas belum menjawabnya tapi seorang karyawan telah menyapanya.


"Selamat sore Pak.... "


Raina tambah terkejutnya,semua karyawan menundukkan kepalanya dan memberi salam pada Bagas.


"Bagas... apa lu bisa jelasin ke gue?" tanya Raina lagi.


"Raina,perusahaan ini milik orang tua ku.Dan aku sekarang yang pegang kendali." jelas Bagas,yang intinya dia itu bos besar perusahaan ini.


"Jadi.... " Raina menggantungkan kata-katanya.


"Sudah gak usah dipikirkan,ayo aku antar pulang." ucap Bagas menggandeng tangan Raina.


"Bagas tolong lepasin tangan gue,gak enak dilihat sama yang lain." ujar Raina merasa risih karena ada banyak sekali mata menatapnya.


"Biarkan saja." Bagas lalu membukakan pintu mobil sport miliknya,mempersilakan Raina masuk.


****


Setelah sampai didepan apartemen,Bagas sengaja membukakan pintu mobilnya untuk Raina.Bagas melihat Fito duduk di bangku taman tidak jauh dari mobilnya.


Dengan perasaan yang risih,Raina turun dari mobil mewah warna merah.Perasaannya semakin ga enak,tak kala dirinya melihat Fito.


"Boleh aku mampir?" tanya Bagas pada Raina.


"Sorry,bukannya ga boleh tapi ini sudah malam." jawab Raina seraya melirik kearah Fito.


"Oke, kalau begitu sampai jumpa besok dikantor.Aku pamit dulu." pamit Bagas.


"Terima kasih,bye.... " ucap Raina melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa dikantor?Apa maksud dia barusan Raina." kata Fito mencegah Raina berjalan.


"Itu bukan urusan kamu Fito.Lagian ngapain kamu malam-malam disini,gak ada kerjaan." ujar Raina.


"Kalau bukan karena mami,aku juga males kali disini." kata Fito,"Mami sakit,dia memaksa pengen ketemu kamu."lanjut Fito.


"Apa!!!! Sakit?" Raina kaget setengah mati setengah hidup,"Sekarang dimana tante Dewi?"tanya Raina kemudian.


"Dirumah,gak mau diajak kerumah sakit.Maunya ketemu kamu,apa sekarang kamu bisa kerumah." ujar Fito.


"Duh,tapi ini sudah malam,sudah jam tujuh lewat." Raina melirik jam yang ada ditangan kirinya.

__ADS_1


"Ya udah,aku antar kamu keatas,Aku minta ijin sama ibu kamu,sekalian bawa pakain buat kerja besok.Siapa tahu kamu nginap dirumah ku."


"Nginap? enak aja,selarut apapun kamu harus mengantar aku pulang.Aku gak mau nginap." ujar Raina seraya berjalan ke lift dan naik keatas dengan Fito.


"Memangnya kenapa kalau nginap? Bukannya dulu kamu sering nginap,tidur sekamar lagi denganku." ledek Fito mengenang masa lalunya.


"Udah ga perlu diomongin,itu udah lama." kata Raina pipinya merah merona.


Ting..... Pintu lift terbuka tepat disamping rumah Raina.Dengan sedikit keras,Raina mengetuk pintu rumahnya.


Saat pintu dibuka,ibu Raina kaget.Fito berada dibelakang Raina.


"Selamat malam tante." sapa Fito sopan.


"Selamat malam,mari masuk nak Fito." jawab ibu Rani mempersilahkan Fito masuk.


Lalu,Fito menjatuhkan bokongnya disofa ruang tamu.Yup,apartemen Raina biar kecil tapi lengkap.Ada ruang tamu,ruang santai,dapur dan kamar ada dua.


"Aku ganti baju dulu." ucap Raina masuk kedalam kamar.


"Kamu cantik ternyata,sexy baik lagi." batin Fito saat melihat Raina dari belakang masuk ke kamarnya.


Ibunya mengetuk pintu kamar Raina setelah menyuguhkan secangkir teh manis buat Fito.


"Raina,kamu bilang sudah putus sama Fito,Kenapa dia kerumah?" tanya ibunya sedikit berbisik takut kedengaran Fito.


"Oh... ya sudah,ibu kasih ijin kamu." ucap ibunya.


Kemudian,Raina dan ibunya keluar kamar menemui Fito.


"Ayo,udah malam." ajak Raina.


"Tante,Fito pinjam Raina sebentar,nanti setelah selesai Fito langsung antar." kata Fito,"Fito pamit dulu tante."imbuhnya.


"Raina pergi dulu bu..." pamit Raina.


****


Didalam mobil,sepanjang perjalanan sesekali Fito mencuri pandang kearah Raina.Ada rasa kagum di hatinya,ada sedikit penyesalan karena sudah memutuskan hubungannya.


"Kenapa lihat-lihat," ujar Raina yang menyadari kalau Fito terus memandangi nya.


"Ternyata kamu cantik juga ya.Kenapa dulu kamu..." kata Fito.


"Kenapa dengan aku yang dulu.Memangnya kamu baru sadar kalau aku cantik,selama ini kemana aja.Dunia kamu cuma Wulan doang sih yang cantik,padahal sih biasa-biasa saja.Dia itu cuma menang di make up doang." ujar Raina ketus.


"Kenapa sewot,kamu cemburu sama Wulan." ledek Fito.


"Cemburu? bukan level,perasaan kamu yang cemburu.Kamu selalu mempermasalahkan aku yang dekat dengan Bagas,iya kan." Raina balik meledek Fito.

__ADS_1


"Aku tuh bukan cemburu,aku kasih tahu kamu yah,Bagas itu playboy sering ganti-ganti perempuan.Dari dulu sifatnya gak berubah." jelas Fito seraya fokus pada kemudinya.


"Ah... udahlah,gak usah dibahas.Mau aku sama Bagas,sama cowok lain Itu semua bukan urusan kamu." ujar Raina menghentikan obrolan yang menjurus ke pertengkaran.


"Terserah kamu,yang penting aku udah kasih tahu.Lagian aku juga tahu,dihati kamu cuma ada nama Fito seorang.Kalau kamu bisa ngelupain aku,sudah lama kamu menjalin hubungan sama cowok lain.Benar kan?" Fito masih sombong saja.


"Bodo amat,terserah kamu." Raina makin kesal dengan Fito.


Akhirnya,sampai juga didepan pintu gerbang yang tingginya bukan main.Seorang security membukakan gerbang untuk tuannya.


Mobil masuk ke halaman rumah mewah nan megah itu.


Sesekali Raina mengawasi rumah itu,tak ada yang berubah.Sejak Raina putus dengan Fito,enam bulan yang lalu.Taman,teras rumah dan letak barang-barannya masih sama.


"Ngapain tengak-tengok.... gak ada yang berubah sama rumah ini,masih sama." ucap Fito mengagetkan Raina.


"Kali aja ada jin atau setan dirumah mu," jawab Raina asal.


"Jin dari Hongkong." Fito


"Jin yang bikin kamu jadi sombong,terlalu percaya diri." ujar Raina.


"Ayo,masuk." ajak Fito.


Fito masuk kedalam rumah diikuti Raina dibelakangnya.Hatinya berdeguk kencang saat kakinya menginjak lantai rumah Fito lagi.


Kenangan masa lalunya menghampiri pikirannya,saat dirinya masih berhubungan dengan Fito.


"Awww.... " Raina menabrak punggung Fito.


"Jalan itu lihat-lihat gak usah melamun." sarkas Fito.


"Kamu nya aja yang berhenti gak bilang-bilang." jawab Raina kesal.


"Makanya jangan melamun,emang kamu lupa dimana kamar mami aku." kata Fito.Lalu membuka pintu yang ada didepannya,pintu kamar maminya.


"Mami tidur,Fita?" tanya Fito pada adiknya yang sedang menunggu maminya.


"Baru tidur kak,panasnya gak turun-turun.Dari tadi manggil-manggil kak Raina terus." jawab Fita seraya berdiri.


*


*


*


*


bersambung guys...

__ADS_1


__ADS_2