
Sementara dikediaman Danu,tepatnya dikamar Fito sedang terjadi perdebatan antara Fito dan Raina.
"Gak bisa dong Raina,kamu tahu papi itu kapan saja bisa kambuh."ucap Fito sambil merapikan dasinya.
" Lagi ini rumah gede banget,kamar banyak,kenapa kamu jadi mempermasalahkan bukannya kamu sangat dekat sama mami dulu."lanjut Fito.
"Bukannya aku... aduh,pokoknya aku mau kita punya rumah sendiri,lebih enak dan mandiri." timpal Raina.
"Kita bahas nanti,aku ada rapat dikantor jangan bikin mood aku berantakan." ucap Fito keluar kamar dan menuju meja makan,menarik kursi duduk menyantap sarapan yang sudah disiapkan bik Imah.
"Raina kemana Fito?" tanya maminya.
"Ada dikamar,mungkin belum mau sarapan." jawab Fito.
"Apa kalian bertengkar lagi?Apa ada yang salah sama mami?" tanya maminya lagi.
"Gak mih,kalaupun kita bertengkar pastinya bukan karena mami." jelas Fito tak ingin menyakiti hati maminya.
"Oke,Fito sudah rapi sarapan,Fito langsung berangkat ya mih." pamit Fito.
Dan benar saja,Raina tak keluar kamar dan mengabaikan Fito.
****
"Seno,menurut kamu,setelah berumah tangga apa yang pertama akan kamu lakukan.?" tanya Fito saat masuk kedalam mobil.
"Kalau saya sudah menikah,yang pertama saya lakukan adalah saya akan mencari rumah buat tempat tinggal saya dan istri saya,tuan."! jawab Seno asisten kepercayaannya..
"Maksud kamu tempat tinggal.... " kata Fito
"Ya rumah tuan,masa iya saya harus membawa istri saya satu atap dengan orang tua ataupun mertua.Pasti gak bisa tuan,sebaik-baiknya orang tua dan mertua itu tak seharusnya ikut campur rumah tangga kita.Pasti salah satu akan merasa kecewa." jelas Seno.
"Kamu tahu dari mana Seno,menikah saja belum." timpal Fito sedikit meledek.
"Gak ada menantu yang akan baik-baik saja dengan mertuanya tuan,walaupun mereka dekat.Itu sudah menjadi hukum alam tuan." ujar Seno masih fokus dengan kemudinya.
Mereka berdua mengobrol didalam mobil sampai tak sadar sudah sampai didepan perusahaan.
Dengan kewibawaannya,Fito berjalan memasuki perusahaan.Berjalan tegak,hingga setiap yang berpas-pasan menunduk hormat padanya.
"Linda,apa ada rapat hari ini." tanya Fito pada sekertaris nya,ada dua sekertaris yang berada di meja depan ruangannya.Linda dan Fani.
"Tidak ada tuan,hanya beberapa dokumen yang harus ditandatangani." jelas Linda.
"Oh Terima kasih,apa Fani masih cuti."
__ADS_1
"Masih tuan,Fani masih honeymoon." jawab Linda,yup Fani sekertarisnya sedang cuti.
"Tolong kamu panggil Noval,suruh keruangan saya." perintah Fito pada Linda.
"Baik tuan."
Selang beberapa menit,Noval langsung masuk keruangan Fito tanpa permisi.Yup,mereka memang sahabat dan Noval bekerja di perusahaan Fito.
"Ada apa lu manggil gue? Apa ada yang penting." ucap Noval.
"Gue lagi bete,Raina kekeh minta pindah." kata Fito memulai curhat,Noval memang sahabat yang asyik buat diajak curhat.
"Tinggal pindah aja apa susahnya,bukannya lu pernah bilang setelah lu menikah,lu mau nempatin apartemen yang lu beli." ujar Noval santai.
"Iya,tapi gimana sama orang tua gue.Papi kapan saja bisa kambuh penyakitnya,mami gak ada temen kalau Raina pindah."
"Begini Fito,apa pernah lu nanya perasaan Raina selama satu atap dengan orang tua lu.Mami lu sama Raina memang dekat,tapi apa lu pernah mikir atau sekedar nanya,bagaimana Raina apa lu senang tinggal disini,apa lu bla... bla... semacamnya." ujar Noval.
"Gak pernah,yang gue lihat mereka baik-baik saja."
"Iya mereka memang baik-baik saja.Maksud gue,kalau lu tinggal hanya dengan Raina mungkin Raina akan lebih banyak waktu luangnya.Sekarang gini,seorang menantu yang tinggal dengan mertuanya pasti akan menjaga image mereka dong." ujar Noval.
"Maksud lu apaan sih,gue gak ngerti."
"Dasar otak udang," umpat Noval,"Begini Raina harus bangun pagi,memasak,beres-beres sedangkan kalau Raina hanya tinggal berdua sama lu,dia kapan aja bisa bangun terserah dia.Gak ada yang tahu sedang kalau dia tinggal sama keluarga lu,pasti malu dong kalau dia bangun siang."lanjut Noval penjelasannya ngalor ngidul gak jelas, hihihihi... tapi gue harap readers tahu ya maksudnya si Noval.
****
Diatas ranjang yang berukuran super king,Fito melamun memikirkan obrolannya dengan Noval tadi dikantor.
"Memikirkan apa?" tanya Raina menarik selimut,bersiap ke alam mimpi.
"Raina,aku mau nanya.Apa selama ini kamu baik-baik saja tinggal disini?Kenapa kamu minta pindah,apa keluarga ku gak baik sama kamu.Atau kamu capek tinggal disini,mami aku terlalu menekan kamu atau papi aku.... " Fito berhenti bicara saat Raina menghentikannya.
"Stop... nanya nya satu satu jangan keroyokan." ucap Raina.
"Aku senang tinggal disini,aku gak capek,aku sama sekali gak kesal dengan mami," lanjut Raina.
"Hanya saja,sudah saatnya kita mandiri Fito,jangan selalu mengandalkan orang tua.Mungkin kalau kita tinggal berdua,kita akan lebih fokus sama program hamil kita." ujar Raina.
"Oh,jadi kamu tertekan sama mami yang selalu nanyain cucu." kata Fito.
"Fito,jangan salah paham.Aku sama sekali gak tertekan,aku kasihan sama mami.Aku belum bisa hamil dan mami kecewa."
"Maafin aku,karena aku gak sehat." Fito memeluk Raina.
__ADS_1
"Kamu terlalu lelah Fito.Jangan selalu menyalahkan diri sendiri."
"Oke,besok aku bilang sama mami papi kalau kita akan nempatin rumah sendiri."
"Tapi kamu harus hati-hati saat meminta ijin mereka,jangan sampai melukai hati mami atau papi." ucap Raina.
"Ayo kita tidur,sudah malam." ajak Fito masuk kedalam selimut,yah.... kita sensor ya.Kalian pasti tahu dong apa yang akan terjadi diatas dan didalam selimut itu, ups....
****
Hari ini,hari minggu Fito berada dirumah untuk rehat karena hari-harinya sangat melelahkan.
"Selamat pagi semua." sapa Fito saat berada diruang keluarga setelah sarapan.
"Pagi,kamu gak kemana-mana sayang." tanya maminya.
"Rencananya Fito mau nengokin apartemen yang dulu Fito beli, mih.Sudah lama sejak Fito menikah gak ditengokin." ujar Fito,"Tapi nanti siang mih,sekalian ajak Raina."imbuh Fito.
"Oh iya,kamu itu punya apartemen ya.Kenapa gak kamu tempatin aja Fito." ujar maminya.
"Memangnya gak papa kalau Fito sama Raina tinggal disana,mih." ucap Fito.
"Lah ya gak papa,itu kan rumah kamu lagian sayang kalau gak keurus.Apalagi Raina anaknya rajin pasti bersih terus itu rumah." ujar maminya lagi.
"Jadi mami setuju kalau Fito tinggal disana," kata Fito.
"Ya setuju,lagian kamu kan sudah menikah.Mami gak kepikiran kalau kamu punya apartemen,kenapa gak dari awal menikah kamu tinggalin."
"Padahal Fito baru mau minta ijin sama mami papi,kalau Fito pengen mandiri dan menempati apartemen.Fito takut kalau mami gak setuju,eh Fito sekarang lega kalau ternyata mami yang nyuruh Fito tinggal sendiri sama Raina." ujar Fito senang sekali.
"Kenapa mami harus melarang,justru tadinya mami minta papi belikan rumah buat kalian." kata maminya,"Ya sudah kapan kalian pindah,biar mami bantuin."lanjutnya.
"Kita mau lihat dulu mih,terus kita bersihkan baru kita pindah." jawab Fito.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Bersambung....