
Masih dengan balutan handuk ditubuhnya, Weni duduk didepan meja rias.Memoles wajahnya dengan taburan bedak dan memoles tipis bibirnya dengan lipstik.Seraya melantunkan sebuah lagu, Weni memilah-milih piyama yang akan dipakainya tidur.Karna hari memang sudah gelap, tapi belum malam banget sih.
Mungkin sedang hamil jadi memilih baju yang longgar.
"Habis menang lotre kamu.Girang amat." ujar Noval sudah berada dibelakang Weni.
"Suka-suka aku lah, apa urusan nya sama kamu." jawab Weni
"Nih." Noval menyodorkan selembar kertas yang sudah bisa ditebak Weni.
Seraya mengulurkan tangan, "seperti kertas undangan." batin Weni.
"Kecurigaan kamu gak terbukti." ujar Noval seraya berjalan kekamar mandi, sementara Weni membuka kertas itu. Yang ternyata undangan pernikahan Lusi.
Bengong,
****
"Kamu aja yang datang,aku gak kenal." ucap Weni saat makan malam.
"Udah ikut aja, masa aku jalan sendiri."
"Kenapa gak sama Fito aja."
"Ya gak bisa lah, Fito gak diundang."
"Gak diundang? Bukannya kamu satu sekolah sama Fito dulu, dan Lusi juga."
"Udah jangan banyak tanya, besok aku temenin cari gaun." kata Noval mengakhiri obrolan.
"Ga ah, mo cari gaun kayak gimana kamu ga lihat postur tubuh aku." ujar Weni
"Memangnya kenapa sama tubuh kamu,sexy begitu." kata Noval, baru tumben dia ngomong begitu.
"Sexy kata kamu, gendut begini kamu bilang sexy, kamu buta." sarkas Weni.
"Ya ampun Weni.... ini suami kamu,dikatain buta."
"Lagi gendut begini."
"Sudah ga usah banyak protes." kata Noval mengakhiri perdebatannya dengan Weni.
***
Malam yang sunyi dengan gerimisnya yang membasahi jalan, tampak Weni terlihat sangat sexy dengan gaun yang membalut tubuhnya.Perutnya yang semakin membesar bulat, menambah kesexy annya.
"Kamu lihatin apaan." sarkas Weni membuyarkan lamunan Noval.
"Kamu cantik... sekali malam ini." ucap Noval
"Oh... malam ini, jadi kalo malam-malam sebelumnya gak cantik." jawab Weni.
"Gak dong, setiap hari, pagi siang sore malam kamu tetap cantik dan sexy." kata Noval seraya mengelus perut Weni.
"Mungkin kamu gak sadar aja kalo aku selalu memperhatikan kamu." lanjutnya seraya mencium perut Weni.
__ADS_1
"Hem... " cuma itu yang keluar dari mulut Weni.
**
Gila,Weni sempat melongo saat masuk ke dalam hotel yang disulap sebagus dan seindah, tentunya megah dan mewah dipernikahan Lusi.
Pikirannya pun melayang, "dengan siapa dia menikah, apa dengan pengusaha, pejabat atau artis. Bisa mewah wah... begini desainnya." ujar Weni dalam hati.
"Mantan kamu nikah sama siapa?" kemudian Weni bertanya pada Noval
"Kamu apaan sih, jaga mulut. Nanti kalo kamu lihat pengantin pria nya, kamu bakalan kaget.Bahkan bisa jadi kamu nyesel seumur hidup kamu." jawab Noval sedikit sewot.
"Hah... apa maksud kamu?" tanya Weni penasaran, pasalnya dia tak membaca siapa nama mempelai pria di undangan.
"Ayok, kita kasih selamat sama mereka.Pokoknya janji kamu gak pingsan." ledek Noval.
"Ih... yang bener aja kamu. Ngaco. "
Benar saja, saat kaki kanan melangkah naik perlahan seraya mengangkat gaun.Deg... jantung hampir mau copot.
"Stop." kata Weni menghentikan langkah Noval.
"Kenapa? kaki kamu gak bisa bergerak?"
"Bukan, ada yang menginjak gaunku." bisik Weni.
Noval menoleh kebawah, dan benar yang dibilang Weni. Seseorang menginjak gaunnya.Ternyata perkiraan Noval salah.
"Kenapa? kamu pikir aku kaget sama pengantinnya." ledek Weni.
"Mungkin... "
****
"Selamat untuk kalian, maaf kita gak bisa lama-lama maklum ibu hamil. " pamit Noval sambil senyum.
"Terima kasih, aku gak nyangka kalian balikan dan menikah sekarang mau punya baby." jawab Jo, si pengantin pria yang dulu mengejar Weni, suka dengan Weni.
"Ya,mungkin sudah jodohnya." ucap Noval membanggakan diri.
"Ternyata.., lu cinta banget ya sama Noval." ledek Jo
".... " diam tanpa jawaban.
"Oke, pokoknya semoga kalian berdua langgeng, bahagia sampai kakek nenek." doa Noval sebelum akhirnya mereka berdua hilang dari pandangan kedua mempelai.
Sepanjang perjalanan pulang, tak henti-hentinya Noval senyum. Seakan-akan dia sedang meledek Weni.
"Hahaha... lucu." akhirnya keluar juga itu tawanya.
"Ada yang lucu? " tanya Weni.
"Sepanjang acara, aku lihatin terus wajah kamu.Ada sesuatu, tapi aku gak tahu itu apa." ujar Noval membuat Weni emosi.
"Yah... mungkin kamu lihat penyesalan dalam diriku yang menolak seorang Jo. seorang pengusaha muda, tampan,yang lebih segalanya dari kamu." jawab Weni sangat dalam membuat Noval sedikit kesal.
__ADS_1
"Kenapa dengan aku, pekerjaanku,apa kamu gak puas.Oh... aku tahu,aku ini cuma bawahan Fito bukan bos nya.Bukan seperti Jo mantan kamu, Iya kan, itu menurut kamu dan kamu menyesal." sarkas Noval seraya fokus pada kemudinya.
Tapi naas, saat menghindari seekor kucing yang melintas.Noval membanting stir ketrotoar, kecelakaan pun tak terhindarkan.
Beruntung hanya benturan saja,
"Argh... Noval perut aku sakit banget." ujar Weni kesakitan.
"Wen... kamu kenapa? ya ampun,darah dikaki kamu." panik Noval.
Segera Noval menghubungi ambulance dan selang beberapa menit Weni dibawa ke rumah sakit terdekat.Kebetulan rumah sakit milik keluarga Sandra yang paling dekat,dan Weni pun selalu kontrol disitu.
Noval menunggu didepan ruang persalinan,dengan tubuh yang gemetaran.
Singkat cerita,dokter yang menangani Weni memberitahu bahwa sudah pecah ketuban,dan harus ditindaklanjuti.Mau gak mau,Weni harus segera di operasi untuk mengeluarkan bayinya.
"Baik dok,saya percaya sama dokter."ucap Noval setelah menandatangani kertas perjanjian dari rumah sakit.
Weni pun dibawa keruang operasi,terlihat wajahnya pucat pasi.Memandang sekilas kearah Noval,
Noval masih menunggu,mondar mandir didepan ruang operasi.Sudah lama juga,hampir dua jam tapi operasi belum selesai juga.
Dari ujung koridor terlihat Raina dan Fito berjalan setengah berlari,menghampiri Noval.
"Bagaimana Weni,kenapa bisa terjadi seperti ini."ucap Raina.
"Gue sangat,sangat bersalah,kalo saja gue gak cekcok semua gak akan terjadi."ujar Noval seraya menundukkan kepalanya.
"Selalu saja gak bisa mengontrol emosi,"sarkas Raina.
"Sudah,kita tunggu saja kalian gak perlu bertengkar."kata Fito.
Tak lama kemudian,Sandra juga datang bersama Bery.Kebetulan Bery ada shift malam,jadi sekalian.
"Gimana Weni,Rain."tanya Sandra.
"Masih didalam,padahal sudah dua jam."jawab Raina.
Semua terdiam sambil duduk,sementara Noval masih mondar mandir didepan pintu ruang operasi.
Dan,akhirnya dokter pun membuka pintu dan keluar.
"Selamat pak Noval,bayinya laki-laki."ucap si dokter menyalami Noval.
"Bagaimana dengan istri saya dok?"jawab Noval balik bertanya.
"Istri anda baik-baik saja,menunggu sadar dari obat bius.Sementara perawat akan membawa keruang pasien."jelas dokter.
"Terima kasih dok."kata Noval.
"Syukur alhamdulillah,semua baik-baik saja.Selamat ya Noval punya jagoan."Fito memberi selamat pada Noval,diikuti Raina,Sandra dan juga Bery.
"Sekali lagi selamat Val,em...sorry,gue tinggal dulu ya."pamit Berry.
****
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah baca cerita ini,maaf...kalo alurnya acak-acakan.
Ya harap maklum ya ,masih belajar menulis.