
Tanpa pamit,malam itu Weni pergi dari rumah.Marah,tak bisa menahan emosinya.Menuju rumah mertuanya,tak ada tempat selain itu.
"Kok begini amat rumah tangga gue." batin nya seraya menangis didalam taxi.
"Apa coba yang salah sama gue,apa gak bisa maafin gue.Gue emang salah tapi gak gini amat." lanjut nya masih dalam hati.
Sesekali melirik ponselnya,tak ada notifikasi.
Selama dalam perjalanan,hatinya bimbang,antara kerumah mertuanya atau ke hotel.
"Kalo gue ke hotel, Noval bakal berpikir yang gak, gak." batinnya,"Kalo gue ke mami,pasti mereka curiga.Ah,gak papa yang penting kerumah mami.Noval gak akan berpikir macam-macam."imbuhnya.
"Permisi non,kita mau kemana ya." tanya si supir.
"Ke jalan Anggrek pak," jawab Weni.
"Ada apa non,kok menangis begitu saya jadi takut." ujar si supir ketakutan.
"Gak papa pak, bapak fokus saja," jawab Weni.
Beberapa jam kemudian,taxi yang membawa Weni berhenti didepan pagar tinggi.
Seorang penjaga mengintip dari balik pagar,memastikan siapa yang datang.
"Ini saya pak,Weni." ucap Weni sedikit keras sambil mengawasi jalanan yang sepi disekitar perumahan.
"Nona muda,sebentar." jawab si penjaga membuka pintu gerbang warna hitam pekat.
"Terima kasih." masuk kehalaman rumah,mengetuk pintu.
"Nona muda." kata pelayan dirumah Noval,bingung kenapa tuan nya gak ikut.
"Saya sendiri bik,tolong siapkan kamar tamu ya." kata Weni masuk ke dalam rumah
"Em,mami sudah tidur bik." tanya Weni.
"Sepertinya sudah non,mari saya antar kekamar." jawab si bibik.
Ternyata,mami nya melihat Weni masuk kamar tamu dari dapur saat mengambil air putih.
"Bik, apa itu Weni." tanya nyonya dirumah itu pada pelayan nya.
"Benar nyonya, non Weni tadi menanyakan nyonya tapi saya bilang sudah tidur.Jadi,nona muda langsung masuk" kata si bibik.
"Kamu melihat ada yang beda gak." tanya nyonya nya.
"Kayaknya habis menangis nyonya." jawab bibik.
"Oke." mami Noval langsung masuk kekamarnya dan menghubungi Noval.
Tut... Tut... tut....
"Ini anak kemana sih." gerutu mami Noval mondar-mandir menempelkan ponsel ditelinganya.
"Halo... " Noval menjawab panggilan mami nya dengan mata terpejam.
"Kamu sedang apa Noval,"
"Noval tidur mih.ada apa? "
"Kamu berantem sama Weni."
"Kenapa mami nanya nya begitu."
__ADS_1
"Kenapa malam-malam begini Weni kerumah." teriak mami nya.
"Apa mih.!" kata Noval kaget dan langsung bangun.
"Istri pergi dari rumah kamu gak tahu,ya ampun Noval... " ucap mami nya marah dan menutup sambungan teleponnya.
"Gawat ini,bisa-bisa Weni cerita lagi." gumam Noval seraya bersiap menuju rumah nya.
***
Sepanjang jalan yang dilalui Noval,begitu sepi tak ada lalu lalang orang atau mobil.Hanya beberapa anak muda yang terlihat sedang nongkrong.
Perasaannya gelisah,jangan sampai Weni bertemu mami lebih dulu.
Akhirnya,tepat pukul dua belas malam Noval sampai.Seorang security yang berjaga malam,mengetahui tuan nya datang lewat lampu sign yang dinyalakan.
Mobil masuk halaman rumah,segera Noval turun dan masuk ke dalam rumah setelah pintu dibuka pelayan nya.
"Bik,non Weni di kamar mana?" tanya Noval pada bibik yang masih terjaga.
"Di kamar tamu tuan." jawab si bibik.
"Terima kasih,bibik istirahat aja." perintah Noval sambil berjalan kearah kamar tamu dan membuka kamar pintu,kebetulan pintu tidak dikunci.
Melihat nyenyaknya Weni,tak tega Noval membangunkan. Dengan pelan,Noval merebahkan tubuhnya disamping Weni.
***
Sinar mentari telah terbit dari timur masuk menelusup lewat celah-celah jendela kamar.
Weni merasa tubuhnya berat,seperti ada beban yang menindihnya.
Pelan membuka kedua matanya,ada tangan yang melingkar diperutnya.Detak jantungnya berdegup kencang saat mendapati Noval sedang memeluknya.Menenggelamkan kepalanya didada bidangnya.
Aroma wangi parfum khas milik Noval begitu menenangkan.Aroma yang tak pernah ganti sejak mereka pacaran dulu.
".... " Berusaha melepaskan diri dari pelukan Noval.
Lalu,membersihkan diri selama lima belas menit di kamar mandi.
Noval duduk dihadapan Weni,"Nanti kamu diam saja kalo mami nanya-nanya,biar aku yang jawab."
"Cara bicaranya sudah biasa,apa dia sudah memaafkan gue." batin Weni seraya menatap tajam Noval.
Dan berpikir,apa yang akan dijawabnya ketika mami nya bertanya yang macam-macam.
**
"Apa Noval menyusul kamu kemari?" tanya mami mertuanya dimeja makan.
"Iya mih," jawab Weni singkat,takut salah bicara.
"Ada apa sama kalian," tanya mami nya lagi.
"Em.... itu mih... " jawab Weni gagap.
"Gak ada apa-apa." timpal Noval berjalan kearah meja makan duduk disebelah Weni.
"Oke,kita sarapan dulu.Setelah ini mami minta penjelasan kalian,kenapa larut malam kalian kucing-kucingan kerumah." ujar mami nya.
"Hem... " jawab Noval seraya menyantap sesendok nasi dan lauknya.
Lima belas menit kemudian...
__ADS_1
"Jadi apa masalah nya?" tanya mami.
"Sebenarnya Weni... " ucap Weni yang langsung di potong Noval.
"Noval yang salah mih,Noval selingkuh mih,dan Weni tahu.Kita berantem,Weni meninggalkan rumah pergi kesini." jelas Noval menundukkan kepalanya.
"Plaakk..... Apa kamu bilang,selingkuh!" marah mami menampar Noval didepan Weni,sama halnya dengan ayah mertuanya yang menampar Weni didepan nya.
Noval harap,rasa malu yang dirasakan Weni bisa hilang.
"Perempuan mana yang kamu pacari," tanya mami nya kesal.
Sementara, Weni hanya menangis menyaksikan kemarahan mami mertuanya kepada Noval,suami nya.
Bla... bla... bla.... semua omong kosong keluar dari mulut Noval.Kebohongan besar demi menjaga Weni dari kebencian maminya,seandainya dia bilang yang sebenarnya.
Hingga mami nya pergi dengan kemarahannya,menaiki anak tangga menuju kamar nya.
****
"Sekarang rencana kamu apa? Kamu mau pulang apa ikut aku kekantor." tanya Noval.
Sementara Weni masih menatap pemandangan dari dalam mobil.
Pikirannya melayang jauh entah kemana,
"Kamu gak denger,aku nanya apa?" Noval mengulangi nya.
"Pulang.Aku mau pulang aja." jawab Weni
"Semalam bukannya kamu ada janji sama orang."
"Gak jadi,keburu marah." ucap Weni membuat Noval penasaran.
"Memangnya mau kemana? Biar aku antar sekalian." kata Noval.
"Siapa yang mau kamu temui," imbuhnya.
"Siapa maksud kamu,makanya kalo orang sedang bicara jangan memotong pembicaraannya.Semalam aku bilang ada janji,belum selesai kamu udah marah aja." ujar Weni kesal.
"Aku ada janji sama mami, mau antar belanja." lanjut nya.
"Kenapa gak bilang dari tadi,tahu begitu kamu gak usah pulang. " kata Noval.
"Gak jadi besok aja, udah gak mood."
"Weni,waktu malam kita melakukan dirumah kamu,kamu sudah datang bulan belum.? " tanya Noval melenceng,atas saran Fito.
"Sudah.kenapa? " jawab Weni tanpa tahu maksud Noval.
"Yes." lirih Noval girang.
"Kenapa kamu." tanya Weni
"Gak papa, semoga aku bisa ngebuktiin ke mantan kamu itu." ujar Noval.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Terima kasih buat yang sudah baca,sorry kalo alurnya acak-acakan maklum baru belajar nulis.hebehe...