RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 71


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Noval sampai didepan pagar rumah keluarganya.Sudah sebulan ini Weni jarang mengunjungi mami mertuanya.Karna kekesalannya pada Noval,membuat dirinya menjauh dari mami mertuanya.


"Ayok." Noval membukakan pintu rumahnya.


Mereka berdua masuk,Noval menggandeng tangan Weni seolah-olah mereka sedang baik-baik saja.


Ya baik sih,hanya canggung saja karna sama-sama memilih diam.


"Halo sayang,selamat datang." sapa mami mertuanya,memeluk dan menciu. Weni.


".... " Weni membalas pelukan mertuanya,tersenyum manis.


"Nenek mana mih?" tanya Noval.


"Ada didalam,ayok Wen,mami kenalin ke nenek." ajak mami nya.


"Kak Meggy juga ada," batin Weni,sedikit malu karna baginya kak Meggy itu atasannya di kantor dulu.


"Mah,kenalkan ini istrinya Noval.Mama belum ketemu kan." kata mami mertuanya.


Weni menyalami nenek dari suaminya, lalu berganti kakeknya.


Weni memang belum mengenalnya,saat menikah mereka tak datang


"Halo sayang,cucu menantu nenek.Cantik sekali kamu." kata neneknya.


"Terima kasih nek." tersenyum pada nenek


"Ayok kita ngobrol-ngobrol diruang keluarga"


"Nenek,cuma kenal kamu dari foto." ucap nenek duduk disofa, diikuti Weni disampingnya.


"Foto nek... "


"Iya,dulu waktu Noval masih kuliah." kata neneknya


"Oh... "


"Kok baru menikah sih."


"Dulu sempat putus nek,lama banget." ucap Weni.


"Putus... tapi Noval gak pernah bilang begitu,gak pernah juga bawa cewek kerumah." timpal mami mertuanya.


"Mami gak tahu aja kali... " saut Meggy,"Tapi emang bener sih,Noval setia kok.Setiap tikungan ada, hahahha."imbuhnya tertawa.


"Jangan percaya, Meggy cuma becanda." ucap maminya.


"Iya Wen,cuma becanda.Noval gak gitu orangnya,dia kalo udah cinta mati gak bakal kelain hati." ujar Meggy,kakak ipar Noval tapi seperti kakak kandung sendiri.


"Mah,kita kedalam dulu." ajak mami mertua Weni pada nenek.


"Weni,nanti kita sambung lagi ngobrolnya kamu harus menginap disini." ujar si nenek.


"Baik nek... " jawab Weni,lalu nenek dan mertuanya masuk kekamar untuk istirahat sebelum jam makan siang.


Diruang keluarga...


"Gimana Wen,sudah ada tanda-tanda kehamilan belum?" tanya kak Meggy.


"Baru selesai datang bulan kak,"


"Sabar...eh,akhir-akhir ini Noval sering menginap disini.Katanya takut ngebangunin kamu kalo lembur malam." ujar si kakak ipar.


"Hem...ya mungkin."


"Kalian baik-baik aja kan,gak sedang ada masalah." tanya Meggy

__ADS_1


"Gak ada kak,kita baik kok." elak Weni.


"Pokoknya,kak Meggy doakan yang terbaik buat kalian berdua.Semoga cepat dapet momongan."


"Noval menolak check ke dokter kak." ucap Weni lirih.


"Lho memangnya Noval gak ngomong sama kamu?" kata Meggy kaget.


"Ngomong apaan kak?" kata Weni penasaran.


"Noval udah lama periksa ke dokter,dan dia sehat cuma butuh waktu aja.Harus sabar menunggu."


"Yang benar kak," ucap Weni tersenyum


"Ya benarlah,mami yang cerita." kata Meggy.


****


"Udah berapa bulan kandungan lu San?" tanya Weni,"Biar ketularan."seraya mengelus perut Sandra.


"Jalan empat bulan." jawab Sandra,


"Makanya jangan diem-dieman mulu,gak jadi-jadikan tuh baby." ledek Raina.


"Emangnya masih." kata Sandra.


"Ya masihlah,kalo udahan gak mungkin dia main mulu kesini." kata Raina.


"Apaan sih lu pada,eh...lu berdua tahu gak?" ucap Weni.


"Gak." jawab Raina dan Sandra barengan.


"Kakak ipar gue bilang,kalo Noval pernah chek ke dokter dan katanya sehat.Tapi kenapa gak jadi-jadi ya?" ujar Weni.


"Lu bikinnya jarang kali... hahahha." kata Raina tertawa geli.


"Inisiatif dong sayang... " timpal Sandra.


"Yang benar saja,yang ada cowok kali yang gitu." ucap Weni.


"Gak gitu juga Wen,ada baiknya kita sebagai perempuan harus mengalah juga." kata Sandra.


"Malu dong gue... " Weni.


"Sama suami sendiri kenapa harus malu," ucap Raina.


"Sini sama tante sayang." kata Weni mengambil Rasya dari gendongan Raina.Lalu,selfie.


***


Dikantor....


"Heh.... " lirih Noval saat melihat story Weni menggendong Rasya.


Bukkk.... Fito melempar berkas kedada Noval,"Ngapain lu senyam senyum sendiri,Setres lu."


"Lihat nih," nunjukin ponselnya,


"Sudah pantes istri lu gendong baby,udah cuti gih honeymoon." ledek Fito.


"Yang bener nih... bukannya masih banyak dokumen yang belum rapi?" kata Noval ngeledek


"Bener,biar Seno yang urus semua." jawab Fito,kali ini tampangnya serius menyakinkan.


"Oke,thanks banget nih.Gue cuti besok ya seminggu."


"Iya,tapi hari ini lu lembur selesaikan dulu yang belum rapi." pinta Fito.

__ADS_1


"Siap bos." jawab Noval semangat meninggalkan ruangan Fito.


**


Weni sudah berada diapartemen,dari sore tadi.Membuat masakan untuk makan malam seperti biasa.Walau hati kesal,sebagai istri tetap saja menyiapkan keperluan sang suami.


Jarum jam menunjuk pada angka sepuluh,malam sudah larut.Noval tak juga pulang,Weni berpikir mungkin dia menginap dirumah maminya seperti biasa.


Masakan yang sudah disiapkan,ditutup kembali.Weni masuk kedalam kamarnya bersiap untuk istirahat.


Setelah beberapa jam,tepatnya pukul dua belas malam Noval baru sampai dirumah.Masuk kamar dan melihat Weni yang terlelap.


Dengan sangat hati-hati,Noval membersihkan diri dikamar mandi.


Lalu,ke meja makan membuka tudung nasi.Menyantap masakan yang dibuat Weni.


Bunyi sendok dan garpu yang beradu,membuag Weni terbangun.Mengintip dari balik pintu kamarnya.


"Eh, ternyata dia pulang." batin Weni, "Kenapa gak bangunin gue." imbuhnya.


Menutup pintu kamarnya kembali,setelah melihat Noval yang bangun dari duduknya.


Merebahkan kembali tubuhnya diranjang,seraya berpikir apakah dirinya bersalah atau tidak. Membiarkan suaminya menyiapkan makan malamnya sendiri.


***


Keesokan harinya,Weni terkejut dengan adanya dua koper yang tertata rapi tepat didepan matanya.Matanya beralih pandang kesamping,tak ada Noval.


Mungkin dikamar mandi,terdengar suara kucuran air dari shower.


Lima belas menit kemudian,Noval keluar dari aktifitasnya dikamar mandi.


"Kamu mau dinas keluar?" tanya Weni.


"Gak," jawabnya.


"Itu koper mau dikemanain." tunjuk Weni.


"Aku mau ajak kamu jalan-jalan,selama seminggu." ucap Noval seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Uhuk... uhuk.... " Weni tersedak liurnya sendiri,kaget setengah mati setengah hidup.


"Kenapa? Kamu gak mau?" kata Noval.


"Kemana?" tanya Weni akhirnya.


"Kemana aja yang kamu mau,lagian aku belum beli tiket." ujar Noval berjongkok di hadapan Weni.Masih dengan boxernya,dan bertelanjang dada.


Kembali Weni menelan salivanya menatap dada bidang Noval.


"Hey... kamu kenapa sih." kata Noval membuyarkan pikiran kotor Weni.


"Gak... gak papa." jawab Weni terbata-bata.


"Siap-siap sana," Noval mengacak-acak rambut Weni.


"Dia kenapa?" batin Weni,"Kayak ada yang aneh,bukannya kemaren gue masih diem-dieman sama dia."imbuhnya masih dalam hati.


*


*


*


*


*

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2