RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 74


__ADS_3

Sore menjelang malam,Noval masih bermalas-malasan dikamar.Sementara Weni membantu mama nya didapur,menyiapkan masakan untuk makan malam.


"Noval sedang ngapain Wen?" tanya mama nya seraya memotong ayam.


"Tidur mungkin mah." jawab Weni membantu memotong sayuran.


"Kalian ada apa?" tanya mama nya menginterogasi.


"Ada apa maksud mama."


"Sepertinya kalian sedang bertengkar." ujar mamanya


"Biasalah mah,namanya juga rumah tangga masa mau adem terus." kata Weni melanjutkan kerjaannya."Ini mau dimasak apa mah."imbuhnya bertanya pada mamanya.


"Terserah kamu saja,kamu masak kan setiap hari." ucap mamanya.


"Masak," jawab Weni,"Tapi gak pernah dimakan."batinnya lagi.


Satu jam akhirnya selesai juga Weni membantu mamahnya.Segera dia masuk kedalam kamar,membersihkan tubuhnya yang bau aroma dapur.


Terlihat Noval sedang asyik main ponsel.Sesekali senyum-senyum dia,membuat curiga hati Weni.


"Noval,kamu sudah mandi." tanya Weni.


".... " menganggukan kepalanya tanpa melihat wajah Weni.


"Kamu sedang ngapain sih." ucap Weni ketus.


"Chat sama Diana." jawab Noval asal,ingin membuat Weni cemburu.


"Oh... lanjutin deh." kata Weni kesal masuk kekamar mandi dan membanting pintu.


"Tuh bener kan,baru gue bohongin aja udah marah seperti itu,gimana kalo gue beneran.Bisa-bisa minta pisah kali." gumam Noval senyum.


***


"Silahkan nak Noval,makan yang banyak.Ini semua yang masak Weni." ujar mama mertuanya.


"Terima kasih mah,masakan Weni memang enak sekali." jawab Noval sedikit menggoda Weni.


"Biasa saja." ucap Weni masih dengan nada suara kesal.


Noval makin senang,saat melihat kecemburuan diwajah Weni.


"Mah,ditaman depan kalo pagi masih ada bubur langganan Weni gak?" tanya Weni.


"Masih,kenapa memangnya."


"Weni kangen,makan disana.Mama ingat gak,Bayu sering bawain buat sarapan." ucap Weni tanpa sadar,nyerocos terus.


"Uhuk... uhuk... " mama nya tersedak seketika saat Weni menyebut nama Bayu.


"Pelan-pelan dong mah,emangnya ada yang minta apa." ujar Weni tertawa.


Menaruh sendok garpunya diatas piring, "Noval permisi mah,sudah selesai."


Lalu beranjak dari duduknya,dan masuk kekamar.


"Weni,kalo ngomong itu lihat-lihat."


"Maksud mama apaan."


"Kamu gak lihat wajah suami mu itu,waktu kamu sebut nama Bayu." kata ayahnya nimbrung.

__ADS_1


"Haduh... kacau ini." Weni menepuk jidatnya menyadari nya.


"Kalo begitu Weni masuk kamar dulu mah," pamit Weni.


***


"Ehem... ehem... " Weni berdehem sengaja menarik perhatian Noval.


"Besok jalan-jalan ke taman ya,kamu kan baru pertama datang kemari." ucap Weni duduk disamping Noval yang sedang rebahan.


".... " Gak ada jawaban,asyik dengan ponselnya.


"Noval...aku sedang berbicara sama kamu." kata Weni berbaring memunggungi Noval.


"Aku capek bertengkar terus sama kamu," imbuhnya.


"Dari awal menikah kita baik-baik aja,tapi setelah aku mengharapkan baby kamu semakin aneh sikapnya." lanjutnya.


"Sebenarnya dimana salahku?"


"Gak ada," jawab Noval enteng.


"Terus... kenapa sikap kamu berubah,seperti orang asing."


"Kamu yang berubah,aku sama sekali gak merasa berubah,udah malam tidur." katanya.


".... " gak sadar Weni menitikkan air matanya dipipi.


***


Pagi hari,udara begitu sejuk kabut tipis masih menyelimuti sebagian wilayah di sekitar tempat tinggal Weni.


Dengan kedua telapak tangannya,Weni mengucek matanya.Menyadari tak ada Noval disampingnya.


"Kemana dia pagi-pagi begini." gumamnya seraya bangun dan masuk kekamar mandi.


Sementara,Noval sedang menikmati secangkir kopi dengan ayah mertuanya dibelakang rumah.


"Gimana nak Noval,apa senang berkunjung kerumah ayah." ucap ayah mertuanya.


"Udara disini sejuk," jawab Noval meneguk kopi buatan mertuanya.


"Cuma itu saja..."


"Saya beruntung menikah dengan Weni tentunya,cantik,masakannya enak,"jawab Noval asal.


"Em... maaf nih nak Noval,apa kalian sedang ada masalah?" tanya ayahnya gak enak hati.


"Gak ada yah,biasalah Weni itu cemburunya terlalu besar." jawab Noval senyum.


"Oh... ayah sudah berpikir yang tidak-tidak."


"Gak papa yah,wajar kalo ayah khawatir sama kami." ucap Noval meneguk kopi lagi.


"Em... kamu masih ingat nama laki-laki yang Weni ucap waktu makan malam." tanya ayah mertuanya tiba-tiba.


"Bayu,mantan pacarnya Weni,yah.Memangnya kenapa?"


"Anak ini sebenarnya cukup baik,hanya saja ayah benci sekali sama dia." kata mertuanya kesal menahan emosi.


"Apa Noval boleh tahu kenapa,ayah membencinya." tanya Noval sedikit ragu.


"Maaf nak Noval,kalo ayah cerita apa nak Noval akan baik-baik saja." ucapnya.

__ADS_1


"Tentu saja ayah,cerita saja Noval gak papa."


"Ayah benci sekali sama dia,dulu Bayu itu pernah melamar Weni.Dan lamarannya pun kami terima,Weni sangat bahagia.Tapi setelah hari pernikahan sudah ditetapkan,Weni di tinggal begitu saja.Dia menikah dengan perempuan kaya raya." cerita ayahnya.


"Oh.. jadi Weni sempat mau nikah." batin Noval.


"Weni sangat terpukul tentunya,akhirnya dia memutuskan kuliah dan bekerja dikota.Dan sama sekali gak pernah pulang,mungkin malu.Pernah pulang setelah lulus kuliah." lanjut ayah mertuanya.


"Sekarang si Bayu ini terus menanyakan Weni pada ayah atau ibu." ujarnya


"Maksudnya dia apa yah,?"


"Ayah juga gak tahu,mungkin pengen balikan lagi karna nyesal.Istrinya meninggal saat melahirkan,makanya dia nanya-nanya Weni terus berharap dia bisa jadi ibu sambung buat anaknya." ujar ayahnya menebak isi otak Bayu.


"Menurut ayah,Weni mau gak kalo diajak balikan." tanya Noval sambil tertawa.


"Ya gak lah,nak Noval ini becanda saja.Ayah juga gak bakal Terima dia." jawab ayahnya.


"Ya sudah yah, kopi Noval sudah habis jadi Noval balik kekamar dulu." pamit Noval.


***


Dikamar...


"Yang bener lu." kata Weni pada kedua sahabatnya saat melakukan video call.


"Coba aja lu ngaca." kata Sandra.


"Sebentar." Weni mengambil cermin dan benar saja melihat matanya yang sembab habis menangis semalam


"Berantem mulu... kapan bikin anaknya." teriak Raina.


"Gila lu..setelah lu punya anak gue perhatiin lu jadi gila,ngomong gak pernah diayak." sarkas Weni.


"Eh,udah dulu ya.Tuh,suami lu udah nungguin." sambung Sandra nunjuk ke belakang Weni.


Weni menoleh kebelakang,"Oke,nanti kita sambung lagi ya."katanya menutup videocall dengan sahabatnya.


Noval mendekat,"Mata mu kenapa?"


"Gak usah sok perhatian." jawab Weni kesal.


"Siapa yang sok... " Noval memegang pipi Weni,"Eh, ada salam dari Bayu."ledek Noval.


"Uhuk... uhuk.... "


"Kenapa? sampai keselak ludah begitu." Noval makin ngeledek Weni.


Dari gelagatnya,Weni salah tingkah didepan Noval.


"Cemburu." hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.


"Siapa yang cemburu? lagian dibohongin mau aja." imbuh Noval ketawa masuk kamar mandi.


"Noval...!! b****sek kamu." kesal Weni mengejar Noval sampai depan pintu kamar mandi.


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2