
Sebulan setelah pernikahan Weni dan Noval,kini giliran Sandra.Pagi ini,tepat pukul sembilan keluarga Bery sudah berada di kediaman keluarga Sandra.
Menunggu Sandra yang sedang bersiap,didalam kamarnya sedang dirias oleh penata rias.
"Ternyata kak Sandra cantik juga." ucap Sania menatap Sandra lewat pantulan di cermin.
"Kemana aja kamu,baru sadar kalo punya kakak cantik." jawab Sandra tersenyum.
Pintu kamar diketuk pelan,"Sudah siap belum,keluarga Bery sudah menunggu."kata ibunya dari balik pintu,nongol kepalanya.
"Sebentar lagi bu," kata Sania.
"Oke,jangan lama-lama ya." ucap ibunya seraya menutup kembali pintu kamar Sandra.
Selang beberapa menit,Sandra keluar dari kamarnya.Mengenakan gaun berwarna putih tulang,dengan tatanan rambut modern.Sungguh sangat cantik menawan.Sampai Bery tak berkedip memandangi Sandra yang sedang berjalan dan duduk berhadapan dengannya.
"Bery,jangan bengong." bisik ibunya seraya mencubit pinggang Bery.
"Auw... sakit bu." kata Bery menahan sakitnya.
"Lagian kamu bengong terus.Acara sudah dimulai,dengarkan." kata ibunya lagi.
Sambutan dari perwakilan kedua keluarga lancar,lamaran dari Bery pun diterima keluarga Sandra.Dari pihak keluarganya,menentukan tanggal pernikahan Sandra dan Bery sebulan setelah lamaran hari ini.
Acara diakhiri dengan doa dari pihak Sandra.Keluarga dan tamu undangan menikmati jamuan yang disiapkan keluarga Sandra.
"Akhirnya...nikah juga lu." ledek Weni.
"Tapi sayang....gak ada malam pertama lagi." saut Raina seraya ketawa.
"Huh... gak papa,yang penting tanggung jawabnya." kata Sandra meneguk segelas air putih.
Tiba-tiba Sania menghampiri Sandra dan kedua sahabat nya."Kak,dipanggil ayah.Keluarga kak Bery mau pamit."
"Oh... " jawab Sandra beranjak dari duduknya,"Bentar ya,gue antar camer dulu."imbuhnya berjalan mengikuti langkah Sania.
****
Rasa kantuk menghantui mata Sandra,seharian lelah dengan acara lamarannya.Sandra merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menatap langit-langit kamarnya.Mencubit kedua pipinya,ternyata bukan mimpi.
Tok... tok... tok...
Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Sandra dengan pelan,lalu membukanya setelah Sandra mempersilahkannya.
"Non,dipanggil tuan." ucap si pelayan.
"Makasih mbak." jawab Sandra beranjak dari kasur.Lalu keluar kamar menemui ayahnya dan anggota keluarganya yang lain.
"Ada apa,ayah?" tanya Sandra duduk disofa bersebelahan dengan Sandi.menyandarkan kepalanya dibahu Sandi.
"Capek banget ya kak." kata Sandi mengelus kepala kakaknya dengan lembut.
"Ho,oh." jawab Sandra singkat.
"Sandra,ayah mau bicara serius sama kamu." ucap ayahnya.
"Bicara aja,Sandra dengerin." jawab Sandra.
__ADS_1
"Setelah menikah,kamu mau tinggal dimana?"
"Yang jelas ikut Bery lah,yah." ucap Sandra.
"Terus apa kamu masih mau kerja." lanjut ayahnya.
"Gak tahu,tergantung suami Sandra dong.Memangnya kenapa?" tanya Sandra balik.
"Oh... bagaimana kalo Bery yang pegang kendali rumah sakit,gantiin kamu." saran ayahnya.
"Kayaknya Bery gak mau,dia gak mau aji mumpung." kata Sandra menekankan kata aji mumpung.
"Lho memangnya kenapa,kan dia menantu ayah."
"Pemikiran orang itu beda ayah," jelas Sandra."Nanti saja kita pikirkan,lagian nikahnya juga masih sebulan lagi."imbuh Sandra.
"Kamu pikirkan lagi ucapan ayah." kata ayahnya meninggalkan Sandra,masuk kekamarnya.karna hari sudah larut malam.
****
Mentari pagi tak menampakkan diri,langit saat ini gelap gulita.Mendung,disertai gerimis.Ciaca yang sangat mendukung untuk menarik kembali selimut dan memejamkan mata kembali.
Drrttt... drrttt....
Baru menarik selimut,ponsel yang berada diatas nakas bergetar. Ingin sekali Sandra mengabaikannya,dan membiarkannya terus bergetar.
Selang tiga menit,ponsel kembali bergetar.Sandra menyautnya dengan mata tertutup,tangannya meraba-raba mencari asal dari getaran ponselnya.
"Halo... " jawab Sandra menempelkan ponsel ditelinganua dengan mata yang masih tertutup.
"Nanti agak siangan,aku capek banget ngantuk juga." ucap Sandra.
"Oh...mau aku jemput sekalian,aku udah mau jalan ini." kata Bery
"Gak usah,aku berangkat siang aja." kata Sandra menolak tawaran Bery.
"Aku mau tidur lagi,aku tutup ya." imbuh Sandra seraya menutup panggilan dari Bery.
"Yey... malah ditutup belum selesai ngomong." gerutu Bery.
***
Dirumah sakit...
"Selamat dokter Bery,gak nyangka dokter Bery bisa menggaet anak pemilik rumah sakit ini." ucap seorang dokter.
"Terima kasih,itu keberuntungan saya mungkin." jawab Bery.
Ucapan demi ucapan datang kepada dokter Bery,dari para dokter maupun perawat bahkan pasien yang mengenalnya pun memberi selamat.
"Saya senang mendengar kabar dokter Bery dan ibu Sandra." ucap Dea,perawat yang dekat dengan Sandra.
"Terima kasih Dea... " jawab Bery."Saya keruangan dulu ya,tolong atur jadwal saya."imbuhnya.
Siang hari,tepat pukul duabelas waktunya istirahat Sandra baru kelihatan batang hidungnya.Beredar dilorong rumah sakit,berjalan menuju ruangannya.
Setiap dokter dan perawat yang berpas-pasan dengannya,menundukkan kepalanya memberi hormat.
__ADS_1
"Selamat siang bu... "
"Selamat siang bu... "
"Selamat siang bu... "
Ucapan salam dari staf rumah sakit untuknya,tak ada henti-hentinya.
Sampai Sandra hanya membalas dengan senyumannya yang manis.
Sandra menjatuhkan bokongnya dikursi kebesarannya diruang pimpinan rumah sakit. Menyadarkan kepalanya pada sandaran kursinya.
Setelah itu,membuka benda tipis yang ada dimejanya.Mengutak-atik benda itu dan mulai bekerja membaca berkas didalam benda yang dinamakan laptop itu.
Tok... tok... (ketukan pintu begitu lirih terdengar)
"Masuk... " Ucap Sandra dari dalam ruangannya.
ceklek.. (suara pintu dibuka)
"Baru datang kamu?" tanya Bery langsung duduk dihadapan Sandra.
"Hmm... kenapa?" tanya Sandra balik.
"Udah makan siang, aku belikan kopi americano kesukaan kamu." kata Bery menaruh segelas kopi di samping Sandra.
"Makasih ya... "
Sandra memang begitu,gak bisa romantis dengan pasangannya.Menjawab pertanyaan Bery aja,sekenanya gak ada manja manjanya sama sekali.Gak seperti pasangan lain.
****
Setelah Bery memberi kopi pada Sandra,dia menemui Weni dan Raina si cafe sebelah rumah sakit.Bery meminta kedua sahabat Sandra menemuinya.
"Ada apaan lu nyuruh kita dateng." tanya Weni to the point.
"Gak ada papa sih,gue cuma mau nanya.Kok gue ngerasa,kalo Sandra gak seneng ya sama perhatian gue." ucap Bery meneguk segelas jus yang dipesan Raina untuknya.
"Kalian ini tinggal menghitung hari aja,menikah.Lu jangan bikin masalah." kata Raina.
"Bukan begitu Rain,tapi gue perhatiin dia cuek banget kalo ketemu gue." kata Bery lagi.
"Dia orangnya memang begitu,gak ada mesra-mesranya apalagi manja sama pasangannya.Apalagi dirumah sakit,mungkin dia gak enak sama staf nya." ujar Raina membela Sandra,karna sudah lama juga Raina mengenal Sandra.
"Semoga aja ya,tapi staf rumah sakit sudah tahu kalo kita mau nikah." gerutu Bery.
"Udah gak usah banyak pikiran lu.Mulai aja persiapan pernikahan lu." kata Weni.
*
*
*
*
*
__ADS_1