RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 81


__ADS_3

Weni datang kerumah sakit ditemani Noval,menunggu antrian untuk periksa kandungannya.


"Kenapa harus dirumah sakit ini."bisik Noval.


"Kenapa memangnya,ini rumah sakit milik Sandra."jawab Weni


"Malu,kalo dokternya Sari."ucap Noval.


"Bukannya dokter Sari sudah gak bekerja lagi,kamu lupa."kata Weni,"Udahlah,kamu kekantor aja kalo berisik begini."imbuhnya kesal.


Sementara Noval masih gelisah,entah apa yang sedang dirasakannya.


"Hai,Wen."sapa Sandra saat melihat Weni duduk menunggu antrian.


"Hei Sandra."peluk Weni.


"Hai,Noval."sapa Sandra juga,"Gue tinggal dulu ya,kalo ada yang perlu dibantu bilang aja."imbuhnya


"Oke,thanks ya."kata Weni.


Selama menunggu antrian,Noval mondar-mandir gelisah.


Dia takut kalo Weni marah,kemarin dia kesini dengan Diana.


"Kamu kenapa sih, mondar-mandir mulu."sarkas Weni beranjak dari duduknya setelah suster memanggil namanya.


"Silahkan masuk."kata dokter dari dalam ruangan.


"Selamat pagi menjelang siang dok."ucap Weni senyum.


"Sepertinya sudah siang ya Bu?ada yang bisa saya bantu."jawab dokter.


"Begini dok,apa alat ini akurat.?"kata Weni mengeluarkan alat tespack dari dalam tasnya.


"Mari saya periksa,silahkan ibu berbaring di sana."katanya berjalan ke ranjang.Weni pun merebahkan tubuhnya,lalu dokter memeriksa perut Weni dan melakukan USG.


"Benar ini Bu,lihat janin ibu masih sebesar biji kacang hijau,selamat ya bu."ujar dokter.


"Jadi saya benar-benar hamil kan dok."ucap Weni.


"Iya Bu,mari duduk kembali."


"Saya berikan vitamin saja,makan yang banyak dan bergizi ya Bu.Selamat buat ibu dan bapak."ucap dokter.


"Terima kasih dok."kata Weni berbarengan dengan Noval


"Eh,bukannya bapak kemarin kesini?Kalo ini istri bapak,yang kemarin?"dokterpun jadi bingung.apalagi Weni


"Itu karyawan saya dok,kebetulan pas lewat sini."jawab Noval sedikit gugup.


"Kalo begitu saya permisi dok."pamit Weni.


****


"Siapa yang kemarin kamu Anter."tanya Weni


"Diana."jawab Noval singkat


"Diana?"


"Iya,dia sakit perut tapi gak hamil."kata Noval


"Haduh...senang sekali punya atasan seperti kamu."ledek Weni.


"....."hanya diam menatap wajah Weni yang cemberut.

__ADS_1


"Anter aku ke rumah Raina."ucap Weni


"Kok ke Raina,dokter bilang kan istirahat."


"Dokter gak ada bilang begitu,aku bosen dirumah sendiri "kata Weni


"Kan ada aku yang nemenin,"ucap Noval masih fokus mengemudikan mobilnya,"Aku ambil cuti hari ini lho."imbuhnya


"Ada kamu malah makin bosen plus kesel aku."gumam Weni.


"Atau kita belanja aja,tadi aku buka lemari pendingin kosong gak ada stok."kata Noval.


"Oh,ya udah."kata Weni,"aku tidur dulu ya,ngantuk banget."lanjutnya


"Oke,Bu bos."jawab Noval semangat,dia tahu betul kalo ibu hamil bawaannya ngantuk.


***


Noval sedang memilih-milih apa saja yang diperlukan ibu hamil,mulai dari susunya.Sementara Weni berada di bagian buah,memilih Buah dan sayuran.


"Tante .."teriak anak kecil dari bagian es krim.


"Eh,Chacha sama siapa sayang?"tanya Weni


"Papi,Tante."jawabnya lalu papi nya menghampiri Weni.


"Dengan siapa kamu Wen "tanyanya


"Noval bang,"jawab Weni singkat,


"Bisa-bisanya jam kerja Abang belanja begini."timpal Noval dari belakang Weni seraya memandangi Weni.


"Jemput Chacha,terus dia minta es krim.Memangnya gak boleh gue kesini."kata abangnya


"Elu kenapa sih,kalo ketemu gue bawaannya kesel terus Jangan-jangan bawaan orok."ledek abangnya


"Udah,udah sana pulang."usir Noval


"Iya,iya,gue balik dulu.Da..da...Weni,sampai ketemu lagi "pamit Abang iparnya pada Weni.


"Kamu itu,kalo ketemu Abang matanya gak berkedip sama sekali,suka?"ujar Noval kesal


"Kenapa,cemburu?sama abangnya sendiri,gak pantes kali."kata Weni ketus


"Kamu yang aneh kalo lihat Abang,bisa-bisa kak Meggy juga curiga sama kamu."


"Ngaco."kata Weni melanjutkan belanjanya.


***


Dirumah,Weni membereskan belanjaan memilih-milih mana yang dimasukan kulkas dan mana yang masuk laci.


Sesaat berhenti,mengingat kembali ucapan mami mertuanya.Sampai saat ini,Weni belum memberitahu kedua orangtuanya tentang kehamilannya.Rasa malu selalu menghampirinya,rasa bersalahnya membuat malu keduanya didepan Noval.


Huft....Weni membuang napas panjangnya,kembali merapikan dapur kecilnya.


"Weni...."panggil Noval saat istrinya masuk kekamar.


"...."tanpa membalasnya hanya membalikkan badannya ketika akan membuka handle pintu kamar mandi


"Kamu sudah memberi tahu orang tua kamu kabar baik kita."tanya Noval.


"Emm....belum,nanti saja."jawab Weni


"Kok nanti saja,sini kita video call mereka."ucap Noval seraya menepuk-nepuk ranjang supaya Weni duduk disebelahnya.Noval sedang bersandar di ranjangnya.

__ADS_1


"Nanti saja,aku sudah kebelet pengin pipis ."elaknya menghindar.


Alhasil,Noval menghubungi mertuanya sendiri.


Mendial nomer ibu mertuanya,menunggunya dan akhirnya mereka mengangkat sambungan dari Noval.


"Halo,ibu ayah.Apa kabar kalian?"ucap Noval saat sambungan teleponnya tersambung.


"Kabar baik nak Noval,kalian bagaimana disana."tanya balik ibu mertuanya.


"Kita baik,sehat dan sedang bahagia Bu."kata Noval penuh semangat.


"Syukurlah kalo begitu,"ujar ibu dan ayah mertuanya.


"Eh,ngomong-ngomong dimana Weni nak Noval."tanya ayah mertuanya,sedari tadi mendengarkan obrolan menantun dengan istrinya,ponsel dimode kan dengan loud speaker.


"Oh Weni sedang dikamar mandi ayah Sebentar lagi juga keluar."jawab Noval,dan benar saja Weni keluar dari kamar mandi.Noval mengganti panggilannya ke mode video call.


"Weni ..."panggil ibunya didalam video.


"Ibu...apa kabar."sapa Weni duduk disebelah Noval.


"Kemana saja kamu,sejak pulang gak pernah ada kabar sama sekali.Apa kamu malu,merasa bersalah."ujar ibunya tanpa malu pada Noval.


"Gak Bu,Weni sibuk."


"Sibuk ngapain kamu."kata ibunya kesal terlihat jelas diwajahnya.


"Weni akhir-akhir ini malas banget bergerak bu,maunya tidur,rebahan begitu saja tiap hari Bu."ujar Weni.


"Maklum saja Bu,Weni sedang hamil Bu."timpal Noval bahagia


"Apa!!!!!"sahut ibu dan ayah mertuanya bersamaan


"Iya Bu,tadi Noval pengen kasih kabar bahagia ini."kata Noval


"Ya ampun...Weni,kenapa gak bilang-bilang."ibunya malah ngomel.


"Weni lupa Bu,udah dulu ya Weni laper."kata Weni pamit meninggalkan obrolannya dengan ibunya.


Sementara Noval merasa bingung dengan Weni,


"Kalo begitu Noval juga pamit Bu."kata Noval mengakhiri panggilannya.


***


"Kamu kenapa sama orang tua kok begitu."tanya Noval menghampiri Weni didapur.


"Kenapa sama aku memangnya."jawab Weni seraya mengaduk susu digelasnya.


"Gak sopan begitu ngomongnya."ucap Noval


"Aku juga gak tahu,males aja berdebat sama ibu.Kamu lihat sendiri tadi,"


"Tapi gak begitu ...."ucapan Noval terpotong dengan Weni yang melotot.


"Jangan bikin masalah,Karna kalo aku sudah marah semua unek-unek dihari aku bakal meledak semua."sarkas Weni pada Noval


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2