
Dari semua perempuan yang dipacari Noval,mungkin cuma Lusi yang membuat Weni begitu sangat cemburu.Mungkin saja perubahan dari hormonnya, karna saat ini sedang hamil.
"Wen... Wen... ayo makan, mami sudah menunggu." Noval mencoba membangunkan Weni seraya menggoyang-goyangkan tubuh Weni.
"Aku gak lapar. " jawab Weni ketus.
"Kamu gak lapar tapi baby kita gimana?" tanya Noval.
".... " gak menjawab memejamkan kembali matanya.
"Oke, terserah kamu aja." ucap Noval pergi meninggalkan Weni dikamar.
Melangkahkan kakinya menuju meja makan, dusun dan mulai mengambil makannya.
"Mana Weni?" tanya maminya.
"Tidur, katanya gak lapar." jawab Noval dengan entengnya.
"Ya jelas gak lapar, udah kenyang lihat suaminya dengan mantan pacarnya."
"Mami gak usah deh nyalain kompor... " kata Noval.
"Eh... ini masakan Weni bik... " imbuhnya.
"Iya tuan."
"Enak banget, lezat pas dilidah."
"Ya memang enak tuan, salah sendiri tuan gak pernah makan malam dirumah." sindir bik Rima.
"Hahahaha.... " Tiba-tiba maminya tertawa kenceng sekali sampai membangunkan Weni.
"Em... ada apa,mami ketawa keras sekali." ujar Weni mendekat.
"Hahha... ini Wen, suamimu baru tahu kalo masakanmu enak, eh... dia dikatain sama bik Rima." ujar mami mertuanya masih tertawa.
"Noval udah biasa makan diluar mih, pemandangan didepannya lebih indah... sekali, cantik," kata Weni nyindir juga.
"Kamu ngomong apaan sih." ucap Noval
"Ayo Wen.. makan,gak usah hiraukan suamimu." ujar mami mertuanya.
****
Kandungan Weni sudah memasuki bulan kedelapan,hari ini jadwal untuk memeriksa kandungannya.Kali ini Noval yang mengantar ke rumah sakit,biasanya dia datang dengan bik Rima atau sendiri.Saking sibuknya Noval.
Entah ada angin apa,dengan semangatnya Noval mengantarnya.Selama perjalanan kerumah sakit, Weni berkali-kali memandangi wajah suaminya.Antara senang dan bingung, heran sama sikap suaminya.
"Kenapa? ada yang salah." ucap Noval saat menyadari dirinya terus dipandang istrinya.
"Aneh,biasanya kamu sibuk kalo tiba saatnya aku periksa kandungan." ujar Weni menyenderkan kepalanya dibangku mobil.
"Itu waktu masih ada Diana, aku takut suami Diana mengintai kamu." kata Noval.
"Tapi buktinya, Diana tetap menculik dan menyakiti aku." lirih Weni
"Ya itu salah aku, sepertinya akan panjang kalo kita bahas masalah yang sudah lewat." kata Noval tak mau berdebat dengan Weni.
__ADS_1
"Kalo kita bahas masalah yang akan datang, gimana?" tanya Weni membuat Noval menelan salivanya.
"Maksud kamu apa?"
"Masalah jika kamu merahasiakan pertemuan kamu dengan mantan kamu yang namanya Lusi. Dan aku mengetahuinya dari orang lain." kata Weni kesal.
"Weni,kecemburuan kamu berlebihan.Iya aku tahu, kamu sedang hamil mungkin hormon dalam tubuh kamu berubah-ubah.Tapi kalo kamu selalu mengaitkan setiap perempuan yang dekat atau ketemu sama aku,bakalan terjadi perselingkuhan kamu keterlaluan." kata Noval belum selesai Weni melototinya.
"Stop." sarkas Weni.
"Ya memang benar kan,kamu selalu berpikiran kalo aku selingkuh atau main perempuan.Kalo kamu selalu mencurigai aku,Lama-lama aku juga capek, males.Dan mungkin aku bakal selingkuh beneran." kali ini Noval meninggikan nada bicaranya,
"Oh, begitu... silahkan buktikan.Dari dulu sampai sekarang kamu gak pernah bisa berubah." Weni menitikkan air matanya,yah... namanya sedang hamil gampang marah, sedih, bahagia.
"Huft.... " Noval menghela napas panjang, tak mau melanjutkan perdebatan dengan istrinya, kembali melajukan mobilnya setelah lampu lalu lintas berwarna hijau.
"Kalo tahu begini, aku lebih suka jalan sendiri." gumam Weni.
***
"Aku pulang sendiri." kata Weni setelah selesai memeriksakan kandungannya.
"Kenapa, aku udah disini." jawab Noval
"Aku mau mampir ketemu Raina." kata Weni lagi.
"Aku antar kamu." tanpa menunggu jawaban Weni,Noval menggandeng dan menarik tangan Weni menuju mobil.
Weni pasrah,tak mau berdebat dengan Noval.
"Huft... " Noval menghela napasnya seraya melirik Weni.
"Apa hanya aku saja yang mengalami hari-hari kelabu saat istri Hamil." gumam Noval masih fokus dengan kemudi nya.
"Aku dengar apa yang kamu ucapkan." kata Weni masih dengan mata yang tertutup.
"Waduh... bakal kena marah nih gue." batin Noval.
"Makanya jadi laki-laki jangan keganjenan,gak usah merasa paling segalanya." lanjut Weni.
Sementara Noval sedikit takut dengan ucapan Weni yang tiba-tiba.
"Laki-laki itu kalo mau jadi seorang ayah, dia harus siap siaga.Bukan malah mengurusi mantan-mantannya." ujar Weni.
"Terserah kamu aja,aku dengerin semua." kata yang terlontar dari mulut Noval mengisyaratkan bahwa dia pasrah,dengan semua yang diucapkan Weni.
"Males." sarkas Weni.
"Sudah sampai." Noval menghentikan laju mobilnya,"Aku langsung kekantor, kamu mau dijemput atau gimana."imbuhnya
"Naik taxi aja, males lihat wajah kamu. ngapain kamu jemput segala."
"Kan kamu sendiri yang bilang, jadi laki-laki yang mau jadi ayah itu harus siaga."
"Itu buat suami-suami diluar sana yang memang care sama istrinya.Gak kayak kamu,penyakitan.Bentar sembuh,bentar kumat."membuka pintu mobil dan berjalan.
***
__ADS_1
" Sepertinya lu emang berlebihan Wen."ujar Raina
"Maksud lu,wajar dong kalo gue curiga. Ngapain coba dia nemuin mantannya diam-diam." kata Weni sedikit ngegas.
"Kali aja dia gak mau lu marah atau menjaga perasaan lu."
"Kebanyakan mantan." gerutu Weni.
"Wen,denger gue.Kalo lu seperti ini terus, nanti bisa-bisa anak lu sifatnya kaya Noval." ketawa
"Dia bapaknya." jawab Weni kesal.
"Yang gue tahu sih, Noval cuma punya 2 mantan pacar. kalo yang lu cerita, Lusi gue baru tahu."
"Kata bibik,mantan waktu SMA."
"Oh... mantan terindah dong." ledek Raina.
"Ya mungkin, jadi ketemunya diem-diem." jawab Weni kesal.
"Udahlah.. kita kesini kan mo makan ngapain ngomongin suami lu.Biarin aja ikuti alurnya, lu lagi hamil jangan banyak pikiran." kata Raina.
"Hem... "
****
Deg... jantung berasa mau berhenti berdetak, saat membuka pintu rumah. Ternyata ada tamu yang tak lain adalah Lusi. Weni berusaha tersenyum,menghormati.
"Eh, sayang kenapa baru pulang, jam berapa ini.? tanya Noval, tumben banget begitu.
" Ngobrolnya lama, maaf."jawab Weni sekenanya, "Em, maaf saya masuk dulu sudah bau keringat, mau bersih-bersih dulu." imbuh Weni pamit dengan Lusi.
"Silahkan." kata Lusi.
Sembari bergumam Weni berjalan menuju kamarnya,"ngapain coba dia kemari,mau main terang-terangin gitu."celotehnya didalam kamar mandi.
"Sudi amat gue nemenin dia,ih... " masih ngoceh sendiri seraya berendam.
"Mending gue lama-lamain mandinya,males gue."
Tok... tok...
"Wen,apa kamu masih lama didalam." teriak Noval dari balik pintu kamar mandi.
"Masih,aku lagi berendam." jawab Weni
"Buruan dong,aku juga mau mandi.Kalo gak buka pintunya." kata Noval lagi.
"Gak mau,kamu mandi aja dikamar sebelah." teriak Weni.
*
*
*
*
__ADS_1