RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 99


__ADS_3

"Siapa Wen... kok cemberut begitu."


"Noval, tiba-tiba aja mau jemput." ujar Weni.


"Oh... dia sudah pulang." kata Raina.


"Mungkin, gue kan gak tahu."


"Apa dia minta maaf?" tanya Sandra.


"Gak pernah ada kata maaf kalo gue berantem sama dia.Tahu, tahu... baikan." ucap Weni.


Selang lima belas menit,ada seorang laki-laki menghampiri meja yang Raina dan kedua sahabatnya tempati.


"Hai,kak Weni,kak Raina." ucap si laki-laki yang cukup imut seraya melambaikan tangannya.


"Hai... " jawab Raina dan juga Weni berbarengan.


"Masih ingat saya gak? " tanyanya.


".... " sambil memikirkan. Raina dan Weni saling bertatapan.


"Em.... boleh duduk gak?" ujar si laki-laki itu.


"Boleh,boleh, silahkan." ucap Sandra, dan laki-laki itu pun duduk.Seraya senyum.


Dari kejauhan tepatnya arah pintu masuk,ternyata Noval sedang memperhatikan meja Weni.


"Siapa dia,mereka bertiga kelihatan akrab." pikirnya,melihat Weni dan Raina tertawa.


Ternyata laki-laki imut itu adik kelasnya saat dikampus.


"Ehem... " Noval


"Hai Noval, sudah dateng." sapa Sandra.


".... " menatap laki-laki yang bernama Rizky dari ujung kepala hingga kaki,membuat Weni tak enak hati.


"Sepertinya suami lu cemburu." kata Raina pada Weni melalui telepati nya.


"Sepertinya begitu." jawab Weni seakan-akan tahu apa yang dikatakan Raina lewat isyaratnya.


"Oiya,sorry ya buat semua sepertinya gue balik duluan, mau jemput baby eL." pamit Weni beranjak dari duduknya.


"Kamu gak ngenalin aku sama laki-laki ini." ucap Noval lantang.


"Hem... gak perlu,kamu juga gak kenal kalo aku kenalin." jawab Weni sedikit kesal,menarik lengan Noval.


"Gue jalan dulu ya." pamit Weni lagi.


"Noval itu cemburunya gede banget." ujar Raina.


"Memangnya dia siapa?" tanya Rizky.


"Suaminya Weni."


"Oh... pacarnya yang dulu selingkuh,bareng sahabatnya." ujar Rizky, "Pantes aja seperti gak asing tampangnya.Saya pikir hubungan mereka sudah berhenti sejak kejadian itu."


"Eh... eh... jangan bilang lu masih ngarep sama Weni ya." ledek Raina.


"Ya gak lah,kak Raina ada-ada aja,memangnya saya gak laku apa."


"Ya kali,lu balik mau mencari cinta yang hilang." Raina masih ngeledek Rizky,yang dulu sempet jatuh hati pada Weni.

__ADS_1


"Terus gimana kabar sahabatnya yang namanya Fito." tanya Rizky.


"Dia menikah sama perempuan cantik,perempuan yang paling dia cintai." ujar Raina.


"Siapa? Wulan? " kata Rizky penasaran.


"Hahahhaha... "tiba-tiba Sandra tertawa."eh,anak muda laki-laki yang bernama Fito itu menikah sama perempuan yang ada dihadapan mu sekarang." ujar nya.


"What!!! " kaget setengah mati setengah hidup."Saya gak salah dengar bu Sandra."imbuhnya.


"Eits... sebentar.Lu berdua udah saling kenal?" ujar Raina.


"Dia itu pernah lihat foto kita bertiga diruangan gue.Terus nanya-nanya dia, terus sekarang gue ajakin aja kesini." cerita Sandra.


"Bener kak Raina menikah sama si Fito?"


"Kenapa memangnya,"


"Ya gak papa sih,pilihan kak Raina."


Sudah dua jam mereka berbincang-bincang di cafe,hari semakin sore.Mereka memutuskan pulang kerumah masing-masing.


*


*


*


Sepanjang perjalanan Noval hanya diam.Memasang wajah yang cemberut,ditambah kemarahan.


"Kenapa? ada yang salah." tanya Weni


"Apa aku kenal sama laki-laki tadi." ujar Noval masih fokus pada kemudi nya.


"Terus ngapain kamu ketawa-ketawa sama dia."


"Bukan aku doang yang ketawa,ada Raina juga Sandra.Ada yang lucu jadi ketawa."


"Gitu doang penjelasannya."


"Mau penjelasan yang kayak gimana lagi." sarkas Weni,"Noval kamu itu baru balik, belum juga minta maaf sudah mau bikin masalah lagi."


"Minta maaf kamu bilang? Apa gak terbalik harusnya kamu yang minta maaf sama aku.Aku sudah capek kerja masih aja kamu tuntut ini itu.Kamu banding-bandingin sama mantan kamu,terus kamu maunya aku jadi direktur.Kamu pikir semua gak ada prosesnya.Kamu malah asyik ngobrol sama laki-laki lain." Noval meninggikan suaranya,seperti biasa tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Ya,ya, ya... kamu memang selalu benar dan aku selalu saja salah." tanpa sadar Weni menitikkan air matanya.


"Hah.! " Noval memukul kemudi nya keras saat lampu merah lalu lintas jalan menyala.Menyadari dirinya mulai emosi besar.


"Noval,dia itu Rizky junior dikampus dulu." ucap Weni.


"Masih berhubungan."


"Baru juga ketemu tadi,kebetulan Sudah bilang berhubungan." kata Weni lagi.


"Ya karna pasti dia dulu suka sama kamu,aku bisa lihat dari cara dia memandang kamu." ujar Noval.


"Kamu gak perlu mikirin perasaan setiap laki-laki yang dekat sama aku,kamu cuma harus percaya sama aku.Itu saja." tegas Weni masih menangis,mungkin belum hilang rasa sakit hatinya.


"Sudahlah,gak perlu dibahas kita sudah mau sampai.Jangan sampai mami bertanya macam-macam. " kata Noval mengakhiri perdebatannya.


***


Mobil warna hitam masuk ke halaman rumah setelah seorang laki-laki yang tak lain security membuka pagar rumah.

__ADS_1


"Selamat malam tuan." sapa si security.


"Malam," jawab Noval ketus.


"Selamat malam pak." sapa Weni ramah berjalan mengikuti Noval yang sudah membuka pintu rumahnya.


Diruang keluarga.


"Selamat malam mih." sapa Weni.


"Eh," kaget saat melihat Noval disamping Weni dengan wajah yang masam.


"Baby eL mana mih." tanya Noval


"Kamu datang-datang begitu,bukannya tanya kabar mami," sarkas maminya.


"Ini sudah malam mih,"


"Memangnya kenapa kalo sudah malam,kalian bisa menginap kan.Lagian eL sedang tidur kasian kali dibangunin." ujar maminya.


"Biar Weni gendong." jawab Noval.


"Gak bisa,eL menginap dirumah mami.Kalo kamu mau pulang,pulang saja sana.Weni kamu tetap disini." pinta mami mertuanya.


Sementara Weni hanya diam,melirik kearah Noval.


"Oke,Noval kekamar dulu mau istirahat." pamitnya dengan raut wajah yang marah.


"Kalian ada apa lagi," tanya mami pada Weni


"Gak tahu mih,baru juga pulang udah cari masalah aja."


"Masalah apaan." interogasi maminya.


"Cemburu mih,sama junior Weni dikampus dulu." jelas Weni.


"Cemburu? " ujar maminya,"Memangnya ketemu dimana Noval."imbuhnya


"Dicafe tadi pas jemput Weni, mih.itu juga kebetulan mih,gak janjian." lanjut Weni.


"Ya sudah kalo begitu,istirahat kamu.Jangan sampai Noval nungguin kamu."


"Baik mih,Weni kekamar dulu." pamit Weni.


****


Weni membuka pintu kamar,


"Huft, kekanak-kanakan." gumam Weni seraya berjalan kearah lemari dan mengganti pakaian nya, bersiap tidur.Hari sudah larut.


Sementara,Noval sudah berbaring diatas kasur memejamkan matanya.


"Hallo." seketika Noval beranjak saat Weni mengatakan halo di teleponnya. "Iya bik,kita menginap dirumah mami.Bibik istirahat saja." lanjut Weni menutup telepon.


"Kenapa? curiga siapa yang menghubungi aku?" ujar Weni.


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2