
"Pagi sayang... " sapa tante Dewi saat Raina mendorong kursi roda Fito. "Gimana tidur kalian,nyenyak kah?" tanya tante Dewi lagi.
"Pagi juga tante...Semalam nyenyak juga tidurnya tante." jawab Raina,padahal seluruh tubuh Raina pegal-pegal tidur dilantai.Bisa-bisa masuk angin.
Fito hanya senyum menyeringai,ada kekesalan dihatinya.
"Ayo sayang sarapan dulu... oiya Raina,mulai sekarang jangan panggil tante dong,panggil mami." ucap tante Dewi.
"Hem... " senyum Raina.
"Raina,kenapa kamu masih kerja." tanya mami mertuanya.
"Betul kata mami kamu Raina,biar Fito saja yang bekerja." timpal papi Fito.
Uhuk... uhuk... tiba-tiba saja Raina tersedak,padahal sedang tidak makan apa-apa.Segera Raina meneguk segelas air dan sekilas melihat kearah Fito.
"Maaf,mih,pih,Raina berangkat dulu." pamit Raina.
"Fito juga pamit mih," kata Fito,dengan reflek Raina mendorong Fito karena menyangkut perjanjian nya.
"Sekalian saja,kita searah." ucap Fito masuk kedalam mobil dibantu Seno.
Tanpa pikir panjang,Raina masuk dan duduk disamping Fito.Matanya terus memandang keluar jendela mobil.Rasanya canggung kalau duduk bersebelahan dengan Fito.
***
Setelah sampai perusahaan,semua mata memandang kearah Raina.
"Hai,pengantin baru." sapa Sandra berbisik ditelinga Raina.Memeluknya dari belakang saat Raina berjalan ke lift,hendak keruangannya.
"Husssttt...Lu itu apaan sih." ucap Raina kaget dengan pelukan Sandra.
"Gimana rasanya,malam pertama?" ledek Sandra.
"Pada pegal-pegal semua." jawab Raina asal,karena memang Raina badannya remuk akibat tidur dilantai.
"Wow.... berapa ronde." kepo Sandra.
"Ronde apaan maksud lu." kata Raina sampai diruangan dan duduk dimeja kerjanya.
****
Sore hari,setelah Raina menyelesaikan pekerjaan nya.Dia bergegas pulang,ke apartemen nya dengan Sandra.Ada yang kelupaan.
Di apartemen...
"Wuih... pengantin baru,ada apa kesini." ledek Weni.
"Ada yang ketinggalan." ucap Raina,masuk kekamar Sandra dia yang menempati sekarang.
Lalu keluar setelah mengambil barangnya.
Sementara,dikantor Fito masih mengerjakan laporan-laporan dengan kliennya.
Padahal jarum jam sudah menunjuk ke angka tujuh.
"Seno,kamu hubungi Raina apakah dia sudah pulang." suruh Fito pada asistennya.
"Baik tuan." jawab Seno langsung mendial nomer nona mudanya.
__ADS_1
Tut... tut... tut....
"Halo.Siapa ini?" jawab Raina dari ujung telepone,tidak tahu nomer yang kini menghubunginya.
"Ini Seno,nona muda.Apakah non Raina sudah pulang.? tanya Seno.
" Saya mampir ke apartemen,ada barang saya yang ketinggalan."
"Baik non Raina,telepone saya kalo mau pulang."
"Tidak perlu pak Seno,saya sudah mau pulang dan sudah pesan taxi online." jawab Raina."Kalo begitu saya tutup dulu pak."imbuhnya.
Balik lagi diruang meeting kantor Fito.
"Bagaimana Seno,dimana nona muda kamu sekarang.Apa sudah pulang." tanya Fito masih dengan berkas-berkas ditangannya.
"Nona muda mampir ke apartemen mengambil barang yang tertinggal,tapi sekarang nona muda dalam perjalanan pulang." jelas Seno hati-hati.
"Ya sudah kalo begitu,oiya mulai besok kamu jemput nona muda saat sudah waktunya pulang." perintah Fito.
"Siap tuan. " jawab Seno tegas.
***
Raina,sampai dirumah tepat pukul sembilan.Sepi,mungkin seluruh penghuni rumah sudah berada di alam mimpinya.
Hanya,tersisa para pelayan yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Raina masuk kedalam kamar,tak ada Fito.
"Suami yang pekerja keras." gumam Raina. Lalu masuk kekamar mandi,membersihkan sisa-sisa keringat ditubuhnya.
Selang beberapa menit,Raina keluar kamar.Menuju dapur,perutnya terasa lapar.
"Eh, bik Imah, belum tidur bik." tanya balik Raina,"Raina lapar bik,pengin bikin mie instan."lanjutnya.
"Kenapa mie instan non,bik Imah masak lho buat tuan Fito." jawab bik Imah.
"Tidak perlu bik,saya lagi kepingin mie." ucapnya,"Suami pekerja keras,tapi lupa istrinya sudah makan apa belum."gumam Raina dalam hati.
"Setiap tuan muda Fito lembur,dia selalu telepon kerumah minta dibuatkan makan malam,non." jelas bik Imah.
"Oh,jadi dia lembur," batin Raina seraya makan mie.
Dari luar terdengar suara mesin mobil,sepertinya si tuan muda sudah kembali.
"Bik Imah,saya masuk ke dulu. Terima kasih sudah menemani saya." pamit Raina
"Sama-sama nona muda." jawab bik Imah.
Didalam kamar,Raina sedang menata lantai untuk dirinya tidur.
Sedang,Fito kembali langsung menuju dapur.Bik Imah sudah menyiapkan makan malam,tepatnya makan larut malam.
"Terima kasih bik Imah." ucap Fito.
"Sama-sama tuan,oiya barusan nona muda selesai makan,terus kembali kekamar." kata bik Imah duduk disamping tuannya,Bik Imah sudah seperti keluarga dia yang merawat Fito dari masih bayi.
"Oh,,, " Fito hanya menjawab sekenanya sembari melahap makanan yang dibuat bik Imah.
__ADS_1
"Nona muda makan mie instan tuan,"
"Mie instan bik,kenapa?" tanya Fito heran.
"Katanya lagi kepengin mie,tuan."
****
Selesai makan,Fito masuk kedalam kamar dengan Seno.
Asisten yang merangkap segala macam ini bingung,apakah harus masuk atau hanya mengantar sampai didepan pintu saja.
Tidak enak juga seandainya pemandangan didalam tidak sesuai.Maksudnya keadaan nona Raina,apakah dia... ah, apa yang dipikirkan Seno.
"Seno,kenapa diam saja." tanya Fito.
"Maaf tuan,apakah saya harus masuk kekamar juga." ujar Seno hati-hati.
"Ya jelas dong,kamu bantu saya." sarkas Fito.
"Tapi sekali lagi maaf tuan,bisakah anda cek apakah nona muda didalam.... " Seno menggantung kan kata-katanya.
"Masuk saja pak Seno... " teriak Raina dari dalam saat mendengar obrolan pak Seno dan Fito.
Raina sedang duduk dibalkon memainkan ponselnya, terusik dengan suara dari luar kamar.
Butuh waktu satu jam membantu tuannya mulai dari mandi sampai merebahkan nya diatas ranjang.
Seno tahu yang terjadi antara tuannya dan non Raina.Semua palsu.
"Terima kasih pak Seno,istirahat lebih awal.Nanti kalo ada apa-apa sama Fito biar saya saja." ujar Raina.
"Memangnya apa yang akan terjadi denganku." sarkas Fito.
"Kali aja,... benar gak pak Seno." kata Raina, "Sekali lagi Terima kasih pak Seno." imbuhnya.
Raina mengunci pintu kamarnya,bersiap untuk tidur.
"Kemana saja hari ini,malam baru pulang." tanya Fito.
"Kamu juga pasti sudah tahu kemana aku pergi.Ngapain nanya lagi." Raina memejamkan matanya.
"Huft.... " Fito menghela napas panjang lalu mencoba memejamkan matanya.
"Raina,apa kamu tidak mau mempertimbangkan ucapan mami dan papi untuk berhenti bekerja." kata Fito masih dengan mata yang terpejam.
"Kalo aku berhenti bekerja,setelah kontrak nikah berakhir siapa yang akan membiayai hidupku." jawab Raina menutup matanya.
"Itu masih jauh,kamu pikirkan dulu rasanya tidak enak juga dengan ibu kamu.Masa seorang Fito membiarkan istrinya bekerja." sombong nya.
"Lihat saja nanti,kontrak kerja ku tinggal dua bulan lagi.Aku mau tidur besok ada rapat penting." jawab Raina.
*
*
*
*
__ADS_1
Sekali lagi buat para readers,maaf maaf jika banyak yang salah ketik ya... harap untuk dimaklumi.
tetap dukung cerita saya,dengan like, komen dan jangan lupa votenya ya.