RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 31


__ADS_3

"Bik Imah bisa minta tolong bawakan sarapan ke kamar?" ujar Fito.


"Bisa tuan muda,buat siapa?" tanya bik Imah.


"Raina." jawab Fito.


Lalu Fito kembali berjalan ke kamarnya,dan Raina sedang berhias didepan cermin.


Menatap dirinya,membayangkan kejadian semalam dan senyum-senyum sendiri.


"Kenapa?" tanya Fito seraya mengalungkan kedua tangannya dileher Raina.


"Gak papa," jawabnya malu.


Tok... tok...


Bik Imah mengetuk pintu kamar pelan. Lalu masuk setelah dipersilahkan oleh Fito.


"Saya taruh dimana sarapannya tuan,?" tanya bik Imah,matanya menyorot ke tuan mudanya yang sedang bergelayutan pada Raina.


"Eh,dimeja saja bik.Terima kasih." ucap Fito.


Kemudian bik Imah keluar kamar tuannya sembari senyum-senyum sendiri.


"Bik Imah kenapa senyum-senyum." ujar nyonya besarnya saat berpapasan didapur.


"Gak papa nyonya,saya habis mengantar sarapan untuk nona muda." jawab bik Imah masih tersenyum.


"Siapa yang minta."kata nyonya Dewi penasaran juga.


" Nona Raina,nyonya."


"Terus kenapa kamu senyum-senyum.Apa ada yang aneh." tanya nyonya Dewi.


"Sepertinya terjadi sesuatu semalam nyonya,sampai nona muda tidak bisa berjalan." bisik bik Imah takut terdengar pelayan yang lain.


"Hahaha.... yang benar bik,kamu gak bohong kan." kata nyonya nya ketawa senang.


"Benar nyonya,lihat saja bekas dileher nona Raina,sepertinya dia belum tahu ada tanda merah dilehernya.Tadi saya lihat non Raina mengikat rambutnya." lanjut bik Imah masih tertawa geli.


Yap,bik Imah memang pelayan kepercayaan dikeluarga Danu Sastra.Sampai pernikahan Fito dan Raina yang dibumbui perjanjian pun bik Imah tahu.


Semua yang terjadi dikeluarga itu,bik Imah tahu.


****


Benar saja,saat Raina mencoba bangun dari duduknya dan berjalan masih terasa sakit.


Tapi bagaimana kalau dia tidak keluar kamar,orang rumah akan curiga.


"Gimana kalo mereka tahu,gue baru ML dari 6 bulan yang lalu nikah." gumam Raina menepuk jidatnya sendiri.


"Ada apa,ada yang salah?" tanya Fito.


"Hem,,,eh,gak papa.Aku masih gak bisa jalan,gimana ini." ujar Raina.


"Ya gak papa,memangnya kenapa."


"Nanti orang rumah curiga kalo aku gak keluar." ucap Raina lagi.


"Mau digendong." ledek Fito.

__ADS_1


"Apaan sih kamu.Gak lucu tahu." sarkas Raina.


"Ya sudah,kamu dikamar saja.Nanti aku suruh bik Imah kesini kalo kamu perlu sesuatu."


"Terus kamu mau kemana?" tanya Raina.


"Ke ruang kerja,ada yang harus diselesaikan.Apa aku suruh King main disini,nemenin kamu." kata Fito.


"Oh,bener suruh King kesini aja."


Fito memenuhi permintaan Raina,membawa King untuk menemani Raina didalam kamar.


"King,kamu bilang mau main sama tante Raina." tanya Fito pada King.


"Mana tante Laina nya." jawab King masih aktif sama mainannya.


"Ada dikamar,King kedalam saja."


"Kenapa gak tante aja yang kelual kamal,King males kalo main dikamal." ujar King.


"Memangnya Raina kenapa Fito,apa dia sakit?" tanya maminya menahan tawanya.


"Anu mih, emm... apa yah?" Fito bingung menjawab pertanyaan maminya.


"King,temenin tante Raina sana,tantenya lagi sakit gak bisa jalan keluar." ucap Maminya.


"Ya sudah,King ke dalam aja.Kasian tante Laina gak ada temennya." kata King seraya berjalan masuk kekamar Fito.


"Mami kok tahu Raina gak bisa berjalan." tanya Fito.


"Ya tahu dong,kamu apain Raina semalam." ucap maminya.


"Makanya pelan-pelan jangan terburu-buru,kasihan kan masih sempit." imbuh maminya ketawa.


****


Sungguh memalukan,hasil kerja semalam sampai tidak bisa jalan.(hehehe)


Didalam kamar,Raina hanya mendengarkan King bercerita tentang dirinya sambil bermain.


"Tante,apa tante tahu kalo mami sama om Fito dulu pelnah dekat?" tanya King dengan polosnya.


"Ini anak tahu dari mana,membuka masa lalu aja."batin Raina


" Enggak,King tahu dari mana?"ucap Raina.


"Dali papi,papi bilang sebelum kenal sama papi,mami itu deket sama om Fito.Makanya,papi cuma pelcaya sama om Fito." jelas King dengan cadelnya.


"Terus,papi cerita apalagi ke King." kata Raina.


Kring... kring....


Ponsel tipis keluaran terbaru yang diberikan Fito pada Raina,berbunyi.Panggilan masuk,dilihat nama Weni dilayar ponsel.


"Sebentar ya King,tante Terima telepone dulu." Raina beranjak dari duduknya dan mengangkat telepone.


"Halo,ada apa Weni." ucap Raina.


"Malam minggu ini ada acara gak?jalan yuk bareng Sandra juga." ajak Weni.


"Malam ini yah,aduh gak bisa Wen,gue gak bisa jalan." jelas Raina.

__ADS_1


"Gak bisa jalan? Lu kenapa emangnya,jatuh?" interogasi Weni.


"Gak,itu... anu,em... apa yah.Pokoknya gak bisa jalan,sela****an gue sakit." kata Raina malu.


"Sampai begitu nya,makanya pelan-pelan aja.Na*su amat lu... " ledek Weni,"Ya udah,gue kerumah lu boleh gak?"lanjut Weni.


"Kesini aja gak papa,sekarang." ucap Raina mengakhiri obrolannya dengan Weni.


****


Sore menjelang malam,Weni dan Sandra pergi kerumah Raina.Sepertinya akan banyak yang diceritakan Raina.Weni masih tertawa geli mengingat apa yang Raina ucapkan ditelepone.


"Lu ngapain sih dari tadi senyum-senyum sendiri." tanya Sandra saat didalam taxi.


"Gak papa San,gue inget sama cerita Raina." jawab Weni.


"Cerita apaan... "


"Nanti juga lu tahu sendiri."


Hanya satu jam taxi yang membawa Weni dan Sandra sampai didepan pintu pagar yang tingginya hampir tiga meter.


Warnya hitam pekat,temboknya pun tinggi dipenuhi kawat berduri.Mungkin untuk mencegah tamu yang tak diundang masuk kerumah besar ini.


Weni memencet bel yang berada disebelah kiri pagar rumah.Seseorang mengintip dari lubang kecil yang ada dipagar.


"Maaf,nona cari siapa?" tanya di penjaga pintu gerbang.


"Kami mau bertemu Raina pak,sudah janji."kata Weni


" Oh,nona muda. Sebentar saya telepone dulu."jawabnya.


"Lu denger San,Raina sekarang jadi nona muda." kata Weni pada Sandra sambil menunggu pintu dibuka.


Setelah menunggu,sepuluh menit kemudian ai penjaga membukakan pintu gerbang dan mengantar Weni dan Sandra masuk kedalam rumah.


"Silahkan nona masuk," ucap penjaga tadi dengan sopan


"Terima kasih pak." jawab Weni dan Sandra kompak.


Weni dan juga Sandra masuk kedalam rumah,matanya tak berhenti mengawasi sekeliling rumah yang besarnya berkali-kali lipat dari rumahnya.


"Ini rumah apa istana Wen,gila gede banget.Pasti capek banget pembantu yang mengepel lantai disini." ujar Sandra ngaco.


"Diem lu San,malu-maluin aja.Anggap aja biasa," jawab Weni bisik-bisik.


"Permisi... non Raina menyuruh kalian langsung kekamarnya,mari saya antar." seorang pelayan yang tidak muda tidak juga tua,pas-pasan maksudnya, menghampiri Weni dan Sandra.


Weni dan Sandra mengikuti jalannya si pelayan masuk kekamar nona mudanya alias nona Raina.


*


*


*


*


bersambung....


Maaf buat para pembaca kalo salah ketik dalam penulisan,mohon dimaklumkan karena masih belajar.

__ADS_1


dukung selalu author kalian,dengan cara like komen dan juga vote.terima kasih.


__ADS_2