
Weni membanting pintu mobil dan masuk,dengan wajah yang amat kesal.Mengingat makan siangnya dipenuhi dengan obrolan Noval dan Wulan.Menyebalkan,pikirnya.
"Panas ya." kata Noval senyum menyeringai menatap Weni.
"Gak,kenapa aku harus panas itu urusan kamu kan." jawab Weni seraya mengambil ponselnya yang bergetar.
Dilihat nomer dilayar ponselnya,gak kenal.
"Halo... " jawab Weni.
"Iya benar ini Weni,dengan siapa saya bicara." lanjut Weni.
"Oh... maaf,Weni gak tahu kalo ini nomer tante.Iya tante sedang kerja,ada apa emangnya tante.Emm... saya tanya orangnya dulu tante.Baik tante,sampai jumpa." panjang lebar Weni mengobrol ditelepon,
"Serius amat,siapa yang telepon,mau kemana." tanya Noval penasaran.
"Mamah kamu." jawab Weni seraya bersandar di kursi mobil.
"Hah... mamah aku,kapan ketemu."Noval kaget bukan main.
" Kemarin,"jawabnya singkat masih males dengan Noval.
"Kok bisa tahu kalo itu mamah aku." serius bertanya dan memandangi wajah manis Weni yang sedang marah.
"Jalan udah lampu hijau." kata Weni menyadari tatapan Noval.
"Kamu belum jawab,bagaimana bisa tahu." Noval nanya lagi.
"Kakak ipar kamu yang kasih tahu. "
"Terus tadi ngomong apaan aja." tanya Noval lagi.
"Gak usah nanya mulu.Stop disini." ujar Weni saat mobil sampai didepan pintu masuk kantor.
****
"Raina, lu tahu gak kalo gue ketemu Wulan tadi." send pesan terkirim di group chat.
"Wulan siapa?" jawab Sandra.
"Kenapa lu yang nyaut Sandra." sarkas Weni.
"Kenapa bisa lu yang ketemu," pesan Raina.
"Tahu tuh suami lu,nyuruh Noval yang nemuin dia.Pinternya Noval nyuruh gue ikut dengan alasan perintah bos.Kesel banget gak sih." kesal Weni.
"Sabar... orang sabar pasti kesel." ledek Sandra.
"Udah dulu ya,gue kerja dulu.Awas lu Sandra."
Weni masuk keruangan nya,semua mata menatap tajam kearahnya.Seperti akan memangsanya,penasaran.
"Apa yang kalian lihat!" sarkas Weni,baru kali ini dia berani sama rekan kerjanya.Mungkin lagi kesal jadi pelampiasannya tak terduga.
"Galak amat." timpal rekan disebelahnya.
"Baru tahu lu,kalo gue galak." jawab Weni seraya menjatuhkan bokongnya dikursi.
Sementara,Noval berjalan masuk ke lift menuju ruangan Fito.Pikirannya berkecamuk tentang Weni,pertanyaannya belum mendapat jawaban.
"Huft... " Noval menghela napas panjang duduk berhadapan dengan Fito.
"Kenapa lu,bukannya udah makan siang sama Weni." tanya Fito.
"Bodoh bener gue Fit,niat hati pengen bikin Weni cemburu eh,dia malah marah."
__ADS_1
"Memangnya apa yang lu buat."
"Gue nanya kabar Delia."
****
"Eh,kenapa kamu nyuruh Noval sama Weni ketemu Wulan." tanya Raina saat Fito pulang dari kantor.
"Takut kamu marah," jawab Fito sambil berjalan masuk ke kamarnya,"Aku mandi dulu."
Raina kembali ke dapur,membuat secangkir kopi dan cemilan buat Fito.
Beberapa menit kemudian,Fito menghampiri Raina didapur.
"Bikin apa sayang." tanya Fito,"Jangan capek-capek ingat yang di perut."imbuhnya.
"Ini cuma kopi sama kue doang." jawab Raina membawa kopi dan meletakkannya di meja.
"Dokter Sari gimana kabarnya,aku kangen sama King."
"Dia berhenti bekerja,mau mempertahankan rumah tangganya,jadi ikut Haris dan aku dengar dari Haris dia lagi hamil juga sama kayak kamu." cerita Fito,tumben kali Fiyo buka mulut lebar.Biasanya diam gak mau ikut campur urusan orang.
"Oh,aku pikir malah sebaliknya dokter Sari pengennya balikan sama kamu." ucap Raina seraya ketawa.
"Kamu itu pikirannya negatif terus.Apa kamu juga berpikir Wulan begitu?Aku kasih tahu ya,Wulan itu sudah punya suami dan anak yang lucu banget."
"Masa,kamu tahu dari mana?" tanya Raina.
"Kita masih berteman dan dia suka chat ke aku,terakhir kemaren dia nawarin kerjasama." kata Fito.
"Oh... pantes handphone kamu gak boleh aku lihat,ternyata suka chat sama mantan." Raina cemberut.
"Udah gak usah mancing-mancing,gak boleh karna banyak yang penting tentang perusahaan.Kamu gak boleh tahu nanti setres." ucap Fito memeluk Raina.
****
"Mah,Noval mau nanya." kata Noval pada mamanya.
"Nanya apa?" jawab mamanya.
"Mamah ketemu Weni dimana."
"Di supermarket,sedang belanja sama istri bos kamu."
"Oh,Raina."
"Iya,kenapa memangnya?"
"Gimana menurut mamah,Noval cocok gak sama dia."
"Mamah kan belum mengenal lebih dalam lagi,tapi dari cara bicaranya sih mending dia daripada Delia." ujar mamahnya yang gak suka dengan Delia.
"Noval udah gak sama Delia mah,udah lama kan." kata Noval."Oiya,tadi mamah telepon Weni ngapain."
"Mamah ngajakin makan malam."
"Terus dia bilang apa?"
"Katanya nanya kamu dulu." ucap mamahnya.
"Oh,ya udah besok Noval ajak dia kerumah."
"Oke mamah tunggu."
Noval berjalan ke kamarnya,berbaring dan membayangkan wajah Weni yang selalu ada didepannya.
__ADS_1
"Coba dulu gue gak putus sama dia,mungkin gue udah punya anak kali sama dia." gumam Noval.
"Apa dia mau gue ajak kerumah besok,kalo gak mau gimana."
"Apa gue minta maaf dulu aja."
"Aduh... pusing gue,"
Semalaman Noval gak bisa tidur,memikirkan bagaimana cara membujuk Weni.
****
Minggu yang cerah,pagi itu Weni dan Sandra jogging diareh apartemen.
"San,gimana hubungan lu sama dokter Bery." tanya Weni seraya berlari pelan.
"Gak kontak lagi,terakhir malam itu waktu kita makan ." jawab Sandra.
"Terus lu gak ketemu dirumah sakit."
"Gak,gue sedikit sedikit bisa ngelupain dia."
"Lu yakin?Apa udah ada pengganti dokter Bery." ucap Weni seraya berhenti lari menarik napas panjang.
"Belum ada,kita jalanin aja hidup kita.Kalo dia jodoh kita,pasti balik lagi." Sandra optimis.
"Lu sendiri gimana,apa gak kasian tarik ulur mulu sama Noval."
"Sebenernya,gue udah kasih lampu hijau tapi dia bikin hati gue panas,dia terus nanyain Delia sama Wulan.Otomatis gue kesel dong,coba kalo dia gak begitu.Udah gue terima dia." ujar Weni.
"Mungkin Noval cuma mau tahu lu cemburu apa gak."
"Ya jelas gue cemburu lah."
"Maksudnya,Noval pengen tahu kalo lu cemburu berarti lu masih cinta sama dia." ucap Sandra.
"Gak tahu deh." kata Weni.
"Seandainya nih,Noval ngajakin lu jadian lagi.Lu terima atau gak?" tanya Sandra.
"Gak tahu,kalo dia tulus ya gue terima." jawab Weni.
"Ya udah,lu kasih kesempatan aja dulu." saran Sandra.
"Ngomong aja lu gampang,lu sendiri gak kasih kesempatan dokter Bery."
"Itu lain ceritanya,dodol." Sandra mentoyor kepala Weni.
"Sama aja,oneng." Weni membalas Sandra.
"Eh,Raina kabarnya gimana ya." tanya Sandra.
"Baik,gue sering ketemu dikantor.Sejak hamil dia jadi over protectif sama Fito,mungkin bawaan orok kali ya." ujar Weni.
"Mungkin." jawab Sandra,"Gue kan belum pernah hamil,hahahaha..."imbuh Sandra seraya tertawa terbahak-bahak.
"G*la lu," umpat Weni.
*
*
*
*
__ADS_1
thanks buat semua reader yang sudah baca cerita ku.Maaf ya kalo ceritanya masih bertele-tele,ya maklum masih pemula.
Jangan lupa like, komen dan votenya ya thanks.