
Hari ini jum'at pagi,mobil Bery terparkir manis didepan apartemen Sandra.Menunggu yang kini jadi pujaan hati,rasa bercampur aduk dalam hatinya.
"Eh, bukannya itu mobil Bery, San." ucap Weni
"Iya,sedang apa dia pagi-pagi begini."
"Jemput lu lah,masa jemput gue." ledek Weni, "Udah sana, jangan marahan lagi." tambahnya.
"Eh,sekalian aja.Gue grogi nih," ujar Sandra.
"Kayak ketemu siapa aja grogi,lagian ngapain gue jadi obat nyamuk. Mungkin ada yang mau dia omongin." jelas Weni,"Ya udah gue duluan ya."
"Oke.hati-hati jangan mampir." kata Weni melambaikan tangannya pada Weni.
Berjalan menghampiri mobil Bery dan masuk.
Dalam perjalanan,mereka berdua hanya diam.Hanya sesekali Sandra menatapnya,bingung.
"Ada apa dengan kamu?" tanya Sandra bingung.
"Kenapa? gak boleh kalo aku jemput kamu?" jawab Bery.
"Aneh aja,biasanya juga kamu cuek."
"Sandra,aku mau kita sudahi aja breaknya.Apa kamu gak kangen sama aku,kangen tiap hari bangunin aku,ngingetin makan,kerumah sakit tiap makan siang,Apa kamu gak kangen semua... " ujar Bery menghentikan mobilnya tepat saat lampu merah lalu lintas menyala.
"Aku gak kangen masa-masa perjuanganku yang sia-sia."
"Tapi aku kangen,tolong kasih kesempatan buat aku memperbaiki semua."
"Lampu sudah hijau,ayo jalan." ucap Sandra
"Apa kamu menyukai laki-laki lain,jadi meminta hubungan kita break dulu." tanya Bery ragu-ragu,dan benar saja Sandra kesal dengan pertanyaan Bery.
"Bery,break dalam suatu hubungan itu bukan berarti kita membuka hati untuk yang lain.Kalo kamu pemikirannya begitu,lebih baik kita gak usah melanjutkan lagi." sarkas Sandra.
"Aku gak mau,oke kita tetap break.Tapi aku gak mau putus sama kamu." kata Bery, "Besok aku jemput,ibu pengen ngobrol dan jalan-jalan sama kamu." imbuhnya.
"Kita lihat saja,besok aku ada acara atau tidak." Jawab Sandra,tak terasa mobil sudah berhenti didepan perusahaan tempat Sandra bekerja.
***
"Lu kenapa sih dari tadi mondar-mandir kaya setrikaan." umpat Weni yang melihat Sandra seperti kebingungan.
"Bentar lagi Bery jemput,dia bilang ibunya pengen jalan sama gue." kata Sandra.
"Kenapa lu bingung, berarti ibunya pengen deket sama lu."
"Tapi gue ragu Wen,apa sebenarnya yang dipikirkan Bery,kita itu sedang break."
__ADS_1
"Haduh Sandra,jalanin aja dulu. Gue sebagai temen lu cuma mau bilang,gak usah pakai acara break segala,jalanin aja.Seiring waktu Bery pasti cinta sama lu karena sudah terbiasa." jelas Weni.
"Sok pinter lu,sendirinya aja masih jomblo pakai ngajarin segala." ucap Sandra melempar bantal ke muka Weni.
Sandra mempersiapkan dirinya didalam kamar,merias wajahnya dengan make up yang natural,membiarkan rambut panjangnya tergerai sedikit.Mengenakan gaun selutut,dengan warna calm.
"Sepertinya sudah oke,gue tinggal nunggu Bery jemput.Apa pun yang ditanya ibunya,semoga gue bisa jawab.Semangat Sandra." ujar Sandra menyemangati dirinya sendiri.
"Wuih... cantiknya bukan main.Ini sih sudah pasti diterima jadi menantu." ledek Weni saat Sandra keluar dari kamarnya.
"Bisa aja lu,gue jalan dulu ya.Nih Bery udah telepon." pamit Sandra.
"Sip, semoga lancar." kata Weni dan dia kembali rebahan disofa sembari menonton acara televisi.Karena hari ini libur bekerja,ditambah Weni yang masih jomblo jadi gak keluar rumah.
***
Di mall yang berada di pusat kota,Sandra berjalan berdampingan dengan ibunya Bery.Bery hanya mengantar mereka,tidak ikut karena harus bekerja.
"Sepertinya ibu lapar Sandra,apa kita makan aja dulu." ucap Ibu nya Bery pada Sandra.
"Oh,ibu mau makan dimana?" tanya Sandra.
"Dimana aja,ibu gak ada pantangan." jawabnya.
Saat memasuki sebuah restoran,tak sengaja mereka bertemu dengan Raina dan juga Fito.Mereka berdua sedang menikmati makan siangnya.
"Bibi,kapan bibi kemari." tanya Raina yang sedikit mengingat tentang ibu Bery yang banyak menolong keluarganya dulu.
"Waktu Bery operasi,ibu datang dengan paman mu.Eh,apakah ini suami kamu?"
"Iya,bibi.kenalkan ini Fito suami Raina." Raina memperkenalkan suaminya.
"Ini anak kamu Raina?" tanyanya lagi.
"Bukan bibi,anak saudara.Bibi dengan siapa kesini?"
"Dengan pacar Bery,dia sedang ditoilet. "
"Pacar Bery berarti Sandra,bukannya mereka sedang break,apa mereka sudah berbaikan." batin Raina,berjuta pertanyaan menghampiri otak Raina.
"Raina." sapa Sandra seraya memeluk Raina.
"Sandra,sudah lama kita gak ketemu." jawab Raina menyambut pelukan Sandra.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya ibu Bery.
"Sudah bu,kita satu kantor.Bahkan Raina yang ngenalin Sandra pada Bery." ucap Sandra.
"Eh,bibi mari kita makan bersama,silahkan." ucap Fito sopan.
__ADS_1
"Gak usah,kita meja sendiri saja masih banyak yang perlu bibi tanyakan sama Sandra." tolak ibu Bery sopan.
"What's??? seperti sandera aja gue" batin Sandra.
Di meja makan yang lain....
"Gimana Sandra?" tanya ibu Gio,mungkin itu panggilannya karena suaminya bernama Gio.(biar ga kebanyakan tokoh/pemeran, biar ga lupa. hehehe)
"Gimana apanya bu?" Sandra balik nanya bingung.
"Hubungan kamu sama Bery,mau lanjut atau udahan.Bukannya kalian sedang break,gara2 Bery yang gak bisa lupain Raina." ibu Gio ini to the point.
"Pasti Bery yang cerita ini,orang tua dibawa-bawa." batin Sandra.
"Sandra belum tahu bu." jawab Sandra.
"Sandra,ibu tahu kecemburuan kamu.Tapi menurut ibu,ngelupain orang yang kita cintai apalagi cinta pertama itu sulit,butuh waktu.Mungkin dengan Bery berhubungan dengan kamu,lama kelamaan dia akan cinta dan bergantung sama kamu." jelas ibu Gio.
"Emm... iya bu,mungkin Bery butuh waktu." jawab Sandra asal.
Singkat cerita,hati sudah sore terlihat Bery keluar dari mobilnya dan menghampiri ibunya.
"Jalan-jalan nya sudah bu," tanya Bery hendak menyaut tas ibunya.
"Ibu bisa bawa sendiri,ibu pulang naik taksi aja.Lebih baik kamu antar Sandra aja atau kalian mau mala mingguan juga masih sempet." ujar ibunya,dengan raut wajah sedikit tidak senang,mungkin karena penolakan dari Sandra.
"Sandra aja yang naik taksi bu,lagian ibu pasti lelah sudah berkeliling seharian." ujar Sandra.
"Ya sudah,kalo kamu maunya begitu." jawabnya.seraya berjalan menuju mobil Bery.
"Kenapa dengan ibu ku Sandra,apa kalian baik-baim saja." tanya Bery.
"Aku rasa begitu,kamu tanya ibu kamu aja." ucap Sandra.
"Oh,ya sudah kamu hati-hati dijalan.Atau kamu mau sekalian aku anter aja."
"Gak perlu.kamu gak usah khawatir."
Sandra menghentikan taksi yang lewat didepannya.Naik kedalam dan melambaikan tangan pada Bery.
*
*
*
*
*
__ADS_1