
Pertengkaran Weni dan Noval berhenti sejenak,karna adanya dokter yang memeriksa keadaan Noval.
"Em...apa saya melewatkan luka dipelipis anda kemarin?"tanya si dokter
"...."Noval hanya diam,malu kalo ketahuan luka itu berasal dari amukan istrinya.
"Lukanya baru dok,tadi terkena lemparan ponsel."ucap Weni tanpa malu
"Oh..ya sudah saya bersihkan darahnya,sepertinya hanya lecet saja.Mungkin akan memar sedikit."kata dokter lagi.
"Terima kasih dok,"ucap Noval.
Beberapa menit kemudian,dokter dan suster pergi meninggalkan ruangan Noval.Dengan tawanya yang tertahan,
"Kamu gak malu apa,bilang seperti itu."ucap Noval
"Aku mandi dulu."elak Weni masuk kekamar mandi
Saat Weni melakukan aktifitas dikamar mandi,tiba-tiba datang Diana membawa tentengan ditangannya.
"Selamat pagi pak,saya bawakan bubur buat pak Noval."sapa Diana
"Terima kasih,kamu gak perlu repot-repot.Nanti terlambat kekantor."jawab Noval.
"Saya suapi boleh pak."tanya Diana tanpa malu
"Gak perlu,biar istri saya saja nanti."
"Oh,istri bapak ada disini."katanya kesal.
Dengan pelan Weni membuka pintu kamar mandi,"Eh...ada tamu."
"Selamat pagi bu."sapa Diana
"Pagi..."jawab Weni,
"Saya bawakan pak Noval bubur bu,saya pikir gak ada orang disini."ujar Diana
"Oh..terima kasih banyak,kamu perhatian sekali."
"Iya saya kan sekertarisnya bu."jawab Diana.
"Kalo begitu saya permisi bu,ada banyak kerjaan dikantor."pamit Diana
***
"Aku keluar sebentar."kata Weni setelah lima menit Diana pamit.
"Mau kemana?"tanya Noval curiga,
Weni berjalan keluar tanpa menghiraukan omongan Noval.Mengikuti Diana dari jarak yang tak terlalu jauh.
__ADS_1
Matanya menangkap sosok laki-laki yang tak asing,ngobrol dengan Diana.
"Bukannya itu suaminya,katanya sedang ribut,tapi kenapa mereka akrab begitu."gumam Weni seraya manggut-manggut kepalanya.Seperti menemukan yang dia cari.
"Pasti ada sesuatu ini,"imbuhnya.
"Hei...ngapain ngomong sendiri."sapa Bery
"Bery...gue pikir siapa."jawab Weni,
Sementara,Noval melihat Weni berbincang dengan Bery dari jauh.Dia sengaja mengikuti Weni tadi,sedikit cemburu lah.pasalnya Bery,laki-laki yang paling bikin Noval cemburu karna kedekatannya dengan Weni.
"Bery,gimana si kembar."tanya Weni.
"Baik,sehat,lucu,ngegemesin."
"Senang sekali ya punya baby."ucap Weni
"Ya senang,lu juga sebentar lagi bakal ngerasain kok."ujar Bery,"ya sudah,gue ada pasien lagi.Lu jaga kehamilan lu ya."imbuhnya.
Bery memang dekat dengan Weni,sejak dulu berhubungan dengan Sandra.Pasalnya gak mungkin lah dia curhat ke Raina,yang pernah disukai dulu.
"Weni."panggil Noval dengan tatapan kesalnya.
"Ngapain kamu keluar,bukannya sarapan kan sudah dibawain bubur."ledek Weni
"Kamu ngobrol apa dengan dokter Bery."Noval to the point,disini Weni mencium bau-bau kecemburuan.
"Kenapa cemburu?"ledek Weni lagi
"Kenapa gak boleh,kamu sendiri boleh dekat dengan perempuan lain."ujar Weni berjalan menuju ruang kamar,Noval mengekor dari belakang.
Karna gemas,tiba-tiba Noval reflek mer***s pa***t Weni yang semakin hari semakin berisi karna kehamilannya.Karna kaget Weni mendorong Noval hingga tersungkur,tangannya yang luka terbentur tembok.
Noval meringis kesakitan memegangi tangannya.
"Kamu ngapain sih,"sarkas Weni
"Memangnya gak boleh,"
"Tau tempat kamu,"kata Weni kesal.
"Gak perlu."kata Noval saat Weni mencoba membantu Noval untuk berdiri.Sepertinya Noval marah besar.
"Ya udah,terserah kamu."ucap Weni seraya berjalan duduk disofa menikmati sarapan yang tadi dipesannya lewat online.
"Emang gue pikirin kalo lu ngambek,inget gue masih kesal sama lu."gerutu Weni,sementara Noval masuk kekamar mandi membersihkan tubuhnya.
Sekitar dua puluh menit lebih Noval belum keluar dari kamar mandi.Weni sedikit curiga dan takut terjadi apa-apa.
"Kenapa gak keluar-keluar,apa dia gak bisa mandi,apa tangannya sakit karna aku dorong tadi."pikirnya
__ADS_1
"Apa aku masuk aja."baru mau buka pintu kamar mandi,yang dipikirkan nongol membuka handle pintu.
"Mau ngapain,khawatir sama aku."kata Noval memegangi tangannya.
"Gak,mau pipis."jawab Weni,"Eh...tangan kamu berdarah."imbuhnya
"Biarin,aku gak perlu bantuan kamu."ucap Noval masih marah.
Dokter sedang membalut luka yang ada ditangan Noval.Mungkin karna benturan makanya bisa berdarah.
"Jaga kondisi tangan anda pak Noval,lukanya masih basah jadi bisa mengeluarkan darah terus."ucap si dokter
"Baik dok,terima kasih banyak."kata Noval
"Kalo begitu saya permisi."kata si dokter.
****
Jarum jam menunjuk pukul dua siang,rasa kantuk menghampiri Weni.Karna cuma ada sofa satu-satunya jadi Weni merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
Sementara Noval menerima panggilan telepon dari Fito.
"Val,lu bener ternyata Diana hanya pura-pura selama ini,pak Seno bilang dia masih berhubungan baik dengan suaminya.Dia hanya ingin menggoda lu,untuk menghasilkan uang.Dan satu lagi,pak Seno bilang ada yang mereka rencanakan pada Weni,karna selama Diana menggoda lu,gak terjadi apa-apa sama rumah tangga lu."jelas Fito sangat serius.
"Oke,thanks infonya Fit."jawab Noval
"Lu harus jagain Weni."ujar Fito.
"Eh,ngomong-ngomong lu kemana sekertaris lu bilang lu ga ada dikantor."tanya Noval penasaran.
"Gue dinas sama istri gue,mo bikin ade buat Rasya.hahaha"kata Fito tertawa keras sekali.
"Ya udah,pokoknya lu jagain istri lu baik-baik.Kalo terjadi apa-apa bukan hanya keluarga lu yang marah,istri gue pasti juga marah."kata Fito mengakhiri panggilannya dengan Noval.
Noval beranjak dari kasurnya,berjalan mendekati Weni yang terbaring diatas sofa.Memandangi wajahnya,sesekali tersenyum,saat tangan Noval hendak mengelus pipi Weni terbangun.
"Ada apa,kamu butuh sesuatu."tanya Weni
"Gak,tadi aku lihat ada lalat dipipi kamu."jawab Noval panik
"Oh."kata Weni ber oh ria.
"Weni,kamu harus berhati-hati kalo kemana-mana."
"Memang kenapa,aneh banget kamu.Bentar-bentar marah,bentar-bentar baik,bentar-bentar perhatian."ujar Weni
"Bukan begitu,aku gak mau terjadi sesuatu sama anak aku."kata Noval seraya berdiri dan kembali ke kasurnya.
****
Hari ini Noval sudah diijinkan pulang,lukanya sudah membaik hanya perlu istirahat saja.Weni terlihat sedang sibuk dibagian administrasi,membayar semua tagiahan biaya rumah sakit.
__ADS_1
Sialnya,saat mengambil dompet dari tasnya ponselnya tertarik dan jatuh.Weni membungkuk meraih pinselnya,tapi dua orang laki-laki memegangi kedua tangannya dan yang satunya membius Weni.
Kejadian begitu cepat,sampai tak ada yang melihatnya.Hanya ponsel Weni yang jatuh dan belum sempat diambilnya.