
Sandra kini berada di panti tempat dia dibesarkan dulu.Ingin menenangkan hati dan pikirannya,tanpa berpamitan dengan Bery.
Pagi itu,Bery bangun dari tidurnya mengira Sandra berada dikamar mandi.Saat membuka handle pintu kamar mandi,Bery tak mendapati Sandra didalam.
"Mungkin sudah berangkat." pikir Bery, lalu bergegas membersihkan diri.
Setelah selesai,Bery berangkat menuju rumah sakit.Bekerja seperti biasa,sibuk hingga tidak menyadari keberadaan Sandra.
Pukul sepuluh pagi,sebagian dokter berkumpul di aula guna rapat bulanan seperti biasa.Kali ini Bery khawatir dengan keberadaan Sandra,karna wakil direktur rumah sakit yang memimpin rapat, bukan Sandra.
***
Sandra menyandarkan kepalanya dibahu perempuan separuh baya yang dia panggil ibu.Perempuan yang selalu dihormatinya,yang merawatnya dari kecil.
"Ada apa sayang?" tanya ibu panti.
"Gak ada papa bu,Sandra lelah dengan rutinitas dikota." jawabnya.
"Gak papa kalo kamu gak mau cerita sayang." ucapnya memancing Sandra,ibunya tahu betul sifat Sandra.
"Sandra lelah bu,capek." kata Sandra,lalu menceritakan semua masalahnya dari awal menikah sampai saat ini.
"Menurut ibu gak separah yang kamu bayangkan,mungkin saja Bery sedang menyesali dirinya,atau dia ada masalah dengan keluarganya.Coba kamu lihat dari sudut pandang dia." jelas ibunya.
"Paling gak,dia bisa cerita sama Sandra kan, bu." ucap Sandra.
"Mungkin tidak semua sayang,kamu tunggu saja.Ada waktunya Bery akan cerita sama kamu,sabar itu kuncinya." nasihat ibunya.
Dirumah sakit.....
Setelah rapat selesai,Bery bergegas keluar dari ruangannya.
"Dea,apa masih ada pasien didaftar." tanya Bery
"Tidak ada dokter." jawabnya.
"Baik,saya mau keluar sebentar,jika ada pasien kamu bisa hubungi saya." kata Bery,seraya berjalan meninggalkan bagian informasi.
Melajukan mobilnya kecafe tempat dia membuat janji dengan Raina.Yup,sebelumnya Bery menghubungi Raina dan ingin bertemu dengannya.
Satu jam Bery melewati hiruk pikuk jalanan,dan sampai ditempat tujuan.
"Sorry,jalanan macet." kata Bery pada Raina yang sudah menunggunya.
"Ada apa Bery,kenapa memanggil gue kesini." tanya Raina.
"Langsung saja Raina,begini... em,apa lu tahu Sandra dimana?" kata Bery.
"Lu suaminya kenapa malah nanya ke gue,aneh." jawab Raina menyunggingkan sebelah bibirnya.Ada sedikit kekesalan diwajahnya.
"Kalo gue tahu,gue gak mungkin nanya ke lu."
"Apa sih yang jadi masalah Bery,kalo Sandra kurang baik buat lu kenapa lu nikahin dia." kata Raina mulai menaikkan nada suaranya.
__ADS_1
"Gue yang gak baik."
"Bicarakan baik-baik dengannya Bery,apa yang menggangu lu saat ini.Jangan bersikap kekanak-kanakan," ucap Raina lagi,"Lu gak tahu tempat dia sembunyi bila ada masalah?"imbuhnya.
".... " Bery menggelengkan kepalanya.
"Lihat ini." Raina menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan story yang Sandra buat.
"Panti asuhan." lirih Bery.
"Ya,panti asuhan.Sandra selalu pergi kesana jika hati dan pikirannya sudah lelah." ucap Raina,"Oke,sudah jam makan siang gue tinggal dulu,gue mesti kekantor Fito."lanjutnya,berdiri dan pergi meninggalkan Bery.
****
Bery kembali kerumah sakit,pikirannya entah kemana arahnya.Ternyata,tak menyadari sikapnya selama ini membuat Sandra terluka hatinya.
Membereskan meja kerjanya,mengganti jadwal pertemuan nya dengan pasien.
Mobil yang dikemudikan melaju dengan kecepatan yang tidak normal alias ngebut.Membawa Bery ke perjalanan yang sedikit jauh dari kota,menuju panti asuhan dimana Sandra kini berada.
Setelah melewati dua jam dan jalanan yang penuh pepohonan dikanan kirinya.Bery sampai didepan pagar warna hitam,Bery mengetuk pagar itu.Seorang penjaga membukakan nya.
"Maaf ada yang bisa saya bantu?" tanya sipenjaga.
"Saya mau menemui istri saya,Sandra." jawab Bery.
"Sandra yang mana ya," kata si penjaga.
"Kalo bapak gak tahu,berarti saya boleh menemui ibu panti?Dia ibu mertua saya." ucap Bery.
Bery turun dari mobilnya,mengetuk pintu."Kenapa lama sekali,apa tidak ada yang berjaga."gumam Bery.
Sepuluh menit kemudian,seorang anak laki-laki membukakan pintu untuknya.
"Selamat sore,om mau ketemu siapa ya?" tanya nya sopan.
"Apa ibu panti ada didalam." ucap Bery.
"Ada om,silahkan masuk." kata si anak laki-laki itu seraya berjalan kedalam memanggil ibu panti.
Bery duduk diruang tamu.Mengawasi dan melihat-lihat dinding yang dipenuhi foto ank-anak panti.
"Ehem.... " ibu panti datang menemui Bery.
"Selamat sore bu,em... saya mau menjemput Sandra." sapa Bery.
"Apa Sandra tahu kalo kamu mau jemput." balas ibu panti.
"Belum bu,dari pagi ponselnya tidak bisa dihubungi." jawab Bery.
"Silahkan duduk." ibu panti mempersilahkan Bery.
"Nak Bery,apa kalian ada masalah?Kenapa Sandra bisa sangat bersedih begitu." tanyanya.
__ADS_1
"Menurut saya tidak ada masalah apapun bu,mungkin Sandra salah paham dengan sikap saya yang selalu diam." kata Bery.
"Tapi kenapa kamu bersikap seperti itu."
"Saya ada masalah sendiri dengan ayah saya,dan saya pikir Sandra tidak perlu tahu makanya saya memilih diam." jelas Bery
"Kalo kamu ada masalah sendiri,kenapa kamu bisa seperti itu,harusnya kamu biasa saja dengan Sandra.Urusan kamu dan ayah mu,itu urusan kamu kalo Sandra gak boleh tahu." kata ibunya.
"Iya bu,saya memang salah." kata Bery menundukkan kepalanya.
"Tapi sepertinya Sandra ingin menginap disini,kalo kamu mau pulang silahkan tapi kalo kamu mau menginap juga,masuk saja kekamar Sandra."katanya," Lagian diluar sudah hujan,pasti kabut menutup jalanan.Bahaya jika kamu pulang,pandangan mata akan tidak jelas."imbuhnya.
"Baik bu,apa saya boleh menemui Sandra sekarang."
"Boleh,tapi dia sedang tidur."
Bery berjalan kedalam menuju kamar Sandra,dia masih ingat dimana kamarnya.Dulu sewaktu masih pacaran,Bery pernah sekali datang ke panti.Dan melihat kamar Sandra,anak kesayangan ibu panti
***
Ceklek.... (anggap saja suara handle pintu dibuka)
Bery masuk tanpa ada yang mengijinkan masuk.Sandra sedang tertidur lelap,Dielusnya kepala Sandra pelan.
Biarpun pelan,Sandra masih bisa merasakan ada tangan yang mengelus kepalanya.
Matanya perlahan membuka,dan lama kelamaan melebar saat menatap orang yang ada dihadapannya.
Bery memeluk Sandra,"Maafin aku."ucapnya.
"Kenapa kamu bisa kesini." tanya Sandra....
"Ya bisa,aku tahu tempat paling aman buat bersembunyi kamu.Kalo gak disini,kamu pasti akan pulang ke rumah ayah kamu.Yah, bukan begitu?" ucapnya.
"Aku salah selama ini bersikap dingin sama kamu,sebenarnya... " imbuh Bery menghentikan omongannya.
"Sebenarnya apa Bery?" tanya Sandra penasaran.
"Sebenarnya aku malu sama kamu,sama keluarga kamu.Aku kecewa dengan ayahku,ternyata dia yang menyebabkan ibu meninggal." ucap Bery.
"Maksud kamu apa?Gak mungkin begitu Bery." kata Sandra seraya membenarkan posisi duduknya.
"Sebelum meninggal,ayah meminta ijin menikahi mantan kekasihnya dulu.Ibu terjatuh saat mendengar ucapan ayah." cerita Bery.
"Lalu.... " tanya Sandra.
*
*
*
*
__ADS_1
*
*