RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 53


__ADS_3

Saat ini,baik Weni maupun Noval masih beradu mulut.Serasa mobil yang sudah lama berhenti dibahu jalan akan meledak.Masing-masing gak ada yang mau mengalah,semua mempertahankan egonya.Keras kepala.


"Maaf Weni..." akhirnya Noval menghentikan debatnya melakukan kembali mobilnya tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya.


Sambil memandang keluar jendela,Weni menghapus air matanya.Mengatur napas dan detak jantungnya yang tak beraturan.


Satu jam kemudian,mobil berhenti didepan pintu masuk apartemen.Tak ada basa basi yang keluar dari mulut Noval,saat Weni turun dari mobilnya.Noval segera mentancap gas dan melajukan mobilnya dengan cepat.


Weni masuk ke toilet bawah,membasuh wajahnya menghilangkan muka sembabnya.Malu jika Sandra melihat dirinya begitu lemah dihadapan seorang laki-laki.


Setelah itu,baru Weni naik lift menuju unit apartemennya.Membuka sandi pintu,dan masuk menuju kamarnya.


Sandra mendengar gebrakan pintu,curiga.Baru tumben Weni membanting pintu kamarnya.Segera Sandra keluar dari kamar,mengetuk pintu kamar Weni.


"Wen,lu gak papa?" teriak Sandra dari balik pintu kamar Weni.


"Gak papa San,gue capek banget hari ini.Mo langsung tidur sebentar." teriak Weni sambil menutup wajahnya dengan bantal.


"Aneh,pasti ada yang salah." gumam Sandra seraya melangkahkan kakinya kedapur,membuat segelas coklat dan meminumnya sambil menonton acara televisi.


***


"Masih ada coklatnya San." tanya Weni keluar dari kamarnya berjalan kearah dapur.


"Ada tinggal segelas mungkin." jawab Sandra sembari memperhatikan Weni.


Weni berjalan dan menjatuhkan bokongnya disofa,matanya tertuju pada drama yang sedang ditonton Sandra.


Sementara,Sandra memperhatikan keseriusan Weni saat menonton.Aneh,gak biasanya Weni begitu fokus pada televisi..


"Lu gak papa Wen." tanya Sandra tiba-tiba.


"Kenapa emangnya gue." jawab Weni.


"Aneh aja,pulang banting pintu,sekarang fokus ke televisi.Biasa juga lu cuek." ujar Sandra."Ada masalah?"


"Biasa lah San,gue gak bisa ngadepin sifat Noval yang keras begitu."


"Nyambung lagi lu?" tanya Sandra heran.


"Kita gak pernah jadian Sandra,"


"Iya,tapi lu bertengkar mulu kaya orang pacaran." ledek Sandra.


"Eh,makan yuk." ajak Weni.


Weni mengajak Sandra makan diseberang jalan apartemen,biasanya Weni makan bersama Raina dulu.Tempat itu sudah menjadi langganan,baru kali ini Sandra ikut Weni.


"Disini enak plus higienis San,lu tenang aja dijamin aman." ujar Weni duduk di bangku.


"Oh...tempat lu nongkrong bareng Noval yah." ledek Sandra.


"Bukan.bareng Raina dulu." jawab Weni sambil memesan makanan dan minuman,begitu juga Sandra.


Setelah menunggu hampir lima belas menit,makanan pun datang.Weni dan Sandra melahapnya sambil ngobrol.


"Ada apa lagi dengan Noval,Wen." tanya Sandra.

__ADS_1


"Gak tahu,dia pikir gue cemburu sama manajer HRD yang ternyata kakak iparnya." ujar Weni.


"Ya bukannya lu emang cemburu sama dia,terus apalagi."


"Noval pengen jadiin gue pacarnya,tapi gue belum siap." ucap Weni sambil minum segelas jus jeruk.


"Masalahnya apa lagi,menurut gue Noval baik cuma sedikit sombong aja." kata Sandra.


"Gue lihat sosmed nya Delia,masih terpampang foto Noval sama dia." jelas Weni.


"Delia siapa?"


"Selingkuhannya dulu,waktu gue masih sama dia." ujar Weni.


"Mereka masih berhubungan?" tanya Sandra mengamati mobil yang berhenti diseberang jalan,seperti pernah lihat.


"Gak tahu,gue tanya dia bilang udah gak dan memang gak pernah." ucap Weni.


"Weni,lu kasih tahu Bery kalo kita disini." kata Sandra memberi kode kedatangan Bery pada Weni.


"Iya,abis gue males ditanya-tanya mulu.Sekalian aja gue suruh nanya orangnya." jelas Weni.


Sandra menghela napasnya panjang.


"Hai,Weni." sapa Bery seraya duduk di bangku bersebelahan dengan Sandra.


"Gue udah pesenin lu nasi goreng sama air putih." kata Weni,"Bang,pesenan saya keluarin aja orangnya sudah dateng."teriak Weni pada si penjual.


"Thanks Weni." ucap Bery.


"Ya udah,gue balik duluan.Lu temenin Bery makan San,kasian kalo sendirian." kata Weni beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Sandra dan Bery.


"Kamu dari rumah apa rumah sakit." tanya Sandra masih dengan tatapannya.


"Rumah sakit." jawab Bery singkat.


"Kamu belum makan." tanya Sandra lagi.


"Gak sempet,banyak pasien." kata Bery menyuap makanan terakhirnya dan meminum air putih dari botolnya langsung.


"Gak bergantian dengan dokter Lea."


"Dia sedang sakit."


"Oh...Ada apa mencari aku?"


"Kangen." jawab Bery.


Sebenernya Sandra sangat senang mendengar jawaban Bery,tapi gengsinya lebih tinggi.Jantungnya serasa mau copot,detak nya pun tak beraturan.


"Bukannya ada jam istirahat,kenapa gak kamu gunakan waktu itu."


"Mana boleh meninggalkan pasien yang sedang sekarat." jawab Bery.


"Sandra,apa yang ingin kamu tanya sebenernya." ucap Bery menebak-nebak.


"Bery,sebaiknya kamu gak usah chat atau telepon ke Weni,dia sendiri punya masalah." jelas Sandra.

__ADS_1


"Cerita sama siapa lagi,sahabat kamu cuma Weni kalo aku cerita sama Raina,apa mungkin kamu gak cemburu."


"Lagi kamu mau cerita apa?Sudah gak ada cerita kita,semua sudah berakhir." ucap Sandra menjelaskan.


"Apa kamu benar-benar gak mau kasih kesempatan buat aku." tanya Bery penuh harap.


"..... " Sandra menggelengkan kepalanya.


"Oke,karna kamu diam aku anggap kamu memang sudah gak mau sama aku.Maaf karna kemarin bikin rame rumah sakit,maaf karna malam ini sudah mengganggu kamu.Kalo begitu,aku pulang ya." ucap Bery menundukkan punggungnya pada Sandra kemudian membayar tagihan makanan yang tadi dipesannya.


****


"Apa aku salah."


"Pasti dia marah besar."


"Pasti kalo ketemu dirumah sakit akan sangat canggung."


Berbagai spekulasi muncul dikepala Sandra,antara salah dan benar yang diucapkan pada Bery.


"Hei... bengong aja." teriak Weni mengagetkan Sandra dengan lamunannya.


"G**a lu bikin jantung gue copot aja." umpat Sandra.


"Ngomongin apa lu berdua Bery,lama banget baru naik."


"Gak ada yang diomongin,"


"Terus.... "


"Terus.. terus... nabrak." jawab Sandra asal.


"Maksudnya gimana kelanjutannya."


"Sinetron kali ada lanjutannya." lagi lagi Sandra menjawab asal.


"Gak lucu ah,ditanya malah ngelawak." kata Weni kesal,"Nih Bery kirim pesan ke gue,dia bilang gak ada harapan bahkan kesempatan pun gak ada."imbuh Weni menyodorkan ponselnya.


"Gue gak tahu Weni,sama kayak lu.Lu sendiri dihati pengen sama Noval tapi tetep aja dimulut gak bisa bilang iya,oke kita pacaran.Malah sebaliknya baik lu atau gue dengan tega bilang Enggak." ucap Sandra.


"Kenapa nasib kita begini ya... " kata Weni seraya meminum segelas coklat panas.


"Kadang gue suka ngomong sendiri,gue baru memulai dengan Bery udah kacau apalagi dengan laki-laki lain."


"Semangat...." ledek Weni.


"Apaan sih lu,gak jelas."


Malam semakin larut,dua gadis yang sedang patah hati masih terjaga.


*


*


*


*

__ADS_1


*


thanks buat para reader jangan lupa like komen dan votenya ya.


__ADS_2