RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 36


__ADS_3

Malam ini,kita bertiga temu kangen di apartemen Weni.Bercanda,ngobrol sampai makan bersama gak ada yang ganggu.


"Sandra,handphone lu bunyi mulu dari tadi angkat aja." ujar Weni.


"Biarin aja,Bery." jawabnya.


"Haduh... Sandra,Sandra cemburu di gedein lu.Kan gue udah bilang,gue gak suka sama Bery dia udah gue anggap abang sendiri." ujar Raina.


"Kalo gak mau angkat telepon nya paling gak lu baca pesan nya." ucap Weni seraya meneguk minuman soda.


"Iya,iya gue baca berisik banget lu berdua." jawab Sandra menyaut ponselnya diatas meja.


"Besok kalo gak sibuk,dateng kerumah pagi.Ibu pulang siang,itu kalo kamu sempat.Maaf aku gak bisa jemput,aku bantuin ibu beberes." Sandra membaca pesan dari Bery. Lalu meletakkan kembali ponselnya tanpa membalasnya.


"Ada apa Sandra." tanya Raina.


"Ibunya Bery mau pulang besok siang,dia menyuruh gue dateng ngucapin selamat jalan." ucap Sandra.


"Oh.... " Raina dan Weni ber Oh ria.


"Lu sendiri gimana kabarnya dengan Fito.Apa semua baik-baik saja." timpal Weni.


"Fito sih baik,cuma maminya terus menanyakan kapan gue hamil,kapan kasih cucu,bukannya udah kita pancing sama King.Dan masih banyak banget yang ditanyakan sama gue.Kadang gue kesel,sebal pengen..." curhat


Raina.


"Tapi lu sehat kan,Fito juga sehat kan." tanya Sandra.


"Gue sih sehat,gak tau Fito dia gak mau diperiksa." jawab Raina.


"Lu sendiri gimana sama Noval,Wen."


"Baik emang kenapa?Kalo gue sih berhubungan nyantai aja." jawab Weni.


Mereka kembali berbincang,tertawa,curhat sampai larut malam.Raina menginap karena sudah lama tidak berkumpul.


****


"Eh,sorry gue tinggal dulu ya.Gak enak sama ibunya Bery." pamit Sandra.


"Bilang aja pengen cepet-cepet ketemu Bery,pakai alasan segala." timpal Raina yang sedang membersihkan sampah bekas semalam.


"Enak aja lu,tapi... bener juga sih,Kadang-kadang lu pinter juga Rain." Sandra ketawa.


"Jangan lupa,pulang sampai rumah langsung bikin a**k sama Fito." lanjutnya.


"Rese banget lu." ujar Raina melempar bantal sofa pada Sandra.


"Bye... semua." Sandra berlari menghindari amukan Raina.


Sandra menaiki taksi online yang sudah dipesannya dan menunggu dibawah apartemenya.

__ADS_1


Jalanan menuju rumah Bery tidak begitu macet,karena hari ini hari minggu.


Sandra hanya membutuhkan satu jam untuk sampai ditempat.


Segera dia berlari menaiki lift,menuju lantai 21 unit tempat Bery.


Ting.... bunyi lift dilantai yang Sandra tuju,pintu terbuka dan Sandra pun keluar.


Jantungnya berdegup kencang saat berada didepan pintu rumah Bery.Ragu-ragu dia menekan bel.


Ting... tong... (bunyi bel).


"Sandra," senyum Bery, membawa Sandra masuk kedalam,"Kenapa gak langsung masuk aja,kamu gak lupa sandi rumahku kan?"tambah Bery.


"Emm... selamat pagi bu... " sapa Sandra saat melihat ibu Bery sedang asyik menonton acara gosip di televisi.


"Pagi Sandra,ibu pikir kamu gak kemari." jawab Ibunya.


"Kamu sudah makan?Mau aku buatkan kopi kesukaan kamu." ujar Bery.


"Sudah,gak usah repot-repot nanti aku bikin sendiri." jawab Sandra menjatuhkan bokongnya di sofa menemani ibu nya Bery.


"Apa kamu mau mengantar ibu Sandra?" tanya ibunya Bery.


"Iya bu,kenapa buru-buru amat bu."


"Gak ada yang ngurusin ayahnya Bery disana,kalo Bery kan sudah bisa mengurus dirinya sendiri." jawab ibu Gio.


"Ibu istirahat dulu aja,tidur atau rebahan nanti Sandra bangunin."


Bery membawakan secangkir kopi dan cemilan,"Eh,kemana ibu."tanya Bery duduk disebelah Sandra.


"Aku suruh tidur dulu,waktu nya masih lama.Eh,kenapa kamu bikinin aku kopi." ucap Sandra.


"Gak papa,takut kamu haus." jawab Bery merangkul bahu Sandra yang sedang bersandar disandaran sofa.


Dengan tatapannya yang tajam,Sandra sedikit menggeliat,"Kamu apa-apaan sih Bery."


"Aku kangen sama kamu,entah sejak kapan aku selalu merasa gak bisa jauh dari kamu." bisik Bery ditelinga Sandra.


"Gak usah lebay,kita break baru seminggu ini.Lagian kemaren,kemaren kamu kemana saat perhatianku tertuju hanya pada kamu." sindir Sandra.


"Ya,jujur aku belum bisa melupakan Raina,sampai saat ini pun belum bisa.Tapi aku gak mau kamu menjauh dari aku." jelas Bery.


"Egois."


"Ya aku memang egois,paling gak kamu memberi aku kesempatan,mungkin aku bisa melupakan Raina seiring nya waktu." ujar Bery ngalor ngidul gak jelas.


"Aku gak janji,kita jalanin aja." ucap Sandra asal,dia gak bisa berkata-kata kasar jika berhadapan dengan Bery.


"Baik,aku saja yang janji,aku akan mencoba melupakan Raina." janji Bery.

__ADS_1


***


Siangnya tepat pukul 11,Bery mengantar ibunya ke stasiun ditemani Sandra.


"Hati-hati dijalan bu, jangan lupa telepon kalo sudah sampai." pesan Bery.


"Hati-hati dijalan ibu," ucap Sandra seraya memeluk ibu Bery.


"Terima kasih sayang... kalian jangan berantem terus.Ibu sudah tua,sudah pengen menimang cucu." ujar ibunya Bery,


Saat itu juga Sandra tersedak ludah sendiri mendengar pesan ibu Bery.


"Iya bu,Bery janji bakal bawa Sandra ke rumah." ucap Bery.


"Ya sudah,kalian pulang saja.Tuh,bentar lagi jalan keretanya."


"Da.. da... da... bu."


Bery kembali melajukan mobilnya setelah kereta yang dinaiki ibunya berangkat.


Sepanjang perjalanan,Sandra tersenyum manis saat memandangi ponsel warna silvernya.Seseorang mengirimi foto anak-anak yang berada di panti tempat Sandra dibesarkan.


"Kita mau kemana nih,main atau pulang?" tanya Bery.


"Ke alamat ini,aku kangen sama anak-anak." Sandra menyodorkan ponselnya pada Bery.


"Anak-anak,maksud kamu gimana San.?" ujar Bery sedikit bingung.


"Bery belum tahu kalo gue besar dipanti,sekalian aja gue kerjain." batin Sandra,tapi Sandra hanya menyeringai geli.


"Iya,anak-anak aku.Haduh... Bery,kamu ternyata memang gak mau tahu kehidupanku.Aku itu janda,punya anak.Memangnya Raina gak cerita sama kamu." ledek Sandra seraya menahan tawanya.


"Raina gak pernah cerita,janda.... jadi... " ucap Bery sedikit bingung dan ada sedikit penyesalan di setiap ucapannya.


"Bery,sebelum hubungan kita makin jauh,apa gak kamu pikirin lagi.Bayangin kalo keluarga kamu tahu,kamu pacaran sama janda punya anak yang ditinggal sama suaminya.Apa kata mereka?" Sandra makin ngerjain Bery kala Bery ragu-ragu.


"Emang enak gue kerjain," batin Sandra lagi.


"Kita bicarakan lagi nanti,aku sedang mengemudi jadi kamu diam saja." jawab Bery fokus pada kemudinya tapi pikirannya melayang entah kemana.


Dua jam perjalanan menuju panti tempat Sandra tinggal.Bery ragu-ragu antara mau turun atau tetap didalam mobil.


"Kamu mau dimobil aja,ayo turun aku kenalin sama anak-anak aku." ajak Sandra tersenyum.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Author masih stay dengan cerita Sandra dulu ya guys,nanti balik lagi dengan Raina atau campur saja biar seru.


__ADS_2