
Sekuat tenaga Wulan mendorong tubuh Raina masuk kedalam rumah.
Plaakkk.... (anggap saja suara tamparan)
"Ini akibatnya kalo lu masih ganggu hubungan gue dan Fito." ujar Wulan, Plaakk... satu tamparan lagi mendarat dipelipis bibir Raina.
"Maksud lu apa sih,gue sama sekali gak pernah ganggu hubungan lu dan Fito." jawab Raina marah.
"Lihat... lihat ini,udah berapa kali gue nerima pesan dari Bagas.Lihat foto ini,bukankah ini lu." Wulan memperlihatkan foto kiriman Bagas.Mulai dari Fito yang antar jemput Raina,sampai tugas keluar kota kemarin.
"Mulai sekarang,lu harus jauhi Fito kalo enggak,lu bakal Terima yang lebih parah dari ini." ancam Wulan.
"Apa lu takut kalo Fito bakal balikan sama gue,bukannya lu sangat percaya diri selama ini." ujar Raina.
"Gak usah banyak omong,lu lihat aja nanti." ucap Wulan meninggalkan rumah Raina.
"Dasar gak tahu malu,seenaknya aja nuduh gue." gerutu Raina sambil berjalan menutup pintu.
Lalu,kembali kekamar mengambil kotak P3K nya,mengoles obat di bagian bibir yang berdarah akibat tamparan Wulan.
"Awwuu.... sakit banget,dasar breng**k." umpat Raina masih mengoles obatnya.
****
Jarum jam menunjuk pukul 6 sore,dengan langkah yang lelah,Weni membuka sandi rumahnya.
Masuk kedalam,menuju dapur.Mengambil segelas air minum.
"Eh,kenapa tuh bibir?" tanya Weni sambil meneguk segelas air.
"Habis disenggol mak lampir." jawab Raina kesal.
"Siapa yang lu maksud." tanya Weni lagi menginterogasi.
"Wulan.Dia pikir gue gangguin hubungan dia sama Fito." ucap Raina.
"Ganggu gimana maksud lu."
"Jadi selama ini,Bagas mengintai gue Wen.Dia yang mengirim foto-foto gue sama Fito.Masa,mulai dari Fito mengantar gue kerja sampai kemarin di luar kota,semua difoto sama Bagas dan dikirim ke Wulan." jelas Raina.
Weni geleng-geleng kepala,tak percaya dengan yang dilakukan Bagas.
"Ckckckck.... gue gak yakin Bagas seperti itu orangnya.Jadi selama ini hanya kedok tampangnya." ujar Weni.
"Gue makin ilfil sama Bagas,nyesel gue kerja disitu." kata Raina.
"Sudah-sudah,masih cuti ini istirahat sebentar juga ilang tuh lebam." kata Weni.
Tanpa sepengetahuan Raina,Weni mengirim pesan pada Fito.
"Fito,pacar lu emang kurang ajar ya.Berani-beraninya dia nampar sahabat gue." pesan Weni terkirim.
"Maksud lu apaan? Gue gak ngerti." balas Fito.
"Tadi dia datang kerumah,lu tahu apa yang dilakuin Wulan.Dia marah-marah dan menampar Raina dua kali sampai bibir manisnya berdarah dan lebam." lanjut Weni.
"Thank you informasinya." Fito.
__ADS_1
****
Fito melajukan mobil sport nya menuju rumah Wulan.Emosinya sudah tak terkendali lagi,mendengar dia menampar Raina.
Jalanan sangat sepi karena hari sudah larut malam.Mungkin yang dicarinya juga sudah tidur,bermimpi indah.
Beberapa menit kemudian,Fito sampai didepan pintu gerbang rumah Wulan.Dengan marahnya,Fito menggedor dengan keras.Seorang security menghampiri Fito.
"Eh,tuan Fito... ada apa tuan?" tanya laki-laki itu.
"Wulan ada." tanya Fito.
"Ada didalam,tapi mungkin sudah tidur tuan." jawab si penjaga rumah Wulan.
Dengan langkah cepat,Fito menuju pintu rumah Wulan.Menggedor-gedor seperti depkolektor yang menagih hutang.
"Wulan mana?" tanya Fito saat pintu dibuka seorang pelayan dirumah Wulan.
"Nona Wulan sudah tidur." jawabnya ketakutan.
"Bangunkan dia sekarang." perintah Fito.
Dengan ketakutannya,si pelayan lari menuju kamar nona mudanya diatas.
Mengetuk pintu dengan sedikit keras,membangunkan si nona mudanya.
"Bibi apa-apaan sih,ini sudah malam." ucap Wulan dengan marahnya.
"Dibawah ada tuan Fito,sepertinya dia marah sekali non." jawab si pelayan.
"Fito? ada apa malam-malam begini kerumah." kata Wulan penasaran. Segera dia berjalan kebawah menemui Fito.
"Auww... Lepasin tangan aku Fito,sakit tahu." kata Wulan kesakitan.
"Aku gak akan lepasin sebelum kamu jelasin maksud kamu datang ke rumah Raina." Fito
"Oke... oke.Aku gak suka kalau kamu deket-deket sama Raina.Apa kamu sadar,dia itu mantan kamu." ucap Wulan
"Sudah aku bilang,itu masa lalu.Bukannya kita sudah merencanakan pernikahan,atau kamu masih ragu sama aku." kata Fito penuh penekanan.
"Iya,aku ragu." sarkas Wulan.
"Oke,kalau kamu ragu lebih baik kita intropeksi diri dulu." ujar Fito meninggalkan Wulan.
"Fito.... Fito....!! " panggil Wulan,tapi Fito tetap berjalan penuh amarah.
Melajukan mobilnya dengan kencang.
Brrrraaakkkk....!!!!
****
Raina berada di dapur membuat sarapan,sementara Weni duduk didepan ruang televisi.Sembari meneguk segelas air putih,Weni terkejut melihat berita pagi ini.
"Sepertinya gue kenal ama itu mobil sport." ucap Weni dalam hati melototi televisi.
"Lu kenapa Wen," tanya Raina sambil menjatuhkan bokongnya di samping Weni.
__ADS_1
"Lu lihat Rain,berita itu.Kecelakaan mobil,sepertinya gue kenal sama itu mobil.Gak asing dimata gue." ucap Weni mengeraskan volume televisinya.
"Wen,itu bukannya mobil Fito." kata Raina baru sadar,
"Oh iya,Fito.Apa yang kecelakaan itu Fito,Rain?" kata Weni lirih.
Segera Raina mendial nomer tante Dewi,mami Fito.
Tut... tut... tut....
Tidak ada jawaban,langsung Raina menekan layar ponselnya.Mendial nomer Fita,adik Fito.
"Halo... " jawab Fita dari ujung telepone.
"Fita,kak Raina mau nanya.Apa terjadi sesuatu sama Fito?" ucap Raina sangat hati-hati.
"Iya kak,semalam mobil kak Fito kecelakaan kak.Sekarang kak Fito masih di ICU." jawab Fita menangis.
"Rumah sakit mana Fit.Kakak segera kesana." kata Raina sembari menutup ponselnya setelah Fita memberitahu dimana rumah sakit tempat Fito dirawat.
Raina berjalan menuju kamarnya,berganti pakaian.
"Wen,ayo kerumah sakit,lu bener Fito kecelakaan."Raina
" Oke."jawab Weni.
****
Sepanjang perjalanan kerumah sakit,Weni menatap tajam kearah Raina.Weni tahu benar kalau Raina,sahabatnya masih menyimpan rasa untuk Fito.
Sudah jelas,sampai sekarang Raina belum bisa move on,dengar kabar Fito kecelakaan,dia kalang kabut buru-buru kerumah sakit.
"Lu ngapain lihatin gue mulu." ujar Raina yang menyadari Weni dari tadi menatapnya.
"Gak apa-apa.Gue perhatiin lu khawatir banget Rain." tanya Weni.
"Dia mantan gue Weni,emang lu lupa."
"Bukan karna lu masih ada rasa sama dia." ujar Weni.
"Weni."
"Oke... oke."
Raina dan Weni turun setelah taksi yang ditumpangi mereka berhenti tepat didepan pintu masuk rumah sakit.
Raina dan juga Weni berjalan mencari ruang ICU.
Sebelum sampai,Raina bertemu Fita di lobby rumah sakit.
"Fita..!! " panggil Raina
"Eh,kak Raina."
"Gimana kak Fito?" tanya Raina sedikit khawatir.
"Sudah dipindah keruang pasien kak,tapi belum sadar kak Fito nya." jelas Fita.
__ADS_1
"Apa parah lukanya?" tanya Raina lagi sembari berjalan menuju ruang VIP.
*****