
Tiba-tiba saja Sandra menarik bangku yang ada disebelah Bery,"Hai... "sapanya.
" Lho... Sandra kok bisa nyampai sini."tanya Weni.
"Bisa dong,gue pake telepati." jawab Sandra seraya meneguk air minum punya Bery.
"Karena udah ada Sandra,jadi gue balik dulu ya.Gak enak,takut ganggu." ujar Raina.
"Sama,jam istirahat gue bentar lagi abis,kan buat jalan pas tuh jamnya." timpal Weni.
"Oke,see you." ucap Sandra.
"Tadi aku kirim pesan sama Raina.Jadi aku tahu kamu disini." ucapnya,"Bery,kenapa kamu menghindari aku dirumah sakit."imbuhnya.
"Ya gak enak dong sama yang lain," jawabnya,"Nih,jam makan siangku sudah selesai,aku balik rumah sakit dulu."tambahnya sambil memperlihatkan arlojinya.
"Terus aja menghindar." sarkas Sandra."Bery... aku belum selesai ngomong. Bery... berhenti."teriak Sandra tapi tak dihiraukan Bery.
Masih dengan kemarahannya,Sandra menaiki taksi yang sudah dipesannya menuju kediaman ayahnya.Entah scenario apalagi yang dibuat ayahnya.
Setelah melewati satu jam,Sandra sampai dirumah megah dengan pagar keliling yang tinggi.
Seorang laki-laki dengan badan kekar,kulit hitam pekat dan wajah sangar membukakan pintu gerbang untuknya.
"Selamat siang nona Sandra." sapanya tanpa senyum.
"Siang..." jawab Sandra langsung berjalan menuju kedalam rumah.
****
Didalam rumah....
"Apa kamu sudah makan...?" tanya ibu tirinya dengan wajah datarnya.
Yup,ibu tirinya memang berwajah datar sedikit judes tapi hatinya baik.Mungkin kalau orang yang belum mengenalnya,takut saat bertemu dengannya.Seperti Sandra waktu masih kecil dulu.
"Sudah bu... " jawab Sandra seraya menjatuhkan bokongnya diatas sofa ruang keluarga.
"Oiya bu,ngomong-ngomong ada apa ayah memanggil Sandra?" imbuh Sandra.
"Tidak tahu.Bibik.... bibik... " panggil sang ibu, "Ambilkan minum buat nona Sandra." perintahnya.
Tak lama kemudian,ayahnya menuruni anak tangga yang lumayan tinggi.Menghampiri Sandra dan istrinya.
"Ayah cuma mau bilang,sebaiknya kamu tinggal dirumah ayah." ujar sang ayah.
"Gak mau.Ayah,Sandra udah menurut sama ayah buat jagain rumah sakit,Sandra gak mau kalau harus tinggal disini." jawab Sandra,"Baru tahu Sandra presdir dirumah sakit aja,Bery menghindar apalagi kalau dia tahu rumah Sandra sebesar sawah dia dikampung."celetuk Sandra.
"Kamu ngomong apa Sandra? Ayah mendengar tadi kamu bilang apa,Bery?" ucap ayahnya yang sedikit mendengar gumaman Sandra.
"Bery ayah,pacar Sandra.Dia tahu kalau Sandra presdir dirumah sakit dia bekerja,terus dia menghindari Sandra.Gimana kalau dia tahu rumah ayah sebesar ini." jelas Sandra.
"Kalau dia benar-benar cinta sama kamu,ngapain dia menghindar." ucap ayahnya.
__ADS_1
"Pasti minder dong,ayah.Pasti banyak desas desus dikuping dia," lanjut Sandra.
"Jadi gimana,kamu tetap gak mau tinggal disini." tanya ayahnya lagi.
"Jadi yah,tapi cuma malam ini." kata Sandra seraya tertawa,"Sania,kakak numpang tidur dikamar kamu ya."panggil Sandra saat Sania melewati dirinya.
"Tidur aja dikamar kakak sendiri," jawab Sania,adik dari Sandra.
"Gak mau,kakak maunya sama kamu." ucapnya sambil berjalan merangkul Sania.
****
"Sandra,lu dimana kenapa jam segini belum pulang." ucap Weni dari ponselnya.
"Sorry Wen,gue lupa ngabarin lu.Malam ini gue nginep dirumah ayah." jawab Sandra dari ujung telepon.
"Huft... kalau tahu begini ngapain gue nungguin lu pulang.Ya udah gue tutup ya,ngantuk." Weni mematikan ponselnya dan menarik selimut.
Setelah Sandra mengakhiri panggilan dari Weni,dia pun bergegas tidur.Besok banyak sekali yang harus diurus,mulai dari membereskan barang yang ada dikantor lama Sandra.Dilanjutkan rapat dirumah sakit,terus ada yang harus Sandra jelaskan pada Bery.
"Huft... apa Bery besok menghindar dari gue." batin Sandra seraya menghela napas panjang.Menarik selimut dan memeluk Sania dari belakang.
Biarpun beda ibu,Sandra menyayangi Sania dan Sandi.
"Ih... jangan peluk-peluk Sania,geli tahu." sarkas Sania masih dengan mata yang terpejam.
"Bodo amat, memangnya kamu gak kangen sama kakak." jawab Sandra makin erat memeluknya.
"Ogah,kakak itu sudah enak tinggal sendiri."
"Udah ah,Sania mau tidur besok ada kuis." kata Sania mengakhiri obrolannya.
Kakak beradik itupun sudah terlelap,sudah jauh ke alam mimpinya.
****
Pagi yang cerah,sinar matahari melewati celah jendela kamar Sania.Embun pagi masih bergelayutan malas menempel didedaunan.
Sandra meregangkan tangannya,melemaskan otot-otot nya.Dilihat samping tubuhnya,Sania sudah tak ada.Mungkin sudah berangkat kuliah,jam dinding memang sudah menunjuk angka setengah delapan.
Sandra bergegas kekamar mandi,membersihkan tubuhnya.Lalu,memakai pakaian kerja setelah selesai mandi.Berhias diri dan memoles bibirnya dengan lipstik warna nude kesukaanya.
Kemudian,Sandra keluar dari kamar berjalan menuju meja makan.Terlihat ayah si empunya rumah dan istrinya,Sandi anak laki-laki satu-satunya.
Sandra menarik kursi disebelah Sandi,dan duduk mengambil selembar roti tawar yang diberi selain coklat.
"Sania mana ayah,kok gak kelihatan." tanya Sandra sambil meneguk segelas susu.
"Kamu yang tidur bareng kok nanya ayah," jawab ayahnya cuek.
"Ih... ditanya malah begitu jawabnya.Ayah rapi banget,mau kemana?" tanya Sandra lagi.
"Kamu ini banyak nanya,memangnya ayah gak boleh rapi."
__ADS_1
"Bukan begitu,kali aja ayah mau kembali jadi presdir dirumah sakit jadi Sandra gak jadi mengundurkan diri dikantor."
"Enak saja kalau ngomong,ayah mau ke perusahaan ada yang harus diurus."
"Ya sudah,Sandra berangkat dulu Terima kasih sarapannya." Pamit Sandra tak lupa mencium punggung tangan ayah dan ibu tirinya,menyalami mereka.
****
Sandra sampai dikantor tepat pukul setengah sembilan,dia hanya membereskan barang-barangnya dan berpamitan pada rekan-rekan kantornya.
"Saya permisi pak Bagas,Terima kasih." pamit Sandra pada Bagas pimpinan perusahaan.
"Semoga kamu sukses,Sandra." ucap Bagas menyemangati.
"Terima kasih do'anya pak Bagas." jawab Sandra,"Terima kasih semua,"imbuh Sandra pada rekan-rekan yang lain.
"Semoga sukses."
"Semoga betah ditempat yang baru."
"Jangan lupain kita-kita ya."
Berbagai macam ucapan selamat jalan untuk Sandra dari teman-temannya.Cukup lama juga Sandra bekerja diperusahaan Bagas.Hingga Sandra tak kuat lagi membendung air matanya.
"Sampai jumpa semua." Sandra melambaikan tangan sambil berjalan keluar kantor.
(Skip)
Dirumah sakit,Bery membalikkan arahnya saat melihat Sandra berjalan dengan pimpinan rumah sakit.Sandra berjalan menuju ruangannya.
"Terus saja kamu menghindari aku." gumam Sandra.
"Maaf,ibu bilang apa barusan." tanya pimpinan rumah sakit yang mendengar gumaman Sandra.
"Oh... tidak ada,saya sedang berbicara sendiri." jawab Sandra,rupanya tidak ada yang tahu hubungan Sandra dengan dokter Bery.Mungkin hanya beberapa perawat saja yang tahu.
*
*
*
*
*
*
Bersambung....
tetap dukung saya dengan cara like, komen dan vote nya ya..
Maaf bila ada salah kata dalam penulisan maklum baru belajar menulis.
__ADS_1