
Matahari kini perlahan menuju kearah barat.Sinarnya berasa hangat.Langit menunjukkan warna kemerahan bercampur orange.Senja segera berganti malam ketika matahari tenggelam di arah barat.
Dengan mobil sportnya,Fito menuju apartemen Weni.Menjemput Raina,istrinya.
Didalam mobil,Fito sedikit grogi tangannya gemetar memegang stir kemudi.
Setelah satu jam perjalanan,Fito akhirnya sampai di depan apartemen.Menata rambutnya yang sedikit berantakan.
Fito keluar dari lift lantai lima, berjalan kearah pintu masuk unit tepat didepan lift.
Membunyikan bel,jantungnya berdegup kencang tak beraturan hingga Fito sulit untuk mengatur nya.
Terlebih lagi,saat Raina membuka pintu.Rambutnya yang panjang diikat membuat leher jenjangnya terlihat sexy.
Makin membuat jantung Fito tak terkendali.
Matanya tak berkedip memandang Raina.Tak terasa Fito menelan ludahnya sendiri,ternganga melihat kecantikan Raina.
(Selama ini lu kemana Fito... Woy...!!!)
"Fito? Masuk." Raina sama terkejutnya dengan kedatangan Fito.
Fito masuk setelah Raina mempersilahkannya.
"Raina,aku minta maaf atas kejadian kemarin.Aku hanya takut kamu meninggalkan ku." ucap Fito menundukkan kepalanya.
Sementara Raina terdiam.
"Eh... ada bos,kenapa gak bilang mau kesini.Kan gue bisa nebeng." ujar Weni,Raina tak menyadari kepulangan sahabatnya.
"Weni,... " ucap Raina mengedipkan matanya.
"Emang cowok lu gak nganterin." ucap Sandra dari belakang.
"Gue mana ada cowok,Sandra." sarkas Weni.
"Weni,Sandra,makasih ya udah nampung gue.Gue udah dijemput,jadi gue pulang dulu." ucap Raina memeluk kedua sahabatnya.
Fito pun beranjak dari duduknya.
"Fito.... Ingat,kalo lu bikin Raina nangis lagi,gue bakal jodohin dia sama Bagas." Weni menghentikan langkah Fito.
"..... " Fito hanya tersenyum menyeringai.
****
Didalam mobil,Fito menarik sitbelt dan mengikatnya pada Raina.Matanya beradu pandang dengan mata Raina.Hanya beberapa centi saja.
Seperti kerasukan saja,Raina menyambut bibir tipis Fito yang mendarat lembut dibibirnya.Melum*tnya,dan memainkannya.Fito melanjutkan aksinya hingga ke belakang leher Raina.
Saat matanya terbuka,Raina tersadar dan mendorong tubuh Fito.
"Fito,ini dimobil hentikan." ujar Raina segera membenarkan posisi duduknya.
"Maaf,Raina.Aku sangat rindu kamu." ujar Fito kembali ke kemudinya dan melajukan mobilnya.
Raina malu setengah mati,pipinya merah merona.
"Aku lapar,kita cari makan dulu." kata Fito.
"Hem..."
Sampai juga Fito mengemudi ke tempat makan dipinggir jalan.Membukakan pintu mobil untuk Raina.
__ADS_1
"Tunggu." Fito menarik tangan Raina,"Buka ikat rambut kamu,leher kamu begitu indah,jangan sampai orang lain menikmatinya."menarik karet yang mengikat rambut Raina.
"Hah... " Raina bengong,"Kenapa dengan dia... "
"Kamu beneran mau makan disini?" tanya Raina mengawasi sekeliling.
"Ya gak dong,disini itu makanannya paling enak dan higienis." jawab Fito menggandeng tangan Raina.
"Nasi goreng spesial satu pak." ujar Fito pada penjual dipinggir jalan.
"Eh, den Fito sudah lama gak kesini,nasi gorengnya seperti biasa kan." tanyanya,"Non Sari pedas seperti biasa?"lanjut si penjual tanpa melihat Raina.
Dan Raina pun terkejut,, "Oh,jadi ini tempat spesial mereka berdua.Ngapain ngajak gue kesini." batin Raina,wajahnya seketika berubah masam.
"Bukan Sari pak Diman,ini Raina istri saya." timpal Fito senyum.
"Oh.... maaf, maaf non Raina.Saya pikir den Fito masih sama non Sari."
"Iya gak papa pak." jawab Raina.
Mereka berdua makan dengan tenang,entah apa yang dipikirkan Fito.Sebentar-bentar senyum,menyebalkan.
****
Sudah sangat larut Fito dan juga Raina sampai dirumah.Rumah sepi seperti tak berpenghuni,seperti hutan belantara.
Hanya terdengar suara dari dapur,mungkin para pelayan yang masih membereskan dapur.
"Nona Raina,ada yang bisa saya bantu." tanya pelayan saat Raina menghampirinya.
"Tidak ada,saya ambil sendiri saja mbak." jawab Raina mengambil segelas air putih.
Setelah itu kembali lagi ke kamarnya.Perasaannya masih sedikit syok,kamar diubah penempatannya.
Tak ada lagi guling sebagai penghalang,antara Raina dan Fito.
"Raina.... kamu udah tidur?" bisik Fito ditelinga Raina.
"Hemm... " jawab Raina menggeliat saat Fito memeluknya.
"Apa boleh malam ini.... " Fito berbisik lagi.
Dan Raina membalikkan badannya, menghadap Fito.
"Apa kamu udah siap," tanya Raina,"Kamu belum mencintaiku,"imbuhnya.
"Apa kamu tidak percaya sama aku,"
"Bukan itu maksud aku.Aku belum siap... " ujar Raina.
Fito membungkam mulut Raina dengan menci*mnya, sedikit memaksa.Karena sedari tadi juniornya gak mau bertahan.
"Fito." Raina mendorong Fito,"Aku gak bisa nafas."imbuhnya.
Tidak sampai disitu,Fito melanjutkan aksinya.Menjelajahi leher jenjang Raina,meninggalkan bekas sebagai bukti kepemilikannya.
Membuat Raina tak tahan,mengeluarkan desah*n,Fito makin menjadi.Melucuti semua pakaian yang menempel ditubuh Raina.
Mer***s dua gunung kembar dengan lembut.Raina terus mengeluarkan des***n nikmat.
"Akh.... akh.... Fito," ucap Raina mencengkeram punggung Fito.
"Sebentar lagi sayang... aku akan pelan-pelan." ucap Fito sambil menikmati setiap de****n Raina.
__ADS_1
"Akh.... Raina,aku mau kel**r."lanjut Fito.
Akh..... akhirnya Fito mencapai puncaknya begitu juga Raina.Setelah juniornya keluar masuk diarea sensitif Raina.Mengeluarkannya didalam,mereka saling bertatapan.Memandang satu sama lain,Fito memeluk Raina erat.
" Terima kasih sayang... i love you."ucap Fito mencium kening Raina.
Mereka berdua tertidur karena kelelahan.
***
Mentari pagi bersinar terang,masuk kedalam celah-celah jendela kamar.Raina masih tertidur pulas,karena kelelahan.
Tapi tidak dengan Fito,dia sudah membersihkan diri dikamar mandi,satu jam yang lalu.Sekarang berada dibalkon,mengutak-atik laptopnya.
Tiba-tiba,pintu kamar dibuka seseorang,yup.King melompat ke atas ranjang,membuat Raina terkejut.
"Tante Laina,ayo bangun main sama King." teriaknya sambil menarik-narik selimut yang menutupi semua bagian tubuh Raina.
"Hoam.... " Raina membuka matanya dan kaget setengah mati melihat King.
"Ya ampun... King." lanjutnya dalam hati seraya mengintip tubuhnya didalam selimut,"Gue masih telanjang."imbuhnya masih dalam hati.
"King,kapan kamu kesini." tanya Fito mendekati King.
"Semalam,mami sama papi ada tugas dilual." jawab King masih dengan cadelnya.
"King bisa keluar dulu gak,lihat tante Raina nya masih ngantuk." ucap Fito.
"Baik om,King tunggu dilual ya." jawab King polos.
"Apa masih ngantuk?" tanya Fito pada Raina.
Raina menggelengkan kepalanya,semari menutup setengah mukanya dengan selimut.Malu,rasanya.
Bergegas Raina bangun,tapi....
"Auww.... " Raina merintih kesakitan.
Tanpa permisi,Fito menggendong Raina ala bridal style. Masuk ke kamar mandi,menurunkan diatas bathup.
"Makasih Fito." ucap Raina.
"Gila,ternyata begini sakitnya." gumam Raina setelah Fito keluar dari kamar mandi.
Sementara Fito keluar kamar menuju dapur.
"Bik Imah,bisa minta tolong bawakan sarapan ke kamar." ujar Fito.
"Bisa tuan muda,buat siapa tuan?" tanya bik Imah.
"Raina." jawab Fito.
*
*
*
*
Bersambung...
tetap dukung author dengan cara like, koment dan vote nya ya
__ADS_1
Terima kasih.