
Sungguh memalukan kelakuan Raina dan Fito,hari ini mereka membuat keluarga dan sahabatnya menunggu.
"Lu habis ngapain sampai kesiangan begini,mana rambut masih basah." bisik Sandra tertawa geli.
Semua yang menunggu menahan tawa melihat Raina yang masih basah rambutnya.
"Udah kalau kalian semua mau ketawa, ya ketawa saja. Gak usah ditahan-tahan." ucap Fito yang akhirnya membuat semua orang mengeluarkan suara tawanya terbahak-bahak.
"Sudah,sudah ayo jalan." kata mami masih tertawa.
Keluarga dan sahabat Raina maupun Fito membantu pindahan.Mereka beriringan melajukan kendaraannya.
"Ternyata lu mahir juga pegang stir." ujar Weni pada Sandra yang sedang fokus dengan kemudinya.
"Makasih nona cantik,ngomong-ngomong kenapa lu gak bareng Noval aja.Kalian berdua deket kan, berantem.?" ucap Sandra.
"Noval sekarang menjauh dari gue,dia menghindar." jawab Weni,"Mungkin dia merasa kalo gue ngegantungin dia kali.Mungkin dia juga menyerah memperjuangkan gue."imbuhnya.
"Setiap orang punya pemikiran masing-masing Wen,Noval mungkin merasa kalo selama ini lu hanya main-main dengan dia." ujar Sandra.
"Sebenarnya gue trauma,takut kalo seandainya gue terima dia lagi.Kejadian dulu waktu dia selingkuh didepan mata gue.Gimana kalo gue Terima dia lagi, terus kejadian dulu terulang."
"Lu cuma perasaan aja Weni,mungkin Noval sudah berubah."
"Semoga saja,aamiin." jawab Weni.
Akhirnya,mereka semua sampai diparkiran lantai dasar apartemen Fito.
Setelah,memparkir mobilnya mereka semua menaiki lift dan menuju lantai 35.Dimana unit yang Fito dan Raina tinggali berada.
"Akhirnya kita sampai juga." ucap Fito seraya membuka kata sandi yang ada digagang pintu apartemen nya.
"Mari silahkan masuk semua." imbuh Fito mempersilahkan semua masuk.
****
Semua sedang beristirahat mengobrol diruang keluarga.Sementara,mami papi dan adiknya sudah duluan kembali kerumah.Hanya tersisa Weni,Sandra dan Noval.
"San,gimana Bery?" tanya Raina.
"Masih sama,malah makin bikin sakit hati." ujar Sandra.
"Maksud lu gimana,San?" tanya Weni,"Gue pikir lu baik-baik saja."
"Sejak pengangkatan gue,Bery menghindari gue sekarang makin menghindar.Kalau memang dia minder kenapa ga bilang aja.Dan,kalo dia memang gak mau lanjut kenapa dia malah bikin gue panas.Kenapa dia malah jalan bareng dokter Lea.Coba kalian pikir,apa gue kuat setiap hari ngelihat mereka."ujar Sandra dengan kesal bercampur sedih,dan air matapun menetes tak terasa.
"Oh... jadi begitu dia.Awas saja kalo ketemu gue." ancam Weni seraya mengepalkan kedua tangannya."
"Mo ngapain lu" ucap Raina.
"Gak papa," kata Weni.
Sedang asyik ngobrol,terdengar bel rumah berbunyi.Dari arah dapur,Fito bergegas membukanya.Dan,ternyata dokter Sari sama King.
King berlari menghampiri Raina yang sedang duduk diruang keluarga.
"Selamat siang Raina... eh,ibu Sandra." sapa dokter Sari.
__ADS_1
"Selamat siang dokter Sari,iya kebetulan saya teman Raina." jawab Sandra.
"Sari... " panggil Fito,dan dokter Sari pun menghampiri Fito yang berjalan kearah dapur.
Sepertinya,dokter Sari sedang ada masalah.
"Tante,kata mami King bobo disini malam ini.Mami udah bilang om Fito." ucap King polos banget,membuat Raina heran.
"Boleh sayang." jawab Raina,"Eh,sampai lupa.Kalian mo minum apa?"imbuh Raina pada kedua sahabatnya dan juga Noval sahabat suaminya.
"Air putih aja." jawab mereka bertiga serentak.
Raina menuju dapur hendak mengambil air,tapi pemandangan yang ada didepannya mengejutkan.Pemandangan yang seharusnya tidak pantas dilihat.
Dokter Sari sedang memeluk Fito,dan yang lebih parahnya Fito menyambutnya.
Saat tatapan mata Raina beradu pandang dengan Fito,segera Fito melepas pelukan dokter Sari.
Sementara Raina pergi,mengabaikannya.
"Apa yang sedang mereka lakukan,sungguh tak pantas." gerutu Raina.
Meletakkan botol air mineral dengan sedikit membantingnya.Membuat Sandra dan Weni heran.
"Ada apa Rain,kok muka lu memerah begitu." tanya Weni.
"Gak papa,barusan gue lihat kelakuan se**n." jawab Raina kesal.
"Oh... oh... oh... ada yang gak beres nih.Baru kali ini gue denger seorang Raina mengumpat." sahut Sandra.
(skip)
"Semoga lu betah disini." imbuh Weni.
"Makasih ya... sering-sering main kesini." ucap Raina.
****
Hari sudah sore,entah apa yang Fito dan dokter Sari bicarakan.Mereka berdua berada di balkon apartemennya.
Membuat perasaan Raina tak tenang,antara cemburu dan ingin tahu.
"Raina,Sari mau pamit pulang." panggil Fito saat Raina berada di dapur.
"Oh,sudah selesai kalian meetingnya." tanya Raina ketus.
"Maksud kamu apa,meeting? " ujar Fito.
"Iya,meeting.M****in yang penting-penting." sarkas Raina mematikan kompor didapur dan berjalan menemui dokter Sari.
"Raina,saya minta tolong malam ini King menginap disini." ucap dokter Sari.
"..... " Raina hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Fito,makasih buat semuanya.Aku nitip King." kata dokter Sari seraya mencium King sebelum meninggalkannya di rumah Fito.
"Baik-baik ya sayang,jangan nakal,jangan ngerepotin tante Raina.Oke." ucap dokter Sari pada King.
__ADS_1
"Oke mami.Da.. da.. da.. " jawab King sambil melambaikan tangannya.
****
Saat malam hari...dikamar.
"Apa King sudah tidur,sayang?" tanya Fito.
"Sudah." jawab Raina ketus seraya menarik selimut dan berbaring membelakangi Fito.
"Apa yang gue lakuin,apa ada yang salah." batin Fito.
"Raina... Raina.... " panggil Fito sambil menggoyangkan tubuh Raina,"Kamu sudah tidur."
"Kenapa,ada yang mau kamu bicarakan?" jawab Raina dari balik selimut,"Mau cerita apa!?"imbuhnya nongol dari balik selimut.
"Gak papa... perasaan kamu aneh banget dari tadi siang."
"Aneh??? Kamu yang aneh berduaan terus sama dokter Sari." ucap Raina kesal.
"Oh... kamu cemburu?"
"Kalau iya, kenapa?"
"Raina,jangan keras-keras sepertinya King terbangun.Kalau dia sampai dengar,bisa-bisa dia ngadu ke maminya.King itu anaknya pintar." ujar Fito karena mendengar suara dari luar.
"Ya jelas pintar,mami papi nya aja dokter." kata Raina,"Sebentar aku cek keluar."
Raina keluar dari kamar,karena mendengar suara dari arah dapur.
"King.... apa yang kamu lakukan malam-malam begini." tanya Raina pada King.
"King haus tante,King juga lapar." jawab King yang sudah bisa melafalkan huruf R.
"Kenapa gak bilang sayang.... King mau makan apa sayang." tanya Raina.
"Duh... gara-gara emaknya,gue sampai tega sama ini anak." gumam Raina dalam hati merasa bersalah.
"Adanya apa tante..." tanya King.
"Coba tante lihat dilemari es ya." ucap Raina sambil mencari bahan yang ada dilemari pendingin.
"Tante.... " menarik baju bagian bawah Raina.
"Ada apa sayang... sebentar ya." kata Raina masih sibuk.
"Yah... King mau tante buatin mie goreng,soalnya yang ada cuma mie instan sayang." kata Raina lagi.
"Boleh tante,King tunggu dimeja makan ya." King berjalan dan duduk dimeja makan.
*
*
*
*
__ADS_1
*
bersambung....