Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang
30.Jangan kau abaikan pasanganmu


__ADS_3

Keduanya bicara bersamaan.Sedetik kemudian ekspresi wajah Sakti berubah dingin.Tere adalah mantan pacar Sakti. Bisa di katakan Tere adalah cinta pertama Sakti. Karena Sakti hanya pernah menjalin hubungan dengan Tere waktu kuliah.


Sakti seolah tidak kenal dengan perempuan yang ada di hadapannya sekarang.


"Mas Sakti bagaimana kabarmu?" tanya Lisa.


"Seperti yang kau lihat aku baik."


"Mas tunggu kita perlu bicara mas! Tere memegang tangan Sakti agar dia tidak pergi.


"Maaf, tapi tidak ada yang ingin aku bicarakan dengan mu."


Sakti segera pergi meninggalkan Tere yang masih diam di tempat. Sepertinya perempuan ini belum bisa menerima maaf dari Sakti. Buktinya setelah sekian tahun sikap Sakti masih sama ketika terakhir mereka bertemu.


" Itu Tere bukan? Kenapa kau masih saja bersikap seperti itu Sakti? Apa Papa mengajarkan mu untuk jadi pengecut seperti ini?"


"Sakti hanya tidak ingin bertemu dengan nya lagi Pa."


Rahman hanya geleng geleng kepala melihat anaknya yang keras kepala tersebut. Sebenarnya Sakti bukan tipe orang pendendam, tapi mengingat perselingkuhan Tere saat masih bersama nya dulu itu membuat nya marah.

__ADS_1


***


Aku tidak hanya ingin memberimu cinta. Tapi, aku juga ingin memberimu kehidupan yang layak. Dan saat semua sudah ku dapatkan. Kau sudah dimiliki orang lain.


Seperti sebuah rekaman yang di putar berulang kali. Kata-kata itu selalu muncul dalam pikirannya. Rasa bersalah dan penyesalan menjadi satu.


Di dalam kamar Lisa menangis dalam diam. Seandainya dia punya keberanian untuk menolak permintaan orang tuanya pasti tidak akan seperti ini jadinya. Dia akan menyakiti hati Sakti membohongi perasaannya sendiri dan juga menyakiti Bagas.Itulah yang Lisa pikirkan saat ini.


"Lisa, buka pintunya!" Suara Rima terdengar dari luar kamar yang di serta dengan ketukan pintu.


"Tumben sekali di kunci pintu."


Beberapa saat kemudian Lisa membuka pintu kamarnya. Menampilkan wajahnya yang khas bangun tidur.


"Kamu baru bangun tidur? Mandilah dulu ibu tunggu di bawah kita makan malam bersama," pinta Rima sambil berlalu meninggalkan kamar Lisa.


Lisa melihat jam dinding di kamarnya.


" Ternyata ini sudah jam setengah enam sore . Kenapa aku tidur lama sekali. Nanti malam pasti aku begadang, " gumam Lisa sambil berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


***


"Apa kau lelah seharian bekerja di restoran bersama ayah?" tanya Yoga kepada putrinya.


"Tidak juga Yah, aku tadi hanya ketiduran saja."


"Kau sudah menghubungi Sakti?"


"Aku lupa," jawab Lisa sambil menepuk pelan jidat nya.


"Kau ini jangan mengabaikan pasangan mu nak! Komunikasi adalah kunci utama agar suatu hubungan itu terjalin harmonis." Rima ikut bicara untuk memberi nasehat kepada putri semata wayang nya tersebut.


Sebenarnya Rima tahu betul apa yang di alami anaknya saat ini. Karena tadi sore saat Lisa pulang dari restoran dia langsung masuk ke dalam kamar. Rima yang melihat anaknya tidak seperti biasanya merasa heran. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui Lisa. Belum sempat pintu kamar di ketuk dia mendengar tangisan anaknya.


"Ibumu setiap hari dia selalu kirim pesan ataupun telepon saat Ayah sedang bekerja. Padahal hampir setiap hari bertemu. Ku rasa ibumu benar nak, karena ayah jadi makin cinta karena selalu di perhatikan setiap saat". Yoga mengedipkan satu matanya kepada istrinya dan memandang wajah Rima dengan penuh cinta.


"Jadi jangan kau abaikan pasanganmu!" ucap Yoga sambil menatap serius kepada putrinya.


Terima kasih sudah menyempatkan diri membaca karyaku 🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya 🙏❤️


__ADS_2