
Hari demi hari terlewati. Lisa tidak juga mengubah perasaannya kepada Sakti. Hati wanita itu susah untuk di sentuh. Baik tampan dan juga mapan tidak bisa juga menggerakkan hati Lisa untuk mencintai Sakti. Bahkan saat Sakti pergi ke Singapura Lisa tidak pernah sekalipun menanyakan kabar Sakti lebih dulu. Hubungan apakah ini? Pernikahan tanpa adanya cinta yang sudah berjalan beberapa bulan tidak juga menemukan arti cinta pada keduanya.
Mungkinkah bisa bertahan sampai akhir hubungan mereka? Apakah kurang Sakti memberi? Atau Lisa yang memang terlalu keras hati. Tidak ada yang bisa memaksa hati cinta akan datang dan pergi sesuka hati dan bahkan pemilik hati pun tak bisa mencegah itu. Pada siapa akan jatuhkan hati kita pada siapa kita akan menetap karena hati tidak bisa di paksa.
Seperti biasa Lisa melayani Sakti mulai dari menyiapkan baju kerja dan makan untuk Sakti. Tapi tidak dengan satu hal, ia belum bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Ia masih memberi jarak antara dirinya dan Sakti.
"Lisa masih saja tidak membuka hatinya untukku. Terlalu kejam kah aku karena memaksakan kehendak ku pada Lisa. Aku berharap akan ada hari dimana ia mengecup bibirku lebih dulu. Aku dengar rayuan kata mesra dari mulutnya," Sakti memejamkan mata sejenak. Sepertiga ia sudah lelah berjuang memenangkan hati sang istri.
Sakti lihat jam tangan yang melingkar di kanan kirinya. Sudah jam empat sore waktunya ia pulang. Tapi, rasanya tubuhnya enggan untuk beranjak dari kursi kerjanya. Tidak seperti biasanya ia kan semangat untuk pulang bertemu sang istri. Tapi hari ini ia tidak ingin pulang lebih awal. Apakah Sakti lelah berjuang? Andai saja ini hanya hubungan sebatas pacaran anak muda yang sedang di mabuk asmara ia tidak akan merasa tertekan seperti ini. Karena hubungan nya dan Lisa adalah hubungan yang sah sebagai suami istri.
__ADS_1
Sakti kembali melanjutkan pekerjaannya. Ia tidak peduli walaupun sekarang waktunya pulang. Dan seharian ini Sakti sengaja tidak menghubungi Lisa. Bukan ia ingin mengabaikan sang istri, tapi sengaja menguji hati Lisa ia ingin melihat respon sang istri kalau ia tidak menghubungi dulu apakah mungkin sang istri akan menghubungi dia lebih dulu. Ternyata hal itu tidak terjadi.
***
"Tumben mas Sakti belum pulang jam segini," Lisa beberapa kali melihat jam dinding yang ada di ruang tamu. Perasaan nya sedikit tidak tenang, karena sang suami menghubungi dirinya dari pagi. Karena bisanya Sakti lah yang selalu menghubungi dirinya lebih dulu.
***
Sampai jam sembilan malam pun Sakti belum juga meninggalkan pekerjaannya. Menyibukkan diri dengan bekerja hanya untuk mengalihkan fokusnya. Padahal hatinya ingin sekali menghubungi sang istri dan ingin segera pulang ke rumah.
__ADS_1
"Apakah aku keterlaluan pada Lisa. Rasanya ingin marah tapi aku tidak bisa. Karena cintaku padanya lebih besar."
Sakti segera bangun dari tempat duduknya. Ia mengambil kunci mobil yang ada di meja dengan cepat ia berjalan keluar ruangan. Rasanya ia tidak bisa mengabaikan istrinya sedikitpun. Dan Sakti sadar kalau dirinya sudah bersikap salah.
Catatan author : Hai guys.... Makasih sudah menyempatkan diri membaca karyaku 🙏
maaf baru update 🙏 karena ada suatu hal dan lainnya karya ini lama ngga update. Tapi, ini fokus lagi dan nanti kelar sampai tamat.
Jangan lupa like dan komen ya 🙏❤️
__ADS_1