
Sakti menyadari atas diam nya Lisa. Ia peluk istrinya erat. "Selamat pagi sayang? Kau terkejut karena ciuman ku tadi? Aku akan memberimu banyak cinta hingga kau akan bingung untuk membalasnya nanti."
Lisa segera melepas pelukan Sakti. Ia berjalan cepat keluar kamar meninggalkan Sakti yang masih diam di ranjang tempat tidur.
Sakti tersenyum melihat tingkah Lisa yang menurutnya begitu menggemaskan.Ia segera beranjak dari tempat tidur berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kini mereka berada di ruang makan, menikmati sarapan pagi pertama sebagai sepasang suami istri. Lisa dengan telaten melayani suaminya. Ia menyiapkan piring, mengambilkan makan untuk suaminya. Setidaknya Ia belajar menjadi istri yang baik dengan melayani suami. Walaupun belum melayani kebutuhan biologis sang suami.
"Kau libur berapa hari Nak?" tanya Yoga kepada Sakti.
"Sekitar empat hari Yah."
"Baiklah nikmatilah masa libur mu dengan istrimu."
"Iya Yah. Sayang kau libur berapa hari?" Sakti menoleh ke arah istrinya yang sedang sibuk mengunyah makanan.
"Tiga atau empat hari mungkin." Lisa menjawab asal pertanyaan Sakti. Sebenarnya Ia ingin segera berangkat bekerja di restoran bersama sang Ayah untuk menyibukkan diri.
__ADS_1
"Bagaimana kalau hari ini kita lihat rumah baru?."
"Terserah mas saja."
Setelah selesai sarapan Sakti mengajak Lisa melihat rumah baru yang di belinya sebelum menikah. Di sepanjang perjalanan Lisa hanya diam. Sakti hanya fokus mengemudi dan sesekali melirik ke arah istrinya.
Mobil Sakti berhenti di depan rumah dua lantai yang cukup besar berwarna biru muda. Ia turun dari mobil dan menuntun Lisa untuk masuk ke dalam rumah.
"Kau suka sayang? maaf aku tidak bertanya dulu soal perabot ke padamu. Semua yang memilih adalah sekretaris ku. Tapi kalau kau tidak suka, kau bisa menggantinya sesuai keinginanmu."
"Aku senang kalau kau menyukai nya. Ayo kita naik lihat ruangan lainnya?."
Mereka naik ke atas untuk melihat ruangan lainnya. Ada empat kamar di lantai atas dan dua kamar di lantai bawah. Serta satu kamar untuk pembantu. Kini mereka berada di dalam kamar yang ukurannya cukup besar. Ini adalah kamar mereka berdua. Lagi lagi di dominan warna biru. Lisa tersenyum hatinya sedikit menghangat. Suaminya begitu mengerti dirinya.
"Kau suka sayang?" Sakti memeluk Lisa dari belakang meletakkan dagunya di bahu sang istri.
"Suka Mas,terimakasih." Lisa berbalik badan dan melepaskan pelukan Sakti.
__ADS_1
"Ayo kita lihat ruangan lainnya Mas." Lisa mengalihkan perhatian Sakti dengan mengajak nya melihat ruangan lain.
Tanpa menjawab Sakti langsung keluar dari kamar mereka. Ia berjalan ke ruang sebelah yang adalah ruang kerja miliknya. Semua perlengkapan untuk bekerja sudah tersedia di sana. Lisa merasa bersalah dengan suaminya, tapi Ia belum siap untuk melakukan sentuhan fisik. Lisa butuh waktu untuk menata hatinya.
"Mas mau bekerja?" Lisa bertanya saat suaminya sedang sibuk membuka laptop yang ada di atas meja kerja suaminya.
"Iya sayang aku akan mengecek pekerjaan sebentar. Kau berkeliling lah dulu atau mau istirahat di kamar saja nanti kalau pekerjaan ku selesai aku beritahu."
"Baiklah aku akan pergi ke dapur sebentar ya?"
"Iya sayang, di kulkas juga sudah tersedia beberapa jenis makanan. Kau bisa nonton tv sambil memakan camilan."
Sakti menyadarkan kepalanya di sandaran kursi. Matanya tertutup Ia pijat kepalanya yang sedikit pusing. Ternyata Sakti tidak mudah untuk menyentuh hati Lisa. Ia yang kurang keras berusaha ataukah hati Lisa yang terlalu mencintai Bagas. Tapi dirinya lah yang menang disini, Lisa istrinya sampai kapanpun akan tetap menjadi istrinya.
Jangan lupa like dan komen ya..
Terimakasih
__ADS_1