
Lisa sedang berada di dapur. Ia melihat di sana sudah lengkap dengan bahan makanan. Tersedia juga kopi dan juga teh. Lisa menyalakan kompor untuk memasak air. Ia ingin membuatkan Sakti kopi.
Setelah beberapa menit berlalu, Lisa naik menuju ruang kerja sang suami. "Mas ini aku bawakan kopi." Lisa meletakkan cangkir yang berisi cairan hitam.
Sakti tidak henti memandang wajah cantik istrinya. Sungguh hatinya berbunga bunga menerima perhatian kecil dari istrinya. Ia menggenggam tangan Lisa. "Sayang makasih ya?."
"Sama-sama Mas."
"Kalau kau lelah istirahat lah?."
"Bolehkah aku disini saja Mas?" Lisa mendudukkan dirinya di sofa panjang yang ada di depan meja kerja Sakti.
"Kau ini kenapa harus ijin dulu, tentu saja boleh."
Lisa duduk di sofa panjang sambil memainkan game di ponsel miliknya. Sesekali Ia menguap, karena sudah satu jam lebih bermain.
"Tidurlah di kamar kalau kau lelah." Sakti berjalan menghampiri sang istri. Ia berjongkok di depan tempat duduk istrinya. Ia membelai lembut rambut Lisa.
__ADS_1
"Aku tidak mengantuk Mas, kau lanjutkan lah pekerjaanmu?" Lisa melanjutkan bermain game di ponsel nya.
"Dasar keras kepala!" Sakti mengacak acak rambut Lisa. Ia berdiri dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Setelah setengah jam Sakti selesai dengan pekerjaannya. Ia melihat benda yang melingkar di tangannya. "Pantas saja aku merasa lapar, sudah siang rupanya."
Sakti berdiri untuk menghampiri sang istri. "Sayang ayo kita ma..." Sakti tidak melanjutkan ucapannya. Istrinya tertidur di atas sofa sambil memegang ponsel yang masih menyala. "Dasar keras kepala." Sakti mengulurkan tangan menyentuh pipi mulus istrinya. Ia mendekatkan wajahnya dan mendaratkan ciuman di bibir tipis milik Lisa.
Rasanya menyenangkan sekali bisa melihat wajah istrinya yang terlihat cantik saat tidur. Ia segera menggendong istrinya menuju ke kamar mereka. Di rebahkan tubuh Lisa dengan hati-hati di atas ranjang. Ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Lisa setelah beberapa saat tadi menyalakan pendingin ruangan. Sakti memandang wajah Lisa. "Aku akan sabar menunggu cintamu sayang." Ia peluk Lisa dengan mesra dan beberapa menit kemudian Ia ikut terlelap.
***
Drett..drett..
Ponsel Bagas berbunyi. Ia buka aplikasi berwarna hijau di ponselnya.
"Bagas, apakah kau sudah kembali ke Bandung?"
__ADS_1
"Belum La, rencana hari ini aku akan berangkat, memang nya kenapa
"Ayo kita minum kopi bersama nanti malam di tempat biasa. Kau bisa kan?"
Bagas berpikir sejenak, mungkin aku tunda dulu kepergian ku. Bagas juga membutuhkan teman untuk berbagi cerita. Karena Ia cukup dekat dengan Lala dan Adam. Ia rasa tidak ada salahnya menerima ajakan Lala.
" *Baiklah sampai ketemu nanti malam di tempat biasa."
"Oke Bagas*."
***
Lisa terbangun dari tidurnya. Ia merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya. Ia angkat tangan tersebut. Sakti tidur sambil memeluk Lisa. Di pandangnya wajah tampan Sakti. Terlihat begitu meneduhkan dengan jarak yang begitu dekat. Tangan nya terulur untuk memegang pipi suaminya. "Maafkan Aku Mas, belum bisa menjadi istrimu sepenuhnya."
"Aku akan menunggumu, kau tau kenapa? karena sabar ku unlimited sayang."
Lisa membulatkan matanya. Ternyata Sakti sudah bangun. Ia segera menjauhkan tangan dan wajahnya dari Sakti. Tapi Lisa kalah cepat, Sakti lebih dulu memegang tengkuk nya dan membenamkan ciuman di bibir Lisa.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya..
Terimakasih