Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang
32.Aku hanya ingin masa kini dan masa depan.


__ADS_3

"His... Kenapa aku memikirkan Mas Sakti". Ucap Lisa dalam hati.


"Sekarang bagaimana keputusanmu Lisa?".


"Eh.. iya Bu?. Lisa tersadar dari lamunannya.


" Ibu pikir semua belum terlambat". Rima sekali lagi ingin meyakinkan anaknya untuk memilih pendamping hidup.


"Lisa sejak awal sudah memutuskan untuk memilih Mas Sakti Bu".


"Kau yakin tidak akan menyesali keputusan mu?".


" Tidak Ibu". Ucap Lisa sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Ibu, aku ke kamar dulu ya?".


"Iya sana! telepon Sakti agar dia tidak khawatir".


Lisa tidak menanggapi ucapan ibunya yang terkesan menggoda dirinya. Lisa merasa lebih tenang setelah bercerita kepada Ibunya. Rasanya beban di pikirannya hilang seketika.


***


Di Surabaya Sakti baru saja sampai di hotel tempat dia menginap. Rahman sudah lebih dulu beristirahat di dalam kamar hotel karena dia sudah lelah seharian ini bekerja.


"Mas tunggu sebentar, bisakah kita bicara?". Ucap perempuan tersebut sambil memegang tangan kanan Sakti.


Sakti menoleh ke arah suara tersebut. Dia langsung menarik tangannya dari genggaman perempuan tersebut. "Apa yang ingin kau bicarakan Tere?".


Perempuan tersebut adalah Tere mantan pacar nya dulu. Sakti mulai sedikit melunak tidak seperti pagi tadi saat mereka baru bertemu lagi setelah beberapa tahun.


"Aku minta maaf Mas?". Ucap Tere sambil menunduk.


Sakti menghela napas panjang. Rasanya dia bosan sekali mendengar kata maaf dari perempuan yang ada di hadapan nya saat ini. Tanpa Tere minta maaf berkali-kali pun, Sakti sudah bisa memaafkan dia. Tapi tidak untuk bertemu dan saling sapa seperti sekarang ini. Karena dia enggan sekali bertahap muka dengan Tere.


"Aku sudah memaafkan dirimu".

__ADS_1


"Benarkah Mas?". Tere mengangkat kepalanya untuk memandang wajah tampan Sakti. Tere seperti mendapat angin segar untuk bisa memulai hubungannya dengan Sakti kembali.


"Sudahlah kita lupakan semuanya dan..". Perkataan Sakti terpotong karena handphone nya berdering. Dia segera mengangkat panggilan tersebut. Dan sedikit menjauh dari Tere


"Mas Aku minta maaf.."Sesaat setelah sambungan telepon Lisa terhubung dengan Sakti, bukan salam yang dia ucap kan. Dia malah minta maaf.


" Assalamualaikum sayang? kalau telepon salam dulu".


Tere terkejut dengan panggilan Sakti yang memanggil sayang seseorang yang sedang berada di seberang panggilan tersebut.Tapi dia yakin kalau yang di seberang telepon tersebut adalah adiknya. Karena saat dulu mereka bersama Sakti sering memanggil adiknya dengan kata sayang.


"Iya Wa alaikum salam, maaf aku baru memberi kabar, Mas kapan pulang?".Lisa buru-buru menutup mulutnya. Kenapa dia menanyakan kepulangan Sakti. Ada berbagai macam alasan untuk mengobrol kenapa dia harus menanyakan kepulangan laki-laki tersebut.


"Kau sudah rindu ya? mungkin kau harus lebih menahan rindumu itu, karena Mas masih beberapa hari lagi baru pulang". Rasanya Sakti senang sekali menggoda calon istrinya tersebut.


"Tidak siapa juga yang rindu, aku hanya ingin mengabari kalau kemarin ponselku rusak sudah itu saja. Ini sudah malam aku tidur dulu ya?". Lisa mematikan panggilan tersebut tanpa menunggu jawaban dari Sakti. Rasanya dia malu sekali kenapa dia menanyakan kepulangan laki-laki tersebut.


Sakti tidak berhenti tersenyum saat mendengar suara ketus dari Lisa. Sepertinya perempuan tersebut sedang malu saat ini. Rasanya ingin sekali dia segera pulang.


"Kau masih disini Tere?". Sakti yang sudah menyelesaikan panggilan telepon dengan Lisa merasa terkejut saat melihat Tere masih berada di depan pintu kamarnya. Karena tadi memang saat bertukar kabar dengan Lisa posisi Sakti membelakangi Tere.


"Iya aku menunggumu Mas".


"Iya Mas bisakah kita memulai hubungan kembali seperti dulu Mas?".


"Maafkan aku Tere, aku tidak bisa".


"Tapi bukankah kau telah memaafkan aku mas?".


"Iya, aku sudah memaafkan dirimu. Tapi bukan berarti aku ingin kembali bersama mu".


"Tapi aku masih mencintaimu mas, aku menyesal dulu pernah melakukan kesalahan padamu. Aku melakukan itu karena kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu". Butiran bening mengalir di pipi gadis tersebut. Terlihat jelas bahwa Tere masih sangat mencintai Sakti. Tapi karena kesalahannya, ia kehilangan laki-laki baik dan tampan seperti Sakti.


"Tere bukankah kau tahu prinsip ku sejak awal kita berhubungan dulu? jangan selingkuh". Aku tidak bisa menerimanya.


"Bukankah waktu itu kau bilang akan memberiku kesempatan Mas?".

__ADS_1


"Tere lihatlah mataku? apa kau bisa melihat ada cinta untukmu seperti dulu?".


Tere mengangkat kepala nya. Memang pandangan Sakti sekarang tidak seperti dulu saat mereka masih bersama.


"Waktu itu aku sudah memberimu kesempatan. Karena juga memang salahku yang terlalu sibuk dan waktu kita bersama jadi kurang. Setelah selang satu minggu kejadian itu aku menemui dirimu. Aku pikir kita bisa memulai semua dari awal. Dan kau tahu apa yang aku lihat saat aku tiba di depan rumahmu? aku melihat laki-laki itu sedang berciuman dengan dirimu di ruang tamu yang hanya ada kalian berdua di sana waktu itu ".


Tere diam dan tidak berani menatap Sakti. Sedikit demi sedikit Tere mengingat kembali kejadian beberapa tahun tersebut. Dia mulai mengingat Dion yang waktu itu datang ke rumah nya untuk meminta maaf. Tapi karena mulut manis Dion akhirnya Tere terjebak dengan rayuannya dan waktu itu memang Dion mencium dirinya. Tere membenarkan semua ucapan Sakti


" Kau ingin tahu kenapa aku waktu itu memberimu kesempatan? itu karena seorang perempuan yang baik. Aku mendengar perkataan nya. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Dan kau sudah mendapatkan itu Tere".


"Tere.."


"Berikan aku kesempatan lagi Mas? aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi".Tere memotong perkataan Sakti yang belum selesai di ucapkan laki-laki tersebut.


"Aku tidak bisa Tere".


"Kenapa tidak bisa?". Tere semakin terisak.


"Aku hanya ingin masa kini dan masa depan. Aku tidak ingin masa lalu,dan masa lalu ku itu adalah kamu Tere".


"Mas.."


"Dan satu lagi Tere, aku akan segera menikah beberapa hari lagi.Jadi jangan mengganggu ku lagi".Sakti berlalu pergi meninggalkan Tere yang masih mematung di tempat.


Sakti merasa obrolannya dengan Tere seperti jalan tanpa ujung. Bukankah sudah jelas Sakti tidak ingin kembali kepadanya kenapa Tere begitu keras kepala.


Sakti terdiam di balik pintu kamar hotel nya. Dia tidak tega melihat Tere yang menangis seperti itu. Tapi dia harus bersikap seperti tadi karena ada hati yang harus Sakti jaga yaitu adalah Lisa.


Tere akhirnya masuk ke dalam kamarnya. Dia tutup pintu kamar hotel dia duduk sambil melipat kedua kakinya bersandar pada pintu kamar hotel dia menangis sejadi jadinya. Tangis pilu yang penuh dengan penyesalan marah dan juga kebencian. Dia marah dan benci pada dirinya sendiri. Dia menyesal pernah menduakan laki-laki sebaik Sakti.


Guys.. Jangan lupa mampir ke karya temenku ya.


*REINKARNASI:Pendekar Pedang Naga Langit *


Author :Muh. Ridwan.

__ADS_1


Like dan komen ya..


Terimakasih


__ADS_2