Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang
Weekend ( Part 1 )


__ADS_3

Sandiwara Agina.


Hari libur adalah hari yang di nantikan semua orang untuk melepas lelah bekerja selama enam hari.


Sama halnya dengan Agina. Hari ini dia akan berusaha untuk menjadi manusia normal pada umumnya. Bersantai untuk menghilangkan jenuh yang di rasakan selama 3 hari belakangan ini.


Ah, andai saja tabrakan itu tidak terjadi,pasti sampai sekarang dia tidak akan bertemu denganku.


Membuka lemarinya dan melirik pakaian yang berderetan yang di susun dengan rapi. Di ambilnya dress selutut dengan lengan panjang berwarna biru. Tidak lupa dengan


legging hitam untuk berjaga jaga jika ada para pria hidung belang yang ingin mengganggunya.


Berdiri depan cermin dan melihat dirinya di pantulan kaca itu. Tidak ada lagi Agina yang mengerikan, hanya ada gadis manis dengan polesan makeup sederhana. Di gerainya rambut sampai bertender manis di punggungnya. Terlihat sempurna. Mungkin satu sentuhan lagi akan menambah poinnya yaitu senyuman. Senyuman yang tidak terlihat di wajah Agina yang masih tetap saja datar. Tidak menunjukkan raut kepuasaan atau ketidakpuasannya terhadap penampilannya. Wajah tanpa ekspresi tetap saja ada.


Menyandarkan tali tas di bahunya. Melangkah pergi keluar Apartemennya.


Hal pertama yang di lakukan Agina adalah pergi ke mall. Memang tidak ada yang perlu di belikannya, tapi ia akan mencoba manjadi seperti wanita lainnya yang gila akan belanja. Memasuki aksesoris wanita. Dapat ia lihat barang barang yang sangat mewah dan pastinya mahal. Salah satu staff wanita menghampirinya.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya staff itu. Staff itu bernama Lina.


"Seperti biasa, aku akan berkeliling dulu." ucapnya dingin. Agina mengenal staff di depannya. Staff yang biasa melayaninya karena dirinya memang sering datang kesini. Agina termasuk orang penting, jadi di perlakukan istimewa.


Agina mengelilingi rak pakaian dengan staff Lina mengikutinya dari belakang. Langkahnya terhenti saat mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Agina berbalik. Seketika ia tersenyum sinis.


"Sayang, aku mau baju yang itu." Ucap Olivia seraya menunjuk baju yang di pakaian oleh patung.


"Ambillah!" ujar Agra tidak peduli. Dia masih kesal karena pagi pagi Olivia mengubunginya hanya untuk menemaninya belanja.


"Terima kasih sayang." Olivia berjinjit ingin memberikan kecupan di pipi kekasihnya. Namun Agra memundurkan wajahnya.


"Tempat umum!" Peringatan yang membuat Olivia memutar bola matanya jengah.


Mau di tempat umum atau tidak, kau tidak pernah ingin berciuman denganku. Olivia mendengus.


Olivia melepas pegangan pada lengan Agra dan menghampiri baju yang di inginkannya. Sedangkan Agra menghembuskan nafasnya kasar. Dirinya juga bingung kenapa dia sama sekali tidak nyaman saat berdekatan dengan Olivia. Padahal ia sudah mengakui kalau Olivia adalah wanita yang di cintainya. Tapi hatinya menolak itu semua bahkan reaksi tubuhnya juga sama dengan hatinya. Sama sama menolak.


Mata Agra menyipit saat melihat sesuatu yang menarik. Gadis yang memenuhi isi pikirannya beberapa hari ini ada di sini. Gadis itu juga sedang menatapnya. Agina menyadari bahwa tatapan Agra itu ke arahnya. Segera ia berbalik untuk menghindar.


"Hei, tunggu!" teriak Agra saat melihat gadis itu berbalik. Agina terus melangkah, pura pura tidak tau kalau panggilan itu di tujukan kepadanya. Dengan langkah kaki yang lebar, Agra mengejar Agina dan berhasil memegang tangannya. Agina berbalik menghadap Agra.


"Berani sekali kau membuatku mengejar dirimu!" bentak Agra.

__ADS_1


"Saya tidak menyuruh anda mengejar saya." balas Agina dingin. Agra terdiam. ia juga bingung kenapa menghampiri gadis ini. Di lihatnya Agina dari atas sampai bawah.


Kalau pakaiannya seperti ini, dia terlihat manis. Tapi melihat mukanya yang datar, Aku menarik kataku tadi!. Agra.


Staff Lina hanya diam menyaksikan. Agina melepaskan pegangan tangan Agra.


"Ada apa?" tanya Agina. Baru Agra mau menjawab tapi sebuah tangan melingkar di lengan Agra.


"Sayang. Siapa wanita ini?" tanya Olivia.


Agina menaikkan sebelah alisnya, menelisik penampilan Olivia. Ia menyeringai saat sebuah rencana melintas di otaknya.Sepertinya menyenangkan' batinnya.


"Kau siapa? Kenapa memanggil Agraku dengan sebutan sayang." tanya Agina dengan wajah sok imut. Pura pura tidak tau.


Ketiga orang itu tersentak mendengar perutunutan Agina.


"Agraku? Apa maksudmu?" Olivia terlihat emosi saat mengatakannya.


"Tentu saja Agraku, dia kan kekasihku." berkata dengan nada semangat. Lagi lagi ketiga orang itu kembali tersentak.


"Jaga bicaramu! Apa kau tidak tau siapa Agra yang kau maksud?" Geram Olivia.


"Yang ku tau, Agra itu kekasihku." Menunjukan wajah polos. Olivia menggepal tangannya menahan emosi. Agra dan staff Lina hanya menonton.


Olivia menelan salivanya kasar. Ia bergetar melihat tatapan mata tajam itu. Tangannya yang di pegang menjadi lemas seketika. Menyadari ketakutan Olivia, Agina melembutkan tatapannya. Melepas dengan perlahan tangan Olivia.


"Maaf kakak, Kenapa kakak marah? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" bertanya dengan nada lembut. Olivia berusaha untuk tidak bergetar lagi.


"Tentu saja salah, Agra itu kekasihku." Menekan setiap kata.


"Apa maksud kakak?" Memasang wajah bingung. Dalam hati Agina. Emang aku peduli gitu!.


Olivia menyeringai saat tau apa yang harus di lakukannya. Di ambil handphone nya di dalam tas. Mencari sesuatu dan menunjukkannya pada Agina.


Mata Agina tiba tiba berkaca kaca. Akting itu akting. Nyatanya ia tidak peduli dengan foto kebersamaan Agra dan Olivia.


Di tatapnya Agra yang memasang wajah datar. Masih mempertahankan wajah yang ingin menangis.


Ah, aku juga pernah melakukan hal seperti ini dulu. **T**api dulu itu sungguhan, sekarang aku bahkan tidak merasakan apapun. Agina.


"Apa benar yang di katakan kakak itu?" suara terdengar putus asa. Agra sendiri bingung ingin menjawab apa jadi dia mengangguk.

__ADS_1


"Lihatkan!" Olivia tersenyum penuh kemenangan.


Agina melanjutkan sandiwaranya dengan memukul mukul dada Agra dengan kepalan tangannya. " Kamu jahat Agra, kamu jahat! Jadi selama ini, aku hanya simpananmu!"


"Jangan menyalahkan Agraku! Memangnya kau tidak punya tv dirumah, sampai tidak tau kalau Agra sudah punya kekasih." ejek Olivia dengan tersenyum sinis.


Puas memukuli Agra, Agina berlari pelan sambil pura pura mengusap matanya. Staff Lina yang dari tadi diam kini mengejar Agina karena tugasnya melayani Agina.


Agra menatap punggung Agina yang semakin menjauh. Tanpa sadar dia tersenyum.


Ada apa denganku? Mengapa saat berakting tadi, dia terlihat menggemaskan.


"Agra kau tidak apa apa?" tanya Olivia sembari menepuk lengan kekasihnya. Agra tersadar dan kembali memasang wajah datar. Melihat ke arah Olivia.


"Kau percaya apa yang di katakannya?"


"Aku percaya padamu, mana mungkin kau menghianatiku." jawab Olivia dengan stok kepercayaan diri yang tinggi.


"Ayo kita belanja lagi!" seru Oliva bersemangat. Agra hanya menggangguk malas dan mengikuti Olivia yang kembali berkeliling.


......................


Di rasa sudah cukup jauh, Agina menghentikan langkahnya. Staff Lina yang mengejarnya sekarang berada di sampingnya.


"Anda tidak baik baik saja nyonya?" tanya Staff Lina melihat wajah Agina yang sekarang berwajah datar.


"Kenapa? kau berpikir aku akan sakit hati?" bertanya balik. Tanpa sadar staff Lina mengangguk.


"Laki laki seperti itu tidak pantas untuk di tangisi. Dan lagi pula aku juga tidak peduli!" Menghendikkan bahunya. Staff melongo mendengar jawaban Agina.


"Kejadian tadi, kau simpan saja untukmu sendiri." Terdengar santai tapi Staff Lina tau kalau itu sebuah ancaman. Staff Lina mengangguk.


"Ayo kita lanjutkan!" Agina kembali memilih pakaian dengan staff Lina yang menjelaskan. Dan sesekali Agina menguap karena menurutnya ini sangat membosankan.


Kenapa wanita suka sekali berbelanja? Padahal ini sangat membosankan, karena harus berkeliling. Tapi para wanita itu mampu menghabiskan waktu berjam jam bahkan setiap hari. Gerutu Agina.


Bersambung.......


......................


Kalau suka jangan lupa like ya karena itu sangat berharga buatku.

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH BACA!


__ADS_2