
Sakti masih berdiri di depan pintu rumahnya. Ia enggan untuk membuka pintu tersebut. Padahal biasanya ia dengan semangat menyelesaikan pekerjaannya di kantor dengan cepat demi segera bertemu dengan Istrinya. Waktu di Singapura pun juga begitu dengan tidak sabar ia ingin segera pulang ke Indonesia untuk bertemu sang istri. Entahlah ada apa dengan hari ini, tiba-tiba ia enggan untuk masuk ke rumah.
Apakah Sakti sudah lelah berjuang untuk mendapatkan cinta Lisa? Ada saat dimana orang itu berada di titik lelah. Ia tidak dihargai lalu memilih pergi. Apakah Sakti akan terus berjuang atau justru melepaskan Lisa? Dua insan yang di satukan dalam ikatan suci pernikahan tanpa adanya cinta akankah bisa bahagia sampai akhir?
Akhirnya Sakti membuka pintu tersebut. Ia buka perlahan ia menyapu ke segala arah tidak di lihat sang istri. Ia berjalan menuju ke lantai dua menuju ke kamar. Langkah nya sedikit berat ada rasa kecewa di hati Sakti. Ia berharap sang istri akan menyambut dirinya tapi kenyataannya tidak ada sambutan dari sang istri.
***
Sementara di tempat lain sebuah kamar yang temaram ada dua insan yang sedang memadu cinta. Lenguhan manja saling bersautan antara keduanya. Tak hentinya Adam menciumi wajah cantik Lala setelah pergulatan panas mereka.
"Tidurlah! Kau pasti lelah sayang," ujar Adam kepada sang istri sambil merapikan rambut Lala yang sedikit berantakan.
"Aku belum mengantuk dan juga aku tidak lelah," Lala semakin memeluk suaminya erat. Rasanya ia tidak bisa jauh-jauh dari sang suami.
"Iya, aku mencintaimu."
__ADS_1
Lala tersenyum mendengar ucapan sang suami. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain momen saat bersama di atas ranjang lalu Adam memperlakukan nya dengan baik sambil berbisik kata cinta. Adam juga tipe pria yang pengertian jadi Lala semakin bersyukur memiliki suami seperti Adam.
"Aku bingung dengan hubungan Lisa dan Sakti. Mereka sudah menikah beberapa bulan tapi, Lisa belum pernah sekalipun menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri yang sesungguhnya." Ucap Lala.
"Jadi, mereka belum pernah berhubungan badan selama beberapa bulan? Pak Sakti betah juga," Adam bangkit dari tidurnya ia sedikit terkejut akan penuturan sang istri.
"Iya, hati Lisa belum bisa menerima Sakti. Dia masih cinta sama Bagas. Mungkin, Sakti harus lebih bersabar lagi mas."
"Hati, ya? Satu kata yang susah di mengerti. Bisa rapuh kalau terluka terlalu dalam dan akan membuatnya mati rasa. Dan bisa bahagia tak terkira saat menemukan dia sang pemilik yang juga sangat mencinta nya. Jangan di paksa kalau memang tidak bisa."
"Apa maksudmu mas?" tanya Lala.
"Mungkin, tidak lama lagi Lisa akan luluh dan tahu kalau Sakti tulus mencintainya."
"Ingat sayang, waktu bisa mengubah segalanya. Dan hal paling melelahkan itu adalah menunggu ketidakpastian. Apalagi ini soal hati yang kita tidak bisa menebak apa yang ada di dalamnya. Seberapa sabar nya Sakti akan ada sisi ia berontak dan bahkan akan menyerah."
__ADS_1
" Tapi aku yakin Lisa akan membuka hatinya mas."
"Ku harap juga begitu, karena kalau Sakti sudah lelah pasti dia akan memilih melepas dan pergi. Dan aku berharap saat itu tiba Lisa tidak akan menyesal."
Catatan author : Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karyaku π
Soal hati agak susah juga sih ya. Kira-kira Sakti harus berbuat apa lagi untuk meluluhkan hati Lisa ya? π€ Aih... segitunya dia suka sama Mas Bagas.
Dalam satu hubungan kalau salah satu tidak sejalan atau tidak ada rasa ya, mungkin kah harus berpisah?
Ikuti terus ceritanya ya masih panjang sepanjang jalan kenangan ku dan kamu... iya kamu π€
Baca juga novel ku yang lain yuk!
With You Again dan Salam Rindu Buat Alana.
__ADS_1
Semoga kalian suka, terima kasih β€οΈπ
Jangan lupa like dan komen ya sayangπ π