ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Permintaan terakhir


__ADS_3

Seorang gadis cantik bak model keluar dari mobil mewah yang terparkir di depan sebuah gedung perkantoran megah. Gadis itu lalu masuk ke dalam dan berjalan menuju meja resepsionis, kecantikan nya menghipnotis setiap laki laki yang kebetulan melihat nya di sana, bahkan gadis yang berada di belakang meja resepsionis menganga dan terpukau, dia tersadar oleh tepukan teman nya di bahu nya.


" Eh oh, apa yang bisa saya bantu nona?" kata resepsionis itu ramah.


" Saya ingin bertemu dengan presdir Elisa" kata wanita itu.


" Apakah anda sudah ada janji?" tanya resepsionis itu.


" Belum, tolong katakan Meyra ingin bertemu" kata wanita itu yang tak lain adalah Meyra.


" Oh baiklah ,tunggu sebentar nona ,saya akan menghubungi sekertaris beliau" kata resepsionis itu.


Setelah itu,sang resepsionis menelfon Bella dan memberitahukan bahwa ada seorang wanita bernama Meyra ingin bertemu dengan presdir Elisa, Bella pun menyuruh nya untuk mengantar Meyra ke ruangan nya presdir. Meyra pun di antar dan memasuki lift menuju lantai paling atas di mana Elisa sedang berkutat dengan berkas berkas yang menumpuk di meja nya. Setelah sampai, Meyra mengucapkan terima kasih kepada resepsionis yang mengantar nya, dan mengetuk pintu.


" Masuk!!" kata seseorang di dalam.


" Apa kabar sahabat ku?" sapa Meyra.


" Kabar ku baik ,silahkan duduk Mey" kata Elisa sambil bangkit dari kursi nya dan berjalan ke arah sofa dan duduk di hadapan Meyra.


" Bagus lah, aku sangat merindukan mu Sa" kata Meyra.


" Aku juga rindu dengan mu, tumben ke sini? bukan kah kamu berada di Korea Selatan Mey?" tanya Elisa.


" Ada yang mau aku bicarakan dengan mu, dan aku harap kamu mau menerima nya kembali" kata Meyra.


" Apa maksud mu Mey?" tanya Elisa.


" Sa aku nggak sanggup jika aku harus menikah dengan Aditya, kami di paksa, maaf jika sebelum nya kami menyakiti kamu Sa, aku masih mencintai Zidan ,dan aku nggak mau hidup dengan orang yang merupakan kekasih sahabat ku sendiri, aku nggak mau menanggung rasa bersalah seumur hidup ku sa" kata Meyra dengan air mata yang telah menggenang di pelupuk mata nya.

__ADS_1


" Kamu nggak salah Mey, kalian juga tidak menyakiti ku kok, sudahlah kalian harus menikah, aku nggak mau kalian jadi anak durhaka karena melawan orang tua" kata Elisa sambil menghela nafas berat.


" Bohong jika kamu tidak tersakiti ,bohong jika kamu merasa bahagia sa, aku tahu kamu menahan luka mu, sa apa kau tahu sekarang Aditya terbaring lemah di rumah sakit?" tanya Meyra.


" Apa? Aditya sakit? sakit apa Mey?" tanya Elisa kaget.


" Dia depresi ,setelah berpisah dengan mu dan memutuskan menuruti kemauan ayah nya, namun hati tidak bisa di paksakan sa, Aditya sangat menderita ,bahkan sampai hari ini dia masih memejamkan mata nya seolah olah dia ingin segera meninggal, dia hanya mengandalkan cairan infus dan obat obatan untuk bertahan hidup dan juga terus bergumam memanggil nama mu" kata Meyra.


Mendengar semua itu ,Elisa menjadi lemas dan tak menyangka jika Aditya akan menjadi seperti itu, namun dia segera sadar dengan penyakit nya dan perkataan dokter Arnold bahwa hidup nya tak akan bertahan lama lagi.


" Tapi Mey ,aku tidak bisa kembali kepada Aditya lagi, aku tidak bisa" kata Elisa.


" Kenapa sa? apa kamu sudah tidak mencintai nya lagi?" tanya Meyra.


" Bukan, aku sangat sangat mencintai nya, namun karena sebuah alasan aku tidak bisa bersama nya, jikalau aku bersama nya ,kebersamaan ku dan dia tidak akan lama" kata Elisa.


" Aku tidak bisa mengatakan nya pada mu ,namun katakan dengan Aditya bahwa aku tidak bisa kembali lagi dan aku mohon kamu menikah lah dengan Aditya ,jaga dia untukku Mey" kata Elisa.


" Aku tak habis pikir dengan mu sa, alasan apa yang membuat mu melepaskan cinta mu" kata Meyra.


" Aku mohon Mey,bantu aku menjaga Aditya, aku akan sangat senang, dan juga aku bisa pergi dengan tenang mendengar Aditya ada kamu yang menjaga dan menemani nya seumur hidup nya" kata Elisa sambil berlinang air mata.


" Apa maksud mu? pergi kemana ? " tanya Meyra.


" Lupakan, apakah kamu bersedia menikah dengan Aditya Mey?" tanya Elisa.


" Entahlah, aku bingung sa" kata Meyra.


" Aku mohon ,setidak nya untuk sahabat mu ini, jika saat nya sudah tiba aku akan beri tahu apa alasan nya, sekarang kau harus menikah dengan Aditya ,anggap saja ini permintaan terakhir ku sebelum pergi" kata Elisa sambil menggenggam tangan Meyra.

__ADS_1


" Gila apa , permintaan terakhir kaya mau meninggal aja sa," kata Meyra terperanjat.


" Sudahlah anggap saja aku akan meninggal dalam waktu dekat ini, jadi aku tanya untuk yang terakhir kali nya, Meyra bersediakah kamu menikah dengan Aditya?" tanya Elisa sambil menatap serius ke arah Meyra.


" Baiklah aku menerima nya " kata Meyra sambil menghembuskan nafas berat.


" Terima kasih Mey, sekarang aku serahkan Aditya pada mu, temani dia dan jagalah dia untuk ku Mey, dan belajarlah mencintai dan menyayangi nya Mey," kata Elisa sambil memeluk Meyra.


Meyra pun langsung pulang kembali ke Korea Selatan setelah perbincangan nya dengan Elisa, dia bertanya tanya ada apa dengan sahabatnya itu. Semua perkataan nya sangat aneh, dan tunggu dia menyuruh nya menganggap permintaan nya sebagai permintaan terakhir sebelum pergi, apa maksud nya itu? apakah Elisa akan meninggal? atau akan pergi jauh sehingga tidak mungkin kembali lagi kepada Aditya? kepala Meyra sangat pusing memikirkan semua itu. Setelah beberapa jam penerbangan ,Meyra sampai di bandara Incheon dan langsung menuju ke rumah sakit di mana Aditya di rawat, saat sampai Aditya telah sadar dan terlihat sedang berbincang dengan ayah ibu nya , dia sana juga masih ada orang tua Meyra yang sesekali ikut nimbrung pembicaraan.


" Hallo semua" sapa Meyra.


" Nak ,dari mana saja ?" tanya ayah nya Aditya.


" Dari Indonesia om, menemui Elisa" kata Meyra santai.


" Apa? apa yang dia katakan Mey?" tanya Aditya.


" Hmm nanti saja kalau kamu sudah sembuh dan sudah keluar dari rumah sakit akan aku ceritakan semua nya " kata Meyra.


" Sekarang saja !" paksa Aditya.


" Tidak bisa, aku juga lelah bolak balik Indonesia-Korsel dan aku juga baru sampai ,aku lelah, aku mau mengajak ayah ibu ku pulang dulu, kamu sekarang fokus dulu untuk sehat ,setelah sehat baru kamu cari aku " kata Meyra.


" Baiklah" kata Aditya mengalah.


Meyra pun mengajak orang tua nya untuk pulang ke rumah karena Meyra pun sangat lelah setelah perjalanan jauh, meninggal kan Aditya dengan segudang pertanyaan nya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2