
Setelah makan, mereka berdua keluar dari Mall dan menuju parkiran. Setelah berada di mobil , mereka berdua bergegas pergi menuju tujuan mereka selanjutnya. Seharian itu mereka habiskan untuk mengunjungi tempat tempat bersejarah di negara Rusia, dan beberapa taman. Mereka berdua sangat bahagia, hari ini adalah hari terakhir Aditya berada di Rusia, karena besok dia dan keluarganya sudah harus pulang ke negaranya mengurusi bisnis dan pengalihan aset perusahaan dan aset kekayaan keluarga. Elisa baru di antar pulang setelah masuk jam makan malam, itupun karena James yang terus mendesak Aditya untuk segera memulangkan Elisa. Setelah sampai keduanya di sambut dengan tatapan sebal James karena adik nya pulang malam bersama seorang pria, itu pertama kalinya dan James hanya mengkhawatirkan Elisa saja.
" Kakak ngapain nunggu kita di depan pintu? mau minta oleh oleh ya?" kata Elisa polos.
" Astaga kamu ya, kakak itu khawatir sama kamu makanya kakak tunggu kamu di sini dari tadi" kata James sambil menepuk jidatnya.
" Oh kirain kenapa ,kan tumben aja kakak malem malem ada di sini, hehehehe" kata Elisa cengengesan.
" Ah sudahlah , makin di ladenin makin ngaco kamu tu, ini udah waktunya makan malam cepetan masuk sudah di tunggu yang lain " perintah James pada Elisa sambil sedikit mendorong tubuhnya.
" Ehem kakak James aku nggak di persilahkan masuk nih? " tanya Aditya yang dari tadi di abaikan.
" Nggak usah kamu pulang saja sekarang udah malem nggak baik bertamu" kata James sewot.
" Ih apaan sih kak, kakak jangan galak galak ya sama pacar adek, tau rasa nanti aku jahilin kakak sampe terkencing " kata Elisa sambil melindungi Aditya dengan merentangkan tangannya.
" Aish bocah ini, baru juga pada gede udah pada mesraan serasa mau muntah tau" kata James.
__ADS_1
" Yeee bilang aja iri kan selama ini kak James jomblo akut πππ" ejek Elisa.
" Dasar adek kurang ajar sini , kakak akan hukum " kata James.
Dan sebelum James mencapai tangan Elisa , dia sudah lari dengan menarik Aditya masuk dan menuju lift. Setelah sampai Elisa segera menekan tombol untuk menutup pintu liftnya dan menekan tombol lantai 2. James menjadi kesal dan jengkel karena ulah adiknya ,terpaksa James naik melalui tangga. Sementara itu Elisa dan Aditya setelah sampai di lantai 2 segera berlari menuju meja makan sebelum James datang. Kakek Bramantyo yang menyaksikan kelakuan cucunya itu hanya bisa geleng geleng kepala dan tertawa.
" Lho kok cuma kalian yang sampai kesini di mana kakakmu James , Elisa?" tanya Alex.
" Bentar kak, aku mau minum dulu haus banget ini" kata Elisa sambil langsung meminum air putih dengan cepat.
" Pelan pelan Elisa , nanti tersedak " kata Aditya khawatir sambil memegangi tangan Elisa.
" Emangnya kenapa dengan kakakmu?" tanya kakek.
" Tau ah ,pulang pulang bukanya di sambut eh di omelin , sebel tau" kata Elisa.
" Eh kakakmu itu bener kalo ngomelin kamu, salah sendiri nggak patuh sama kakakmu itu, di bilang jangan pulang malem malem , di langgar juga , kan kamu juga tahu gimana James " kata Alex menasehati Elisa.
__ADS_1
" Ha bener itu apa yang di katakan kakakmu Alex, sekarang ngaku salah nggak kalian berdua" suara berat James mengagetkan kedua pasangan itu.
" Iya iya aku salah ,maaf kak, tapi kan aku juga nggak bisa tepat waktu karena jalanan hari ini padat kak" jawab Elisa.
" Alah nggak usah banyak alasan deh dek, kalo salah ya salah" kata James ngambek.
" Kak James jangan salahkan Elisa terus , ini semua tu salah Adit karena nggak bisa tepat waktu mulangin Elisa" kata Aditya membela Elisa.
" Hmm ya udah besok besok jangan di ulangi lagi ya, sekarang ayo kita makan dulu" kata James akhirnya mengalah, dari pada nanti di bilang jomblo akut lagiπππ.
Setelah makan malam ,Aditya berpamitan kepada keluarga Elisa untuk pulang karena besok Aditya sudah akan pulang ke negaranya. Sedih rasanya Elisa melepas Aditya pulang, dia mengantar Aditya sampai di depan mobil Aditya, sebelum pergi Aditya mengambil sesuatu di dalam mobilnya. Ternyata sesuatu itu adalah sebuah cincin berlian yang Aditya pesan khusus untuk Elisa sebagai tanda bahwa Elisa. adalah miliknya.
" Elisa cincin ini sebagai tanda bahwa kamu akan selalu jadi milikku dan kita tak akan terpisahkan untuk selamanya, dan mulai sekarang jaga hatimu untukku dan aku akan selalu menjaga hatiku untukmu sampai kita berdua di beri kesempatan menuju pernikahan kelak, itu adalah harapanku dan secara tak langsung aku melamar mu hari ini, dan mau kah kamu menjadi istri masa depanku kelak?" tanya Aditya.
" Ya , aku menerimanya semoga kita di satukan dalam ikrar janji pernikahan kelak dan semoga kamu adalah jodoh yang telah di garis kan untukku" kata Elisa.
Dan setelah Elisa menerima Aditya, cincin tersebut dia pakaikan di jari manis Elisa, cincin itu sangat cocok di tambah berlian berwarna biru laut semakin menambah keindahan nya.
__ADS_1
Bersambung