
" Kau salah jika aku takut dengan mu, aku hanya menunggu kesempatan yang sempurna, dan kesempatan itu datang hari ini, akan aku balaskan dendam dsn kebencian karena kalian telah menghancurkan mafia ku dulu, kini aku bangkit kembali menagih kematian dan darah yang telah kalian renggut" kata Marcus dengan kilatan amarah di mata nya.
" Kalian pantas hancur, kalian telah begitu banyak membunuh orang orang yang tidak berdosa dan juga menyakiti orang orang lemah, dan sekarang kamu kemari membalas dendam? dendam mu tidak seberapa dari pada kebencian orang orang yang telah kalian bunuh tanpa ampun" kata Elisa.
" Lalu diri mu di sebut apa? kamu juga membunuh banyak orang ,lalu apa bedanya kita berdua? kita hidup di bidang yang sama, tangan kita sama sama berlumuran darah" kata Marcus tak mau kalah.
" Aku dan kamu memang pembunuh, namun beda nya aku membunuh orang orang yang pantas untuk mati, aku tidak pernah sekalipun mengucurkan darah dari orang orang yang lemah dan tidak bersalah, dan ingat kamu juga selalu mencari gara gara dengan Dewa Kematian ku, kamu membunuh banyak anak buah ku, maka hari ini kita selesaikan dendam kita berdua, hari ini menjadi pertarungan hidup dan mati antara aku dan kamu!" kata Elisa.
__ADS_1
" Baik ,aku terima tantangan mu, pertarungan ini tidak akan berakhir sampai salah satu dari kita mati" kata Marcus.
" Oh iya sebelum itu, anak buah mu telah berada di genggaman ku, kamu sudah tidak punya pendukung lagi dan oh iya bom bom yang telah kalian pasang ,aku sudah menjinakkan semua itu hahahaha" kata Elisa dengan sorot mata meremehkan.
" Bajingan, kalian telah menggagalkan rencana yang ku susun bertahun tahun, pasti ada pengkhianat, walau begitu aku tidak akan mundur, aku tidak akan menyerah walau sekarang hanya tinggal diriku sendiri, walau aku harus mati hari ini" kata Marcus dengan amarah yang semakin menggelegar.
Rafa dan keluarga beserta Sekar dan keluarga mereka juga, terkejut melihat kemunculan Elisa yang telah mereka sangka meninggal semenjak 15 tahun yang lalu, dan hari ini Rafa melihat bagaimana kemarahan kakak nya dan keberanian nya dalam membela keluarga nya. Sosok yang selalu di kagumi dan di rindukan kini muncul di depan mata mereka semua, beberapa anggota keluarga Sekar ada yang tidak mengetahui siapa Elisa hanya terpaku dan juga gemetar ketakutan menyaksikan ketegangan yang terjadi.
__ADS_1
" Aku mau di sini mendampingi kakak, dan tidak ada penolakan silahkan kak Zidan membawa yang lain nya saja, aku ingin di sini" kata Rafa kekeuh.
" Aku juga ingin di sini menemani suami ku" kata Sekar.
" Kalian harus masuk ke aula sekarang juga ,aku tidak mau kalian trauma melihat apa yang akan terjadi, jangan sekali kali membantah perintah ku, jika kalian kekeuh ingin di sini, soap siap saja melihat darah di mana mana dan kebengisan di depan mata kalian" kata Elisa tegas dengan sorot mata penuh ancaman.
Akhirnya hanya Rafa dan sang ayah yang kekeuh tetap di tempat itu, sementara yang lain di giring masuk ke aula bersama tamu undangan yang lain ,dan kini tengah di landa ketakutan dan juga kecemasan. Para anak buah Dewa Kematian berusaha menenangkan mereka bahwa semua akan baik baik saja, bos besar telah kembali tidak akan terjadi hal hal yang buruk.
__ADS_1
Kini tinggalah Elisa dan Marcus yang bersiap siap bertarung, sesuai aturan Elisa maupun Marcus melepas pertahanan diri yang melekat di tubuh mereka, Elisa melepas semua nya dan kini hanya menyisakan kaos ketat berwarna hitam dengan simbol mafia nya dan juga celana legging, rambutnya yang panjang terkepang menjuntai sampai ke pantatnya.
Bersambung...........