ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
RCGM S2 : Salah Paham


__ADS_3

" Ya sudah kak, Rafa masih banyak kerjaan ini, mau Rafa selesain sekarang nanti biar selesai nya nggak terlalu malam banget, kakak di sana jaga kesehatan ya, nanti kalo Rafa ada waktu Rafa main ke situ deh" kata Rafa.


" Hmm ya sudah ,kakak tutup telefon nya , iya pasti kakak akan jaga kesehatan, kalo kamu serius mau terjun ke dunia mafia, sering sering main ke markas agar para anggota mafia Dewa Kematian mengenal mu , kamu juga bisa mewarisi posisi bos besar di sini" kata James.


" Nggak , Rafa nggak mau jadi bos ,sudah cukup posisi presdir buat Rafa, Rafa hanya akan jadi anggota biasa saja" kata Rafa.


" Hmm terserah kamu saja lah, ya sudah kakak tutup telefon nya, nggak kelar kelar nanti kerjaan mu" kata James.


" Iya kak" kata Rafa.


Telefon pun di tutup oleh James ,dan Rafa melanjutkan pekerjaan nya yang masih menumpuk, hingga pukul 1 dini hari, pekerjaan Rafa baru selesai, Rafa pun tertidur di sofa di ruang kerja nya tanpa selimut dan bantal, dia sangat kelelahan dan mengantuk hingga sebentar saja sudah jatuh terlelap di dunia mimpi.


Pagi hari nya, Rafa terbangun, betapa kaget nya ,dia mendapati tubuh nya sudah tertutup selimut dan kepala nya bersandar di bantal yang empuk. Rafa heran siapa yang menyelimuti diri nya , kemarin malam padahal tidak orang yang masuk, kecuali kepala pelayan, itu pun hanya mengantar kopi pada pukul 21.00. Selain kepala pelayan tidak ada yang diperbolehkan masuk ke ruang kerja Rafa, siapa sebenar nya orang ini.

__ADS_1


Rafa pun bangkit dan melipat selimut nya, saat di perhatikan , selimut itu berasal dari kamar Rafa dan juga bantal nya. Siapa sebenar nya seseorang ini yang berani keluar masuk ke area pribadi Rafa. Rafa memutuskan kembali ke kamar nya membawa selimut dan bantal itu, menata nya di ranjang ,kemudian dia bergegas mandi dan berpakaian yang sudah tersetrika rapi di ruang ganti nya, setelah berpakaian dan memakai dasi ,Rafa menyisir rambut nya dan menambahkan sedikit gel rambut agar terlihat lebih rapi dan juga mengkilap, tak lupa parfum Paco Rabbane Luxe Edition, dengan aroma mint ,kayu manis, orange roses, white wood, amber dan lain lain nya.


Sebelum berangkat, Rafa mengecek Hana apakah sudah siap atau kah belum, kemarin Rafa pulang menggunakan mobil Hana, jadi pagi ini Rafa bawa mobil sendiri ke kantor ,padahal mobil yang kemarin Rafa bawa masih ada di parkiran khusus presdir.


Saat Rafa akan menuju ke kamar tamu di mana Hana berada ,dia berpapasan dengan Hana yang memakai pakaian kantor kemarin, Rafa pun heran.


" Lho, Hana kok pakai baju itu lagi sih? ih jorok ya kamu" kata Rafa.


" Em maaf presdir, di lemari tidak ada baju kantor ,jadi saya mengenakan pakaian ini lagi deh, nanti beli saat akan ke kantor saja" kata Hana.


" Em ya sudah, saya pinjami baju kantor kakak saya, ayo ikut aku" kata Rafa lagi.


" Baik Presdir" kata Hana.

__ADS_1


Rafa dan Hana pun masuk ke kamar utama, Hana terpukau dengan dekorasi kamar Elisa yang sangat rapi dan nyaman. Rafa menuju ke ruang ganti baju kakak nya yang sangat luas , semua baju ,aksesoris ,sepatu, perhiasan dan lain sebagai nya masih tersimpan rapi tanpa ada satu pun yang berkurang. Rafa mengambilkan blouse warna putih dan juga rok berwarna krem, tak lupa jas berwarna senada yang dulu sering di pakai Elisa, Rafa juga mengambilkan sepatu heels setinggi 5 cm, berwarna krem juga. Hana pun mengganti pakaianya di dalam bilik ganti, setelah semua terpakai, Hana pun keluar dan langsung di lihat oleh Rafa.


" Hmm seperti nya ukuran nya pas ,dan juga cocok , baju dan sepatu ini untuk mu saja, nggak usah di kembalikan" kata Rafa.


" Benarkah? terima kasih presdir anda baik sekali" kata Hana.


" Hmm yayaya aku memang baik" kata Rafa sambil tersenyum.


Hana terpana dengan senyuman Rafa yang manis, Hana menyalah artikan kebaikan Rafa dan menganggap Rafa menyukai diri nya. Dan sejak itu Hana berusaha mendapatkan perhatian dan timbal balik dari Rafa, ya emang dasar nya Rafa baik sama semua orang sih, terlalu baik malah.


Rasa cinta telah muncul di hati Hana, dia bertekad untuk mendapatkan Rafa, padahal Rafa sudah bertunangan namun Hana tidak tau. Hana sering melihat cincin emas di jari manis Rafa sih, namun Hana menganggap nya sebagai aksesoris tambahan untuk fashion Rafa dan tidak tahu bahwa itu cincin tunangan.


Rafa merasakan perubahan sikap dari Hana, yang dulu biasa biasa saja, kini Hana seperti selalu ingin dekat dengan Rafa. Dia semakin risih dengan sikap Hana yang selalu mencari kesempatan dekat dengan nya, Rafa menyimpulkan pasti Hana menyukai diri nya. Rafa di buat frustasi oleh perjuangan cinta dari Hana, ingin Rafa memecat nya namun kinerja Hana sangat bagus, dia tidak ingin memecat karyawan nya tanpa alasan yang masuk akal.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2