ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
6 bulan?


__ADS_3

Aditya telah kembali ke Korea Selatan setelah 2 hari menemani Elisa di hari ulang tahun nya. Elisa juga langsung ke kantor setelah mengantar Aditya ke bandara. Sesampai nya di kantor , semua karyawan di sana membungkuk hormat kepada Elisa,dan dia juga membalas dengan senyum ramah. Elisa langsung menuju ruangan nya. Tak lama Bella juga memasuki ruangan Elisa untuk memberitahukan jadwal hari ini kepada Elisa.


" Hmm meeting kita dengan perusahaan A dan perusahaan B ini waktunya berdekatan sekali, Bella lakukan perubahan lagi di jadwal ini " perintah Elisa.


" Baik nona presdir" kata Bella yang segera meniggalkan ruangan bos nya.


Elisa mengubah jadwal meeting nya karena bertabrakan dengan jadwal rutin Elisa menemui dokter Arnold. Dan akhirnya meeting dengan perusahaan A di lakukan hari ini setelah itu Elisa ke rumah sakit, sedangkan meeting dengan perusahaan B di lakukan di hari berikut nya , para klien pun menerima perubahan jadwal tersebut , bisa bekerja sama dengan perusahaan Elisa saja sudah sangat beruntung jadi mereka tidak akan membantah apapun perintah dari Elisa selagi itu tidak merugikan. Setelah meeting selesai Elisa langsung menuju ke rumah sakit menemui dokter Arnold, sedangkan Bella kembali ke kantor. Elisa selalu beralasan menengok ibunya Elvan ,karena ibunya Elvan masih di rawat di rumah sakit walau kondisinya sudah stabil, namun Elisa ingin ibunya Elvan tetap di sana sampai benar benar sembuh.


Di ruangan dokter Arnold.


" Selamat siang dok" sapa Elisa.


" Selamat siang juga nona" balas dokter Arnold.


" Baiklah seperti biasa kita akan lakukan pemeriksaan dan melakukan proses pengobatan " kata dokter Arnold.


" Hmm baiklah dok" kata Elisa tidak semangat.


" Jangan putus asa nona , saya tahu usaha kita selama 3 tahun ini tidak membuah kan hasil ,namun setidaknya nona masih bisa bertahan" kata dokter Arnold.


" Hah rasa rasa nya saya sudah tidak kuat lagi dok, ingin rasanya aku berhenti saat ini juga, ini sangat menyakitkan " kata Elisa.

__ADS_1


" Jangan putus harapan ,ingat masih ada orang orang yang sangat menyayangi anda menunggu anda di rumah nona, bertahan lah" kata dokter Arnold.


" Hmm sepertinya jantung ku ini memang sudah tidak bisa bertahan lagi kan? jujur saja dok, jangan ada yang di sembunyikan" kata Elisa sambil menghela nafas.


" Emm sebelumnya saya minta maaf nona, karena merahasiakan ini dari anda, namun bukan berarti saya ingin menyembunyikan itu selamanya dari anda ,hanya saja saya mencari waktu yang tepat, mengingat anda bisa saja drop" kata dokter Arnold.


" Hmm tapi saya tidak mau operasi " kata Elisa tegas.


" Tapi ini adalah jalan satu satu nya nona" kata dokter Arnold.


" Apa anda tidak memikirkan resiko yang terjadi? belum tentu tubuhku mau menerima jantung asing, itu sama saja semakin memperpendek usia ku , aku bisa mati saat itu juga, untuk operasi aku bisa mengelabui keluarga ku, tapi jika saya mati apa yang akan anda sampaikan kepada keluargaku? " kata Elisa sambil menatap tajam dokter Arnold, beliau ketakutan mendapatkan tatapan membunuh dari Elisa.


" Maaf nona saya tidak berpikir sampai ke situ, tapi keadaan jantung nona semakin melemah, saya khawatir anda mendapatkan serangan jantung dan kami terlambat menyelamatkan anda" kata dokter Arnold sambil menunduk.


" Kira kira 6 bulan nona" kata dokter Arnold.


" Setidaknya aku masih punya waktu memperbaiki semua yang rusak di dalam kehidupan ku" kata Elisa.


Hari itu Elisa menjalani pengobatan nya yang sangat sakit dan meminum obat yang beraneka ragam yang rasanya sudah bosan Elisa menelan dan memakan nya. Setelah selesai, Elisa langsung menuju kantor padahal dokter selalu melarang nya, sebaiknya Elisa istirahat untuk memberikan kesempatan semua obat itu bekerja. Namun Elisa adalah gadis yang keras kepala, dia tetap kembali ke kantor nya. Di ruangan nya yang luas , Elisa termenung di kursi kerjanya, kata kata dokter masih terngiang di telinganya, Elisa mulai merancang rencana apa saja yang akan dia lakukan di sisa hidupnya. Dia pun memanggil Bella ke ruanagan nya.


" Ada apa nona presdir" tanya Bella.

__ADS_1


" Duduk lah Bella ada yang ingin aku katakan kepada mu" kata Elisa.


" Begini, Bella kamu sudah bekerja dengan ku selama 7 tahun sejak aku masih anak kuliahan di Rusia, dan selama itulah aku telah menganggap mu sebagai orang kepercayaan ku dan juga keluarga ku, kamu tidak pernah mengeluh karena keras kepala dan juga sikap ku , dan aku sangat menghargai mu, hari ini aku ingin meminta bantuan mu " kata Elisa panjang lebar.


" Nona juga sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri, saya juga sudah bersumpah akan selalu setia kepada anda selama hidup saya, apa pun itu saya akan selalu membantu dan mendukung nona" kata Bella.


" Baiklah, waktuku tidak banyak lagi, ketika nanti aku pergi aku mau kamu menggantikan posisi ku mengelola perusahaan sementara pewaris nya belum di tentukan , aku juga akan meminta Elvan membantu mu" kata Elisa.


" Apa yang nona bicarakan ,nona akan pergi kemana memangnya ?" kata Bella khawatir.


" Untuk saat ini aku belum bisa cerita kepada mu, dan hari ini aku akan minta maaf pada mu karena mulai hari ini kamu akan bekerja extra karena akan merangkap pekerjaan ku juga ,jika aku sedang tidak ada karena aku akan jarang ke kantor" kata Elisa.


" Kalau untuk itu saya tidak masalah nona ,saya akan mengerjakan nya dengan senang hati" kata Bella.


" Terima kasih Bella, dan rahasiakan pembicaraan kita , jangan sampai bocor" perintah Elisa.


" Siap nona" kata Bella.


Bella pun kembali ke ruangan nya dan bekerja , sementara Elisa merasa sangat lelah, lelah fisik maupun mental , dia memilih tidur di kamar pribadi yang berada di ruangan nya. Mengistirahatkan pikiran nya yang seakan mau meledak.


Bersambung........

__ADS_1


Jangan lupa like ,comment dan vote author nya, pokoknya tinggal kan jejak di karya ku maka aku akan mampir balik okeπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2