
Hari ini adalah hari keberangkatan Elisa pulang ke kampung tempat ayah dan ibu nya tinggal, rasa senang nya sejenak melupakan rasa sakit nya karena Aditya. Elisa tidak sabar ingin segera sampai ke kampung tempat nya di lahirkan, dia pergi ke sana bersama kakek dan kedua kakak nya. Perjalanan menuju kampung Elisa membutuhkan waktu 8 jam perjalanan mobil. Ya Elisa memilih menggunakan mobil dari pada pesawat karena Elisa ingin menikmati perjalanan. Ketika perjalanan sudah sampai di kota tempat kampung nya berada, Elisa seperti kembali ke masa lalu, ya dulu Elisa sering main ke kota ketika libur sekolah, Elisa semakin tidak sabar ingin segera sampai ke kampung nya, dan tak berapa lama mereka pun sampai di gerbang kampung Elisa . Kampung tersebut tidak banyak berubah, masih asri seperti dulu, hanya beberapa rumah yang berubah dan ada beberapa bangunan baru juga.
Mereka pun sampai di rumah sederhana yang dulu Elisa tinggali bersama orang tua nya sebelum bersama kakek nya. Rumah itu tampak sepi, Elisa memandang rumah nya dengan mata berkaca kaca, akhirnya aku pulang , batin Elisa. Elisa ,kakek, dan kedua kakak nya pun turun dan berjalan menuju teras rumah orang tua Elisa.
Elisa memandang ke halaman rumah nya yang sekarang banyak terdapat tanaman hias dan juga pohon rambutan serta pohon jeruk yang sedang berbuah lebat. Elisa mendekati pintu dan mengetuk nya beberapa kali, tak berapa lama Elisa mendengar suara yang selama bertahun tahun dia rindukan, ya itu adalah suara ibu nya.
" Iya sebentar" kata ibu Elisa.
Ketika membuka pintu ,ibu Elisa sangat terkejut sekaligus takut melihat ayah mertua nya. Dia juga memandangi seorang gadis cantik yang terasa tak asing di mata nya.
" Ibu, ini Elisa bu, apa ibu melupakan Elisa ?" kata Elisa yang sudah tak mampu menahan air mata nya agar tidak jatuh.
" Ap apa?" ibunya masih terpaku di tempat nya.
" Ibu, apa ibu masih membenci Elisa bu? " tanya Elisa .
" Ka kamu Elisa ? kamu putri kecil ku Elisa?" tanya ibu Elisa sambil memegang pipi putri nya.
" Iya bu, ini Elisa" kata Elisa sambil memeluk ibu nya.
" Oh anak ku sayang ,maaf kan ibu nak, maafkan ibu yang telah men sia siakan kamu ketika kecil, maaf kan ibu yang tidak menyayangi mu dulu nak, ibu memang jahat" kata ibu Elisa sambil memeluk putri nya dengan erat.
" Sudahlah bu ,lupakan masa lalu, yang penting sekarang Elisa pulang dan bertemu dengan ibu" kata Elisa sambil melepas pelukan ibu nya.
__ADS_1
" Putri ku telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, ibu malu nak mengingat ibu sangat jahat dengan mu" kata ibu nya.
" Aku cantik karena punya ibu yang cantik dan ayah yang tampan, oh iya di mana ayah?" tanya Elisa.
Ekspresi ibu nya langsung berubah ,ketika Elisa menanyakan keberadaan ayah nya. Raut wajah yang bahagia berubah menjadi kesedihan yang amat dalam, Elisa bertanya tanya ada apa ini.
" Kenapa bu? kenapa ibu sedih ? di mana ayah?" tanya Elisa.
" Ayah mu menikah lagi nak dan dia juga jarang pulang ke rumah ini, apa kamu tadi melihat rumah baru yang bagus setelah gerbang kampung nak?" kata ibu nya yang membuat Elisa kaget , kakek nya terkejut dan panik takut kalau itu mempengaruhi jantung Elisa.
" Apa bu? ayah.... nggak nggak mungkin ayah kaya gitu , ayah...." kata Elisa sambil menekan dada nya yang sakit dan tubuh nya limbung.
Beruntung James menangkap tubuh Elisa yang akan terjatuh, Elisa tidak pingsan hanya saja dia shock dan mempengaruhi jantung nya. Dia di bawa masuk ke dalam rumah dan di baringkan di kamar yang dulu di tempati Elisa, ya kamar itu masih sama dengan saat Elisa masih kecil. James segera mengeluarkan obat Elisa dari dalam tas ,sementara ibu Elisa mengambil air putih, Elisa pun meminum obat nya. Satu jam kemudian kondisi nya berangsur angsur membaik dan stabil. Setelah tenang, Elisa kembali bertanya kepada ibunya perihal ayah nya. Sebenar nya kakek nya melarang nya bertanya lebih lanjut ,namun Elisa yang sangat keras kepala tidak bisa si bujuk.
" Ibu, ceritakan semua apa yang terjadi ?" tanya Elisa.
" Tidak tidak ,aku mau sekarang juga ibu katakan " kata Elisa ngeyel.
" Baiklah , akan ibu ceritakan" kata ibu nya.
Ibu nya menceritakan mulai dari awal mula ayah nya Elisa berselingkuh dan menikah lagi dengan orang yang tak lain tetangga nya sendiri. Hal itu bermula sejak Elisa di bawa paksa oleh kakek nya, ayah Elisa tidak rela, dia menjadi marah kepada ibu Elisa, dan menjadi gila kerja. Ayah nya pun pindah kerja ikut perusahaan kontruksi di kota, jadilah beliau jarang pulang padahal waktu itu ibu nya sedang mengandung. Tempat ayah Elisa bekerja, bersebelahan dengan sebuah pabrik kayu lapis, dan di sana ayah nya Elisa berkenalan dengan seorang wanita yang ternyata adalah tetangga nya namun wanita tersebut sudah sangat lama bekerja di pabrik tersebut dan ngekos. Dan itulah asal muasal ayah Elisa berselingkuh di belakang ibu nya. Bahkan ayah nya menikahi wanita tersebut dan membangun rumah dan tinggal bersama dengan wanita itu juga sekarang mereka punya seorang putri berusia 2 tahun.
Mendengar semua itu Elisa menjadi marah , wajah nya yang putih menjadi merah dan rahangnya mengeras menahan marah. James memegang tangan adek nya untuk menenangkan nya. Namun Elisa jika sudah marah maka akan sulit untuk di redam ,dan sejauh ini hanya Aditya yang mampu meredam kemarahan Elisa..
__ADS_1
" Tidak kak, jangan halangi aku " kata Elisa.
" Jangan dek, redakan amarah mu, ingat itu bisa berpengaruh pada jantung mu" kata James.
" Nggak ,sekarang juga aku mau bertemu dengan ayah" kata Elisa sambil bangkit dari tepat tidur nya berjalan keluar.
Dia berjalan kaki menuju rumah baru ayah nya dengan istri ke dua nya. Elisa tahu rumah nya di mana karena tadi ibu nya memberi tahu. Sepanjang perjalanan nya Elisa di sapa sama penduduk kampung nya yang masih mengenal wajah Elisa. Elisa membalas sapaan ramah mereka, dan menyembunyikan kemarahan nya. Elisa telah sampai di depan pagar rumah berwarna oranye, dia mengetuk kan besi di pagar dengan keras agar penghuni rumah mendengar nya. Tak berapa lama keluarlah seorang wanita yang umurnya lebih muda dari ibu nya dan membuka pagar rumah .
" Cari siapa ya dek?" tanya wanita itu.
" Nggak usah basa basi, dimana ayahku?" tanya Elisa dengan tatapan mata tidak suka.
" Adek ini siapa ya , datang datang malah berbicara tidak sopan" kata nya kesal.
" Hahahaha situ yang siapa, wanita tidak tahu malu, berani nya merebut suami orang " kata Elisa.
" Jaga ya ucapan mu" kata wanita itu dengan nada tinggi.
" Berani kamu membentakku, bosan hidup rupa nya" kata Elisa sambil mencengkram wajah wanita itu.
" Dek hentikan , jangan seperti itu kita bicarakan baik baik" kata James yang setengah berlari mengejar langkah Elisa tadi.
" Nggak akan ,kakak pun tahu siapapun yang mengusik aku dan keluarga ku tidak akan hidup" kata Elisa dengan amarah.
__ADS_1
" Dek hentikan kakak mohon" kata James sambil berusaha melepas cengkraman Elisa.
Bersambung......