ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
penyamaran identitas


__ADS_3

Pagi ini, Elisa akan resmi menjadi calon penerus Dewa Kematian, Elisa sedang bersiap siap menuju markas besar Dewa Kematian. Hari ini Elisa akan tampil berbeda dari biasanya, Elisa akan menjadi gadis kecil yang culun dan tidak menarik. Elisa mengenakan kemeja berwarna maroon dan rok plisket selutut, memakai kaos kaki panjang sampai di bawah lutut dan sepatu ket keluaran Lama, Elisa tidak memakai riasan hanya pelembab, sedikit concealer warna gelap untuk kamuflase jerawat palsu dan sedikit liptint juga rambutnya di ikat di bawah telinga jadi dua dan menata poninya agar terlihat semakin culun dan jelek, tak lupa Elisa memakai kaca mata bundar. Setelah selesai Elisa manghadap ke cermin besar di kamarnya dan memandangi dirinya seraya terkekeh.


Tok...tok...tok..cekleeekk....


Kakek Elisa masuk ke kamar cucunya, dan betapa terkejutnya dia melihat penampilan cucunya itu, dengan menggeleng geleng kan kepalanya Kakek Elisa memutar Elisa untuk melihat lebih jelas.


" Astaga, apa ini Elisa? " kata kakek terperanjat.


" Hehehe kan aku sudah bilang kakek kita dalam misi ujian" kata Elisa sambil terkekeh.


" Ujian ya ujian, masa cucu kakek jadi begini, hah kakek bisa jantungan lihat nya" kata Kakek Elisa sambil memegangi dadanya.


" Kakek jangan mendramatisir keadaan deh, kalo nggak gini kan nggak akan kelihatan sifat asli mereka " kata Elisa bergaya seperti seorang guru.

__ADS_1


" Heh, kalo dandananya kaya gini semua orang juga akan mengejek kamu tau! " kata Kakek Elisa menyerah.


" Ih biarin aja kek entar kalo muluut mereka dah pada capek nyerocos mulu, haaaa baru Elisa beraksi kek" kata Elisa serius.


" Ah tau lah, terserah kamu, kakek sampe syok ngeliatnya" kata Kakek Elisa.


" Heheh emang aku jelek ya kek? " kata Elisa sambil menatap kakeknya .


"Yeew masih nanya lagi, kalo dandan kaya gitu ya jelas jelek kakek belum terbiasa, kan biasanya kakek liatnya cucu kakek cakep" kata kakek pura pura jijik.


" Hahahah kamu walaupun nggak make up udah cantik dari sananya, mungkin kegantengan kakek waktu muda nurun ke kamu tapi versi cantik, " kata kakek sambil mengelus rambut Elisa.


" Hahah kalo dulu kakek pas muda ganteng berarti ceweknya seabrek ya kan kek? " tanya Elisa.

__ADS_1


" Bisa aja cucu kakek, udahlah ayo kita turun sarapan terus langsung lanjut ke misi" kata kakek sambil mendorong pelan cucunya agar berjalan turun untuk sarapan.


" Iya iya, ayo kek" kata Elisa dengan menggandeng tangan kakeknya.


Sesampainya di bawah semua pengawal dan pelayan terkejut bukan main melihat nona muda mereka ,tetapi tidak berani berbisik bisik apalagi memngkritik.


" Heheheh kalian pasti terkejut ya melihatku begini, jangan kaget aku sedang dalam misi penyamaran, gimana berhasil nggak penyamaran ku? " kata Elisa.


" Iya nona muda anda sangat berbakat" seru mereka serentak.


Dimeja makan , Elisa sarapan dengan lahap semua lauk pauk yang tersedia special kesukaan Elisa semua, kakek Elisa sesekali mengambilkan beberapa lauk untuk Elisa. Kakek Elisa bahagia melihat pemandangan di depannya dimana cucu yang sangat di nantikan akhirnya pulang kerumah besarnya, Kakek Elisa terharu pasalnya sudah Lama sekali rumah terasa hidup seperti ini semenjak ayah Elisa meninggalkan rumah untuk kawin lari dengan ibu Elisa rumah menjadi sepi dan juga semenjak kejadian itu tempramen kakek Elisa semakin galak juga kesehatanya sedikit melemah.


Setelah selesai sarapan, Elisa dan kakeknya mamasuki mobil mewah keluaran terbaru dan di kawal ketat menuju ke perusahaan kakek nya, dimana di sana terdapat stasiun kereta cepat rahasia menuju markas besar yang tersembunyi di bawah tanah dan di lengkapi tekhnologi tercanggih sehingga aman dari ancaman serangan luar. Markas itu juga di lengkapi sensor sensor anti serangan dan senjata senjata canggih yang di produksi sendiri, di markas besar itulah berkumpul orang orang berbakat dari seluruh penjuru dunia yang telah di sumpah setia melayani Dewa Kematian.

__ADS_1


Setelah sampai di perusahaan kakeknya, rombongan itu menuju parkiran khusus di bawah tanah dan berhenti tepat di depan pintu pemberhentian kereta cepat bawah tanah, ruangan itu di lengkapi sensor wajah dan suara sehingga bisa mengenali para anggota group Dewa Kematian, walaupun Elisa belum terdaftar di sistem tetapi Elisa bisa masuk karena sebelumnya Elisa telah mengambil alih kemudi sistem tersebut sehingga Elisa bisa dengan santai berjalan beri iringan dengan kakeknya. Sebagian pengawal menunggu di area parkiran dan sebagian lagi mengawal ketua dan calon penerus group Dewa Kematian mereka. Tak butuh waktu lama kereta cepat telah sampai ke tujuan terlihatlah tembok tembok tebal penyangga dan pintu pintu otomatis yang sangat canggih, beberapa staf disana telah menyambut dan membungkukkan badan kepada sang ketua mereka, dan tak lupa mereka memandang sinis kepada Elisa dan Elisa tidak memedulikanya dan terus berjalan di sisi kakeknya. Markas besar Dewa Kematian sangat luas dan bersih walau di bawah tanah tetapi udara di dalamnya tidak pengap dengan metode penerangan yang sangat rumit namun nyaman. Markas besar di bagi menjadi beberapa ruangan yaitu aula utama ( tempat para petinggi Dewa Kematian melakukan meeting dan atur strategic dengan ketua mereka), divisi sistem keamanan, divisi senjata, divisi transportasi, divisi pelatihan, divisi misi, gudang eksekusi, dan divisi logistik.


Sebelum masuk ke aula utama Elisa menuju ke divisi sistem untuk mendaftarkan data dirinya untuk menjadi anggota resmi Dewa Kematian, Kakek Elisa dengan tenang mengikuti langkah cucunya itu.


__ADS_2