
Bulan Januari, tepat tanggal 2 seorang bayi perempuan lahir kedunia dengan tangisanya yang keras, bayi itu adalah Elisa. Menurut kepercayaan masyarakat apabila seorang bayi ketika lahir menangis dengan sangat keras menandakan bahwa bayi itu akan menjadi orang yang berhasil dan sukses, tetapi rupanya orang tua bayi itu tidak mengharapkanya, orang tuanya menginginkan bayi laki laki, tapi namanya juga takdir.
Dan semenjak itulah bayi itu tumbuh tanpa kasih sayang orang tuanya, ya walaupun semua kebutuhan nya di penuhi , dan semenjak balita dirinya tidak diperlakukan dengan baik dirinya kerap kali mendapatkan kekerasan fisik dari ibunya, ayahnya juga tidak peduli denganya, setiap ada kesalahan kecil atau ibunya sedang bertengkar dengan ayahnya, ia yang selalu menjadi pelampiasan kemarahan ibunya.
__ADS_1
Penyiksaan itu semakin parah ketika dirinya naik ke kelas 3 , Elisa sudah di suruh mencuci baju, menyapu, mencuci piring dan pekerjaan Yang melelahkan lainya. Ibunya juga sering menghina dan mengejeknya juga dia ringan tangan, kesalahan kecil saja, maka bisa dipastikan Elisa akan dihukum entah itu di tampar entah itu di cubit, tapi hukuman itu meninggalkan bekas, bukan cuma bekas fisik tapi juga meninggalkan bekas luka yang berkumpul menjadi kebencian di hatinya.
Pernah suatu hari Elisa di suruh ibunya mencuci piring, dan tak sengaja Elisa memecahkan piringnya, ibunya langsung marah dan menamparnya hingga bibirnya berdarah.
__ADS_1
" Dasar anak tak tahu di untung, bisanya cuma nyusahin, kenapa dulu kamu nggak mati aja", maki ibunya Elisa sambil terus memukul punggung anaknya .
Perkataan ibunya telah benar benar menyakitinya dan disinilah awal mula sikap kejam dan dingin pada diri Elisa dan dia bertekat untuk menjadi gadis yang kuat dan di segani oleh semua orang. Kepahitan masa kecilnya telah membawanya ke dunia yang cerah gemerlap sekaligus menjatuhkanya ke dunia gelap dimana ada iblis yang bersemayam di hatinya.
__ADS_1