ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Keras Kepala


__ADS_3

Elisa pun benar benar pulang setelah makan siang waktu Korea selatan, dia tidak mau kakek nya marah dan kecewa lagi kepada nya. Dia pun pulang hanya bersama Zidan yang kini menjadi asisten pribadi, bodyguard sekaligus tangan kanan Elisa, jadi kemanapun Elisa pergi pasti ada Zidan ,mereka berdua naik jet pribadi menuju Indonesia. Lelah ? tentu saja ,sudah tak terhitung mereka melakukan perjalanan keluar negeri dan berangkat lagi setelah istirahat sejenak saja.


Setelah menempuh jarak 4.324 km, dengan kecepatan 900 km/ jam dengan waktu penerbangan 4 jam 48 menit, akhirnya Elisa sampai di Indonesia sekitar jam 14.30 WIB. Dari bandara Elisa di jemput oleh anak buah nya menuju mansion, di sana sudah ada kakek, kedua kakaknya dan juga dokter Arnold. Sekarang Elisa tidak lagi melakukan pengobatan di rumah sakit, dia mendapatkan pengobatan di mansion karena di sana juga ada klinik dengan peralatan lengkap yang sengaja kakek nya siapkan agar Elisa tidak bolak balik ke rumah sakit yang jarak nya agak jauh.


Elisa tidak langsung istirahat ,dia memaksa dokter Arnold untuk langsung melakukan prosedur pengobatan seperti biasanya. Mau tak mau dokter Arnold menyetujuinya ,walau kurang setuju karena Elisa baru sampai dan belum istirahat.


" Tadi aku sudah istirahat di jet ku , jadi sekarang ayo langsung saja ke intinya " kata Elisa ngeyel.


Elisa dan dokter Arnold pun segera menuju ke klinik, sementara keluarganya menunggu di ruang tamu. Setelah pengobatan selesai , Elisa langsung menuju kamar nya untuk tidur dan minum obat nya. Dia benar benar tertidur pulas entah saking lelah nya atau karena efek obat ,oh mungkin kedua nya. Kakek nya melihat sebentar ke kamar cucu nya ,memastikan apakah cucu nya tidur atau malah lanjut kerja. Setelah puas melihat cucu nya tertidur pulas ,kakek membenarkan posisi tidur dan juga selimut cucu nya , kemudian beliau pun keluar dari kamar cucu nya menemui dokter Arnold kembali.

__ADS_1


" Bagaimana kondisi cucu ku sekarang?" tanya kakek.


" Tidak bagus tuan besar, kondisi nona muda semakin memburuk, penanganan yang terlambat di tambah semua aktivitas yang nona muda kerjakan membuat jantung nya lemah semakin cepat, bahkan sekarang efek obat pun tidak berpengaruh tuan" kata dokter Arnold prihatin.


" Haaaah cucu ku itu memang keras kepala, dia juga selalu menyembunyikan apappun yang sedang dia rasakan kecuali rasa bahagia dan senang nya itu. aku pun kewalahan mengatur nya , sekarang pun emosinya menjadi tidak terkontrol dia menjadi mudah marah , kau tahu sendiri sekarang dia bagaimana , sikap nya semakin menjadi jadi" kata kakek sambil menghela nafas.


" Semua ini terjadi karena Aditya dan keluarganya andai saja cucu ku tidak mengenal dia, walaupun cucuku tetap menjadi gadis yang kejam dan dingin , aku rela, walau aku akui juga dia lah yang merubah Elisa menjadi gadis yang ceria dan hangat ,namun karenannya juga Elisa berubah menjadi lebih dingin dan juga lebih kejam, dia lah yang menambah sakit di kehidupan cucu ku, sekarang semua nya sudah terlambat" kata kakek frustasi.


" Sudah kek , kakek jangan merasa bersalah dan tertekan, jangan sampai itu mempengaruhi kesehatan kakek juga" kata James sambil memegang lengan kakek nya.

__ADS_1


" Kakek bingung harus berbuat apa sekarang, hidup cucu ku dalam bahaya , kenapa semua manjadi runyam seperti ini" kata kakek.


" Kita berdoa saja kepada tuhan semoga Elisa sembuh dan bisa kembali menjadi Elisa yang ceria seperti dulu " kata Alex.


" Hmm memang hanya itulah yang dapat kita lakukan sekarang" kata kakek.


Dokter Arnold kembali ke rumah sakit , Kakek kembali ke kamar nya , sedangkan James dan juga Alex kembali ke kantor masing masing karena masih ada waktu beberapa jam untuk bekerja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2