
Setelah beberapa jam perjalanan jet pribadi Elisa mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta, setelah turun Elisa di kawal para pengawalnya dengan ketat sesuai perintah bos besar mereka yang tak lain kakek Elisa, sebelum pulang ke mansion keluarganya, Elisa mampir ke markas pusat untuk melapor terlebih dahulu, setelah selesai Elisa masuk kembali ke dalam mobilnya dan pulang menuju mansion keluarga Brawijaya. Karena kelelahan dan fisik Elisa agak melemah, dia tertidur ,awalnya menyandar di bahu kakaknya, karena kasihan dan takut Elisa tidak nyaman Alex membaringkan Elisa di pangkuanya. Wajah Elisa mengkerut dan terlihat jelas kelelahan dan kecemasan karena beban besar yang harus di pikulnya sendirian, bahkan dalam tidurnya pun Elisa tidak merasa tenang. Alex menghela nafas dengan berat, seandainya adiknya masih hidup, tentu saja Alex juga tidak akan bertemu dengan Elisa, dia adik pengganti yang di siapkan tuhan untuk Alex jaga maka dari itu walaupun sikapnya cuek dan dingin namun Alex adalah sosok kakak yang sangat penyayang dan posesif namun tidak seposesif James dalam menjaga Elisa.
Setelah menempuh perjalanan panjang karena mereka menggunakan mobil bukan hely milik Elisa, rombongan itu sampai ke mansion keluarga Brawijaya, Elisa di gendong Alex karena masih tertidur dan kecapean, setelah membawa Elisa ke kamarnya ,Alex keluar menuju ruang tamu di mana seluruh keluarga sedang berkumpul.
" Apa Elisa masih tertidur? " tanya kakek Brawijaya.
" Iya kek, dia terlihat sangat letih dan gelisah bahkan dalam tidur pun dia tidak tenang" kata Alex sambil menghembuskan nafas berat.
" Ya sudah biar dia istirahat toh juga baru pulang dari misi yang tentunya sangat menguras tenaga dan pikiran, hah kakek jadi merasa bersalah karena membiarkan cucu tersayangku yang masih sangat muda menanggung beban yang sangat berat ini" kata kakek.
" Jangan salahkan diri kakek, semua ini adalah takdir dan kita tidak bisa memilih takdir kita sendiri kek, lihat kek walau Elisa masih sangat muda namun pencapaianya sangat luar biasa dia mendalami dan melalukan berbagai peran dengan baik " kata James menghibur kakek Brawijaya.
" Yeah kau benar ,cucuku memang luar biasa beruntung sekali dia terlahir di keluargaku walaupun orang tuanya tidak menginginkanya namun aku akan menjaganya dan menyayanginya sampai maut menjemput nyawa" kata kakek.
" Semoga kakek panjang umur dan sehat selalu sehingga bisa terus mendampingi Elisa kita" kata Alex.
" Amiinn terima kasih, walau kalian bukan termasuk darah dagingku namun aku telah menganggap kalian adalah cucu cucuku, jika suatu hari aku sudah tak sanggup menjaga Elisa maka kalian lah yang akan mengambil alih tugasku , sekarang kita berbagi peran dan tugas menjaga Elisa, dan aku sangat berterima kasih kepada kalian yang sangat menyayanginya" kata kakek.
" Itu memang tugas kami kek, Elisa sampai kapanpun akan selalu menjadi adik kecil kesayangan kami" kata James.
Kakek Brawijaya merasa terharu dan tersentuh akan perkataan James dan Alex, dirinya sangat bersyukur ada yang menyayangi Elisa ,menjaganya, mendukung setiap keputusan nya, kini kakek merasa tenang jika suatu saat nyawanya di ambil oleh Yang Maha Kuasa.
Elisa di jemput pulang di karenakan ada masalah di salah satu perusahaan nya, akun keuanganya di bobol oleh seorang hacker tak di kenal dan merugi sekitar 15 milyar dollar dan staf ahli yang menangani di bidangnya tidak mampu melacak ataupun menghentikan aksi hacker tersebut, rupanya dia bukanlah hacker sembarangan, dia sangat sulit di lacak dan sekarang hanya Elisa satu satunya yang bisa melawan hacker tersebut karena Elisa juga adalah ahli / berpengalaman dalam bidang hacker bahkan mendapat julukan hacker paling di takuti di muka bumi karena kemampuanya..Namun karena Elisa masih tertidur dan kelelahan ,tindakan itu akan di tunda sampai besok pagi.
Keesokan harinya...........
__ADS_1
Elisa bangun dari tidurnya ketika mendengar alarm di dalamnya berbunyi keras, dengan muka kucel dan rambut berantakan Elisa bangkit dari ranjang nya ,mematikan alarm dan langsung menuju kamar mandinya ,selang beberapa saat Elisa keluar dari kamar mandi memakai kimono mandi dengan wajah yang segar dan rambut basah ,dia keramas karena rambutnya sangat kotor dan belum sempat di cuci ketika di Afrika. Elisa menuju ruang ganti yang besarnya hampir sama dengan kamar tidur nya, di sana terdapat pakaian ber deret deret, berbagai senjata yang di tata di rak yang menempel di dinding, koleksi sepatu, jam tangan canggih, kaca mata, satu rak besar berisi produk kecantikan dan masih banyak lainya. Elisa mengambil pakaian kasual yang nyaman karena berencana untuk mengambil cuti satu hari lagi. Setelah selesai dengan rutinitas paginya, dia iseng membuka tablet kerjanya dan kaget mendapati pesan terkait masalah perusahaanya, dan dia juga agak kesal kepada kakaknya karena tidak memberi tahu masalah yang sebenarnya sedang terjadi. Setelah melihat semua pesan dan data data di dalam tabletnya Elisa beranjak pergi menuju ruang makan untuk sarapan bersama sambil membawa tabletnya. Di tengah jalan Aditya video call yang segera di angkat oleh Elisa.
" Hay sayang sedang apa?" tanya Aditya.
" Sedang jalan ke ruang makan " kata Elisa.
" Oh kirain mau kemana, eh sayang aku kangen tau" kata Aditya dengan gaya menggemaskan.
" Lebay deh baru juga kemarin ketemu udah kangen aja, dan kau tahu gaya berbicaramu tadi itu sangat menjijikan " kata Elisa .
" Hey apanya yang menjijikan sayang,itu tu imut tau ,aku itu sedang mengajarimu " kata Aditya.
" Mengajariku apa?" kata Elisa ketus.
" Oh jadi kamu sukanya sama yang imut imut?" tanya Elisa.
" Bukan gitu sayang ,ih kamu tu ya salah paham mulu deh kalo bicara sama aku" kata Aditya.
" Ya habisnya kamu suka bicara yang hal hal yang bertentangan dengan ku" kata Elisa.
"Iya iya aku minta maaf deh,udah dong jangan ngambek ya sayang ,ya udah kalo mau sarapan dulu, makan yang banyak ya sayang dadah" kata Aditya sambil melambaikan tanganya.
" Iya Hejoon ku yang bawel" kata Elisa sambil tersenyum.
" Hehehe aku suka panggilan itu" kata Aditya mengakhiri percakapan mereka.
__ADS_1
Sesampainya di meja makan semua anggota keluarga sudah menunggu Elisa yang asyik ngobrol dengan Aditya, James memandang ke arah Elisa dengan tangan terlipat di dada, Alex sedang sibuk dengan ponselnya sedangkan kakeknya melihat ke arah Elisa dengan tangan menyangga dagunya.
"Ada apa ini? kenapa kalian tidak makan dan kenapa menatapku? apa ada yang aneh dengan diriku?" tanya Elisa ketika dia sudah duduk di kursinya.
" Kau tanya ada apa? kami sedang menunggumu yang malah asyik telfonan dengan pacarmu" kata James sebal.
" Hey hey kenapa menyalahkanku hah? kakak kan bisa makan tanpa menunggu ku dan kenapa malah menyalahkan aku dan pacarku, makanya cari pacar biar nggak iri terus sama aku" kata Elisa tak mau kalah.
" Apa? dasar bocah kakak hukum kamu" kata James yang gemas dengan adik satu satunya itu.
" Sudahlah, kalian ini ya pagi pagi udah berantem , jadi nggak ini makan nya? " kata Alex menengahi.
" Itu tuh kak James yang mulai dulu, dasar nyebelin" kata Elisa sambil memalingkan muka nya.
" Eh eh awas aja ya besok besok nggak akan kakak ijinin kalau mau ketemu Aditya." ancam James.
" Coba saja kalau bisa" kata Elisa dengan angkuh.
" Cih sombong benar" kata James.
" Hey kalian berdua , kalau mau bertengkar sana pergi ke ruang latihan nggak usah ikut sarapan " kata Alex yang sudah jengkel dengan drama rutin kakak beradik itu.
" Iya iya aku diem nih" kata Elisa.
Kakek Brawijaya hanya bisa geleng geleng kepala menyaksikan pertengkaran yang meramaikan suasana rumahnya akhir akhir ini.
__ADS_1