
Besok nya Elisa mendapat telefon dari tuan Kim ,ayah Aditya. Beliau mengajak Elisa makan siang di restoran sekitaran kantor Elisa. Dia pun menyanggupinya dan waktu makan siang pun tiba , Elisa bergegas menuju restoran yang di maksud sendirian tanpa Bella karena acara ini tidak berhubungan dengan bisnis alias acara pribadi. Sesampainya di restoran tersebut , Elisa mengedarkan pandangan nya mencari tuan Kim dan ternyata beliau sudah duduk di meja paling pojok dan agak terpisah dari meja meja lainya.
" Selamat siang tuan Kim? maaf membuat anda menunggu " kata Elisa sambil duduk di kursi.
" Tidak apa apa, saya juga baru sampai" kata tuan Kim.
Mereka berdua pun makan siang bersama , mereka saling diam satu sama lain selama makan karena adab dan etika ketika makan bersama tamu tidak boleh sambil berbicara. Barulah setelah makan , tuan Kim memulai pembicaraan .
" Nak Elisa, saya di sini berbicara sebagai ayah Aditya, dan sekarang om minta untuk nak Elisa , tinggalkan Aditya" kata tuan Kim.
Jdeeeer,,, bak petir di siang bolong , menyambar hati Elisa, untuk sesaat Elisa bengong mencerna setiap kata ayah nya Aditya.
" Maksud om?" tanya Elisa memastikan.
__ADS_1
" Ya maksud om ingin kamu menjauh dan pergi dari hidup Aditya" kata tuan Kim tegas.
" Tapi kenapa om? apa salah Elisa ?" tanya Elisa sambil menahan tangis yang siap membuncah.
" Kamu nggak salah kok nak, om lakukan ini agar hati mu tidak semakin tersakiti" kata tuan Kim.
" Tapi kenapa baru sekarang om? apa cuma itu alasan Elisa harus meninggalkan Aditya yang sudah Elisa cintai selama bertahun tahun?" kata Elisa.
" Haaaahh... Aditya akan bertunangan bulan depan dan selang 2 bulan dia akan menikah dengan Meyra, jadi om mohon nak Elisa untuk mengalah dan pergi dari hidup Aditya" kata tuan Kim.
" Ada apa nak? kenapa kamu terlihat sangat kesakitan, lihat wajah mu sangat pucat, ayo ke rumah sakit", kata tuan Kim.
" Tidak usah tuan, saya masih sanggup menahanya, dan baiklah saya akan meninggal kan putra anda yang bernama Kim Hejoon selamanya, saya akan melepas nya .. hah hah hah.... arrrghh tolong katakan kepada Aditya bahwa saya sangat membencinya dan tolong untuk menyuruhnya melupakan saya, dan mulai hari ini saya Elisa Adeera Brawijaya tidak punya hubungan apapun dengan putra anda dan keluarga anda saya permisi .... hah hah hah.. " kata Elisa dengan nafas sesak dan menahan rasa sakit.
__ADS_1
Elisa bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar dengan tertatih menahan sakit, tuan Kim memandang Elisa pergi menjauh, dari lubuk hati nya beliau merasa bersalah kepada Elisa. Namun pernikahan antara Aditya dan meyra harus terjadi. Beliau juga merasa heran mengapa sepertinya Elisa sedang sakit, dan pikiran itu lah yang menambah rasa bersalahnya pada Elisa.
Elisa susah payah mengemudikan mobil nya untuk langsung pulang ke mansion, hatinya hancur dan air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya tumpah juga. Saat ini dia butuh sandaran , dia butuh dukungan , dia sudah tidak peduli lagi dengan rasa sakit yang kini tengah menyerang nya, mobilnya melaju kencang membelah jalanan. Nafasnya semakin sesak , namun dia tak peduli, yang dia pedulikan sekarang adalah lekas sampai mansion dan menangis di pangkuan kakek nya.
Tak berapa lama Elisa sampai di mansion, tanpa memasukkan mobilnya ke garasi bahkan mesin mobil nya masih menyala , Elisa berlari mencari kakek nya yang ternyata tengah duduk di ruang keluarga membaca koran setelah makan siang. Elisa langsung menghambur memeluk kakek nya dan menangis sesenggukan, kakek nya terkejut dengan ulah Elisa, setelah memeluk kakek nya kini Elisa beralih duduk di lantai dan menyandarkan kepalanya di pangkuan kakek nya, Elisa menangis dan terus menangis di pangkuan kakeknya hingga celana kakeknya basah oleh air mata Elisa.
" Ada apa cucu ku? kenapa menangis sayang , apa yang terjadi sini cerita sama kakek" kata kakek Elisa.
Elisa hanya menggelengkan kepalanya, namun setelah itu tiba tiba Elisa merosot ke bawah dan jatuh pingsan, untung saja kakek nya sigap menangkap tubuh Elisa sebelum membentur lantai. Dengan panik kakek menepuk pelan wajah pucat Elisa berharap cucunya segera bangun namun nihil Elisa tidak bangun bangun juga , malah nafas Elisa semakin lemah dan bibir nya membiru. Kakek Elisa panik dan memanggil anak buah nya untuk membawa Elisa ke rumah sakit milik keluarganya. Sesampainya di sana Elisa langsung di tangani oleh dokter Arnold dan juga seorang dokter spesialis jantung yang biasa merawat Elisa, kondisinya saat ini kritis dan berada dalam bahaya. Para dokter sedang berusaha menyelamatkan nyawanya, detak jantung semakin lemah dan malah berhenti.
Dokter mengambil tindakan dengan menekan dada atau melakukan pijat jantung Elisa sesuai prosedur penanganan henti jantung, namun tidak ada tanda tanda detak jantung kembali. Kemudian dokter pun beralih ke alat pacu jantung atau di sebut juga AED ( automated external defribillator ) dan pacuan yang ketiga detak jantung Elisa kembali. Sementara itu kakek Elisa menunggu dengan cemas , dan datanglah James dan Alex dengan buru buru.
" Kakek apa yang terjadi?" tanya James panik.
__ADS_1
" Entahlah, tiba tiba saja tadi Elisa pulang dan menangis di pangkuan ku dan setelah itu dia pingsan , sekarang sedang di tangani dokter di ICU" kata kakek nya.
Bersambung......