
Setelah pulang ke mansionya, ternyata kakek dan kakak kakak nya telah pulang dan sudah ada di meja makan untuk makan siang dan menunggu Elisa pulang. Elisa sangat lelah sekali, pikiranya banyak, beban mentalnya bertambah karena kemungkinan penyakit yang di deritanya, wajahnya pucat namun Elisa berusaha menyembunyikan itu semua dan dia adalah ahlinya. Elisa langsung menuju ruang makan untuk ikut makan siang, setelah Elisa duduk ,semua orang memulai untuk makan siang.
" Dari mana saja nak?" tanya kakek Brawijaya.
" Dari rumah sakit kek " jawab Elisa singkat.
" Eh siapa yang sakit Elisa? apa kamu?" kata James panik.
" Enggak kok kak, jadi gini orang yang menghack akun keuangan perusahaan aku itu udah aku tangkap tadi, dia mencuri uangku untuk membiayai ibunya yang sakit jantung dan membayar utang pada rentenir tapi belum sempat di gunakan sih uangnya, ayahnya di penjara dan dia putus sekolah padahal dia sangat berbakat, kemudian aku melepaskan dia dengan syarat dia harus mau bergabung dengan kita dan ikut pelatihan dan juga sekolah , jika dia mau biaya rumah sakit ibunya aku yang tanggung dan aku juga akan melunasi hutang hutang keluarganya." kata Elisa panjang lebar.
" Kirain kamu yang sakit ,eh tapi kenapa kamu lepaskan? tumben banget" kata James.
" Hmm karena aku melihat potensi dan bakat bocah ini, lagian dia masih muda tau" kata Elisa.
" Hah ? benarkah? umur berapa emang? " tanya Alex.
"Umur 15 tahun kak, dia cerdas sama kaya aku, tapi masih pintaran aku sih๐๐๐" kata Elisa.
" Dasar kamu ya narsis๐๐" kata James sambil melempar sapu tangan nya.
" Ih kak James jorok deh , mulai nih jahilnya ,ayo aku ladenin sampe sore pun aku sanggup" kata Elisa nantangin kakaknya๐.
" Nggak nggak pokoknya kalian harus pisah , menjauh satu sama lain ya , kamu yang sanggup berantem Elisa ,tapi please ya kak Alex yang nggak sanggup dengerin ocehan kalian nanti " kata Alex sambil mengangkat tanganya ke depan.
" Sudah sudah kalian ini ya , nggak di rumah nggak di luar kerjaanya berantem mulu , kalo berantemnya adu jotos mah nggak papa, lah kalian malah adu mulut pusing tau dengerinya" kata kakek Brawijaya sambil terkekeh.
" Ini lagi kakek malah ngajarin cucu cucunya buat adu jotos๐คฆ" kata Elisa.
"Kan bisa jadi hiburan " kata kakek nya.
" Ih kakek mah gitu, udah ah aku mau tidur siang dulu, dadah semua" kata Elisa sambil bergaya centil.
Kakek dan kedua kakaknya hanya geleng geleng kepala dengan tingkah Elisa..Semua orang pun meninggalkan ruang makan menuju kamarnya masing masing, sementara itu Elisa telah memasuki kamarnya di lantai 2 ketika dering telefon dari laptopnya berbunyi, oh ternyata panggilan video dari Aditya, Elisa pun mengklik tombol hijau.
" Hallo sayang, dari mana tadi aku hubungi kamu beberapa kali nggak di angkat" tanya Aditya, wajah tampanya menyembul di layar.
__ADS_1
" Dari rumah sakit, tadi kamu juga aku telefon tapi nggak di angkat " kata Elisa.
" Iya tadi aku ada pemotretan untuk iklan , maaf ya, oh iya kamu ke RS emang siapa yang sakit?" tanya Aditya.
" Oh emang nggak istirahat dulu? nggak capek apa, ingat ya harus jaga kesehatan aku nggak mau kamu sampai sakit oke, oh iya tadi aku jenguk ibunya temen ku " kata Elisa.
" Cie perhatian banget pacar ku ini, iya iya aku selalu jaga kesehatan kok, aku juga rajin olahraga lho" kata Aditya.
"Bagus deh kalau begitu, siapa dulu dong Elisa gitu" kata Elisa.
"Iya iya, aku beruntung banget punya kamu, udah cantik, cerdas ,perhatian tapi sayang galaknya minta ampun" kata Aditya
" Bosen hidup ya ngatain aku galak?" kara Elisa cemberut.
" Tuh kan baru juga di omongin ๐๐" kata Aditya.
" Ih kamu ya kalau cuma mau ngeledek aku ,matiin aja telfonnya" kata Elisa kesal.
" Iya iya enggak lagi kok, kamu kenapa sih lagi dapet ya ? jadi nggak mood nih?" tanya Aditya.
" Hmm udah makan belum ? kalau belum sana makan dulu" suruh Aditya.
" Udah kok tadi bareng kakek sama kakak kakakku๐๐" kata Elisa..
" Eh di sana kan udah lewat jam makan siang tadi kamu udah makan kan?" tanya Elisa.
" Hehehe belum yang , ini baru mau makan soalnya tadi aku sibuk setelah pemotretan aku langsung ke perusahaan ngurus dokumen dan ini baru mau meluangkan waktu buat makan" kata Aditya.
" Adit please deh ya ,kamu harus makan tepat waktu aku nggak mau tahu , nanti kalau sakit gimana? kita ini sedang berjauhan sayang , kamu selalu ingetin aku untuk jaga kesehatan ku ,selalu ingetin makan tepat waktu, tapi kamu malah kayak gini" kata Elisa .
" Maaf sayang besok besok nggak bakal aku ulangin lagi deh ,aku janji ,jangan ngambek dong ya ya๐ฅบ๐ฅบ" kata Aditya.
" Sekarang makan dulu aku temenin deh ,cepetan " suruh Elisa.
" Siap sayang" kata Aditya sambil bangkit dan menuju sofa di ruangan kantornya dan mulai makan yang tadi di pesankan oleh asistenya.
__ADS_1
Elisa menemani Aditya makan sampai selesai ,selama Aditya makan , hati Elisa menangis mengingat kondisi kesehatanya Elisa takut jika nanti dia tiba tiba meninggalkan Aditya untuk selamanya, tak terasa air matanya menetes jatuh dan Aditya melihatnya.
" Sayang , ih sayang kenapa nangis" kata Aditya khawatir.
" Hah? oh nggak papa kok sayang ,aku cuma kangen sama kamu, dan ngelihat kamu makan dengan lahap hati ku jadi senang hingga menangis" kata Elisa tersadar dari lamunanya dan segera menyeka air matanya.
" Aku kira kenapa sayang, hmm aku juga kangen sama kamu ,rasanya aku udah nggak sanggup ldr.an " kata Aditya sedih.
" Yang sabar dong sayang, nanti ada saatnya kita bisa bersama ,jika tuhan merestui kita akan bersama sampai tua " kata Elisa menghibur Aditya.
" Iya sayang ๐๐๐" kata Aditya.
" Udah selesai makan nya?" tanya Elisa.
" Udah dong nih habis nggak tersisa๐๐๐" kata Aditya sambil menunjukkan piring bekas makanya kepada Elisa dengan senyum lebar.
" Wah pintar nya Hejoon ku๐" kata Elisa sambil tertawa.
Mereka berdua ngobrol sangat lama hari ini, di akhir percakapan mereka Elisa tiba tiba bilang.
" Sayang, kamu mencintai aku dengan tulus kan?" tanya Elisa tiba tiba.
" Ya jelas dong sayang" kata Aditya.
" Kamu nggak akan ninggalin aku kan di masa depan?" tanya Elisa lagi.
" Nggak akan pernah sayang ,kita akan menikah kok dan itu pasti ,aku akan menunggu kamu sampai kamu berumur 20 tahun" kata Aditya.
" Sayang jika di masa depan aku tiba tiba pergi , apa kamu akan merelakan aku?" tanya Elisa yang membuat Aditya heran.
" Sayang kamu ngomong apa sih? pergi kemana coba? nggak nggak aku nggak rela Elis" kata Aditya.
" Ya jika aku nanti pergi untuk selamanya ,kamu relain aku ya? kamu nggak boleh sedih dan menjadi perjaka tua karena aku pergi๐" kata Elisa sambil tertawa.
"Kamu ini kenapa sih, ngomong kayak gitu nggak lucu tau" kata Aditya marah dan langsung mematikan video call nya.
__ADS_1
Elisa menghela nafas , Aditya sangat marah karena Elisa seolah olah seperti sedang berpamitan kepadanya , Aditya sangat tidak rela jika Elisa pergi meninggalkanya , karena dia sangat mencintai dan meyayanginya Elisa menyesal telah menanyakan hal itu, dia tahu jika Aditya pasti tidak akan rela karena Elisa juga tahu Aditya sangat mencintainya, Elisa bangkit dari mejanya dan langsung melemparkan tubuhnya ke atas ranjang besarnya , dia menangis di sana, hatinya tidak tenang sepertinya dugaan dokter Arnold benar.