ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Drop lagi


__ADS_3

Elisa berada di Korea Selatan selama seminggu ,dan dalam seminggu itu Elisa sama sekali tidak memperhatikan kesehatan nya, dia berada di ruangan nya sepanjang minggu, dia akan istirahat ketika tengah malam , semua aktivitasnya di lakukan di ruangan nya yang juga ada kamar pribadi di dalam nya. Dia hanya keluar ketika meeting ke luar dan makan siang, selebihnya di dalam ruangan nya.


Karena Elisa tak kunjung pulang dan juga mendapat laporan tentang semua aktivitas cucu nya dari Zidan. Beliau pun menelfon Elisa dan menyuruh nya segera pulang ke Indonesia, jika tidak mau seperti biasa kakek nya akan menyeret Elisa untuk pulang. Elisa pun memutuskan untuk pulang , toh tubuh nya juga sudah tidak tahan, pola makan nya berantakan, kurang tidur dan sedikit istirahat. Sore itu juga Elisa pulang bersama Zidan, sepanjang perjalanan Elisa tetap mengerjakan pekerjaan nya ,sekalipun Zidan sudah mengingatkan bos nya untuk istirahat, namun keras kepala Elisa tidak bisa di ganggu gugat.


Setelah beberapa jam penerbangan Elisa sampai di bandara Soekarno-Hatta dan di sana dia telah di jemput oleh anak buah nya dan pulang menuju mansion. Elisa tampak tidak baik baik saja, wajah nya semakin pucat dan badan nya semakin kurus , tadi saja ketika berjalan menuju mobil ,Elisa sempat akan terjatuh namun di tangkap oleh Zidan. Asisten pribadi nya itu telah mengingatkan Elisa untuk istirahat berulang kali ,namun yang nama nya Elisa tidak mau mendengarkan, tadi juga Zidan sempat menyarankan untuk langsung ke rumah sakit saja menemui dokter Arnold, namun Elisa kekeh menolak dan ingin pulang saja ke mansion.


Dan benar saja ketika sampai di mansion, belum juga sampai di depan pintu Elisa telah rubuh ,pingsan dan langsung di tangkap Zidan , dia pun membopong tubuh bosnya ke dalam mansion. Kakek dan kedua kakak Elisa yang melihat nya pingsan ,langsung panik , James merebut Elisa dari gendongan Zidan dan berlari membawa Elisa ke kamar nya di lantai 2. Sementara Alex menghubungi dokter Arnold untuk segera datang ke mansion. Tak berapa lama dokter Arnold pun datang bersama seorang suster dan langsung melakukan tindakan medis kepada Elisa.


" Kenapa nona muda menjadi seperti ini? apa yang terjadi?" tanya dokter Arnold di sela sela aktivitas nya.


" Zidan katakan semuanya" perintah kakek kepada Zidan.


" Sejak menghadiri pertunangan tuan Aditya di Korea Selatan kemarin, nona muda langsung pergi bekerja ke perusahaan nona yang ada di sana, nona tidak istirahat kecuali ketika sudah tengah malam, makan terlambat, kadang tidak meminum obat nya juga, emosinya juga labil, sering marah marah" kata Zidan.


" Kenapa kamu tidak mengingat kan bos mu ?" tanya dokter Arnold.

__ADS_1


" Sudah berkali kali saya ingatkan ,saya juga selalu menyiapkan makanan tepat waktu dan juga obat obatan nya namun nona bersikeras akan memakan nya nanti, saya juga tidak berani jika nona sudah bilang tidak" kata Zidan.


" Bagaimana ini? kondisi nya sudah sangat lemah, saya takut tubuh nya tidak kuat lagi tuan, detak jantung nya juga semakin tidak karuan, kalau seperti ini hanya operasi transplantasi jantung jalan satu satu nya" kata dokter Arnold.


" Baik lakukan saja dok , asalkan cucu ku sembuh " kata kakek.


" Namun apakah tuan besar sudah memikirkan tentang resiko nya ? walau ini solusi satu satu nya namun ini juga solusi yang sangat berbahaya karena kita juga tidak tahu tubuh nona muda akan menerima jantung baru nya atau tidak" kata dokter Arnold.


" Aku tidak peduli lagi dengan itu, kalau pun operasi nya gagal dan aku kehilangan cucu ku ,aku akan belajar merelakan nya dari pada cucu ku terus kesakitan dan menderita seperti ini" kata Kakek meneteskan air mata, hati nya sakit melihat kondisi cucu nya.


" Baiklah ku serahkan semua nya kepada mu" kata kakek.


Setelah selesai melakukan tindakan medis kepada Elisa, dokter Arnold pun pamit kembali ke rumah sakit karena ada jadwal operasi yang tidak bisa di tunda. Namun dokter Arnold meninggalkan suster yang tadi bersama nya untuk menjaga Elisa dan apabila ada sesuatu yang terjadi ,dia bisa memberikan pertolongan pertama.


Di kamar Elisa tinggal sang kakek dan kedua kakak nya karena suster tadi di suruh ke bawah untuk makan dulu sebelum nanti menjaga Elisa semalaman. Sang kakek memandangi wajah cucu nya yang di hidung dan mulut nya menempel alat bantu pernafasan, tangan nya di infus dan bermacam kabel kabel menempel di tubuh Elisa yang terhubung sebuah alat untuk memantau detak jantung Elisa yang lemah. Kakek nya menangis sambil menggenggam erat tangan cucu nya yang dingin, beliau menangis meratapi nasib cucu nya yang harus berulang kali mengalami penderitaan. Elisa , cucu nya yang cantik, namun orang tua nya tidak menyayangi nya, cucu nya yang cantik yang harus mengalami kejam nya dunia di usia yang masih sangat kecil, cucu nya yang cantik ,yang harus menahan rasa sakit menyaksikan cinta pertama nya akan menikah dengan orang yang dia anggap sahabat nya. James dan Alex menepuk pelan punggung kakek mereka ,untuk memberikan sedikit kekuatan dan semangat kepada beliau.

__ADS_1


" Kenapa harus cucu ku yang mengalami ini semua? kenapa bukan kakek saja" kata kakek di sela tangisan nya.


" Kakek nggak boleh nangis apalagi di depan Elisa, kakek itu laki laki, harus kuat untuk Elisa, di saat seperti ini kita harus menunjuk kan kalau kita kuat untuk melindungi dan selalu mendukung Elisa kek" kata James.


" Sudah sekian lama kakek tidak menangis dan hari ini ego kakek tidak kuat melihat penderitaan cucu kesayangan ku ini, dan hari ini air mata yang telah lama mengering kembali menganak sungai untuk cucu ku " kata kakek.


" Memang semua kejadian yang di alami Elisa sangat tidak adil untuk nya, dia terlahir tanpa kasih sayang orang tua nya ,dia juga harus merasakan gelap nya dunia mafia di usia nya yang masih kecil mempunyai banyak musuh yang setiap hati selau mengintai mencari kesempatan untuk membunuh nya, namun Elisa pernah berkata kepada ku, bahwa ini takdir nya ,dia rela menjalani nya " kata James.


" Kakek ingin Elisa sembuh dan tersenyum ceria lagi, kakek rindu tawa renyah nya di pagi hari dan juga kakek rindu pertengkaran kalian saat makan, kakek rindu kejahilan nya dan kehebohan nya " kata kakek.


" Kita berdoa saja agar Elisa sembuh dan kembali seperti dulu, sekarang sudah malam, kakek juga harus istirahat ,jangan sampai kakek juga ikutan sakit ,ayo sekarang James antar ke kamar, dan Alex kamu tunggu adek kita di sini ya" kata James.


" Baiklah" kata kakek.


" Hmmm " dengung Alex.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2