
" Hari ini akan aku lepaskan kamu, sana segera pulang dan mengadu kepada papi mu kita lihat sejauh mana papi mu dan geng mafia mu bisa bertindak " kata Elisa dengan raut wajah merendahkan, tanganya masih menggenggam erat pedang yang meneteskan darah yang mulai mengental.
" Kau... lihat saja akibatnya dan di hari itu akan aku nantikan kau memelas memohon pengampunan ku hahahaa" kata Aretha sombong dia segera masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Elisa hanya menggeleng geleng kan kepalanya menghadapi perilaku sombong Aretha. kakaknya james mendekati elisa dan menanyakan bagaimana tindakan elisa ke depanya menghadapi mafia Odordo.
" Dek terus ke depanya apa yang akan menjadi rencana mu?" tanya James kepada Elisa.
" Hmm kita lihat dulu bagaimana reaksi mereka dan langkah pertama yang mereka ambil kak, akhirnya tujuan untuk menakhlukkan geng mafia Odordo dan menguasai Rusia telah terbuka kesempata nya tanpa harus mengotori tangan kita" kata Elisa dengan seringai liciknya.
__ADS_1
" Hah kau ini, apa kamu terluka dek? ayo kita pulang sekarang , dan kamu berhutang penjelasan kepada kedua temanmu itu, apa yang akan kamu lakukan?" bisik James di telinga Elisa .
" Sebelum pulang , bereskan mayat mayat ini dulu kak, jangan meninggalkan jejak sedikitpun buat seolah olah hari ini tidak terjadi, adapun Aditya dan Meyra mereka telah terlanjur melihatnya aku akan menjelaskan kepada mereka siapa aku sebenarnya kak dan akan aku buat mereka merahasiakan ini" kata Elisa kepada kakak nya James
"Memangnya kamu bisa membuat mereka bungkam dan tutup mata atas kejadian hari ini? kamu kan tahu siapapun yang masuk ke dalam rahasia kita selain mereka menjadi bagian dari kita mereka harus mati kamu tahu aturan itu Elisa" kata James khawatir dengan rencana adiknya itu.
" hah,terserah kamu sajalah dek , tapi jika di masa depan mereka membahayakan dirimu maka kakak tidak akan segan segan sekalipun kamu mencoba menghalangi ku" kata James memperingatkan Elisa.
" Iya iya aku kok yang akan menaggung semua resikonya kak, tenang sajalah, ya udah aku mau pulang nih capek, risih nih badan kotor lengket bau amis lagi, aku mau cepet cepet mandi dadah kakak baik baik ya di sini pokoknya semuanya aku serahin ke kakak aku terima beres aja" kata Elisa sambil melambai manja kepada kakaknya, James hanya geleng geleng kepala melihat kekonyolan adiknya ,ya begitulah perilakunya bisa berubah seketika yang tadinya marah,tegang,dan kejam bisa langsung berubah jadi kalem, manja dan terkadang konyol.
__ADS_1
" Kamu ini ya kebiasaan deh ,ya udah sana pulang dan biarkan zidan menemani kalian pulang ,oke" kata James sambil memanggil Zidan.
" iya iya, Zidan kamu yang nyetir ya ,aku capek lagian tangan ku lengket nih nggak nyaman, eh iya kakak bawa air mineral nggak ? aku mau cuci ni darah nanti keburu kering lama ngebersihinya" kata Elisa kepada Zidan dan James , James pun mengambil botol berisi air mineral dari dalam mobilnya dan memberikanya kepada Zidan dan membantu Elisa cuci tangan.Aditya yang masih bengong pun terkejut ketika sebuah tepukan halus mendarat di pundaknya, dan ternyata itu adalah tangan James.
" Kenapa kamu? bukankah kamu juga anggota pasukan khusus perdamaian global sama seperti Elisa dan terbiasa membunuh orang , kenapa kamu bengong melihat darah " kara James menegur Aditya yang sejak tadi bengong dan menatap elisa dengan tatapan kosong.
" enggg enggak kok kak, aku hanya terkejut dengan kehebatan Elisa dalam bertarung melawan musuh ,dia hanya menggunakan pedang namun dia tidak terluka sedikitpun oleh peluru peluru yang terus menyasarnya" kata Aditya kagum dengan kehebatan Elisa ,tatapanya tidak kosong lagi, dia sedang menyusun puzzle di memorinya tentang Elisa dan sedang berusaha menebak siapa sebebarnya Elisa.
Bersambung................
__ADS_1