
Hari itu Elisa benar benar marah dengan ayah nya, Elisa tidak menyangka ayahnnya tega menghianati ibu nya dan memilih menikah lagi. Dan sekarang dia sekarang sedang berhadapan dengan istri kedua ayah nya, amarah Elisa sudah di ubun ubun, kedua kakak nya datang lebih dulu ketika Elisa mencengkram dengan keras wajah wanita tersebut. Kedua kakak nya menghentikan tindakan Elisa, jika tidak di hentikan Elisa sudah pasti akan membunuh wanita tersebut, karena emosi Elisa yang memang susah di redam jika sudah marah, di tambah ini adalah masalah yang berbau pengkhianatan ,Elisa sangat membenci hal tersebut. Dan juga ayah Elisa belum kembali dari kerja nya di kota yang sekarang menjadi kepala mandor. Elisa di tarik agar menjauh dari wanita tersebut, tetangga sekitaran rumah itu sudah bermunculan mendengar ribut ribut. Alex pun mengusir orang orang yang mengintip ke dalam halaman rumah wanita itu. Orang orang yang melihat raut wajah Alex pun takut dan bubar.
Kakek dan ibu nya pun sampai setelah para tetangga membubarkan diri, ibu Elisa yang melihat putri nya sedang sangat marah pun memeluk nya dan menenangkan nya, dan ya kasih sayang seorang ibu mampu melunturkan kemarahan Elisa yang kini tampak tenang di pelukan ibu nya.
" Eh kamu , anak nya di atur dong, seenak nya saja main main cekek cekek orang" kata wanita itu sambil menunjuk wajah ibu nya Elisa.
Melihat itu tak ayal lagi kemarahan Elisa bangkit kembali dsn malah tambah parah. Dia menggenggam tangan wanita itu dengan erat ,yang membuat wanita itu kesakitan bukan main.
" Oh mulut dan tangan mu ini memang harus di beri pelajaran ternyata, kamu telah berani mengusik keluarga maka camkan ini, mulai hari ini dan detik ini juga akan aku buat hidup mu menderita hingga rasa nya kematian lebih baik dari pada hidup" kata Elisa ,dan jika dia sudah berkata begitu kakak maupun kakek nya tidak akan bisa mencegah nya dan Elisa selalu konsisten dengan perkataan nya.
" Memang nya siapa kamu bisa membuat ku menderita hah, fan lepaskan tangan kotor mu itu" kata wanita itu.
" Hahahaha siapa aku? dan ya memang tangan ku memang telah kotor dengan darah orang orang yang aku bunuh, kau tahu sudah banyak nyawa yang mati dengan tangan ku" kata Elisa sambil tertawa dan menatap tajam wanita itu.
Tentu saja wanita itu shock mendengar perkataan Elisa, dia memang tidak tahu latar belakang Elisa, dan juga memang latar belakang Elisa sebagai bos mafia tidak di ketahui orang banyak , mereka yang mengenal Elisa ,melihatnya sebagai seorang pengusaha muda yang sangat sukses, mereka mereka yang tahu Elisa bos mafia adalah orang orang yang pernah bermasalah dengan nya. Begitu juga dengan ibu Elisa yang tidak menyangka bahwa putri nya seperti itu.
Elisa pun melepaskan tangan wanita itu dengan kasar, dan menyuruh ayah nya pulang sekarang juga.
" Cepat telefon ayah ku dan suruh dia pulang sekarang juga atau aku bakar rumah mu dan akan aku bunuh putri mu" kata Elisa yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
" Ba baik " kata wanita itu yang gemetar ketakutan mendenagar perkataan Elisa.
__ADS_1
Tut....tut....tut... begitulah dering ponsel wanita itu ketika menelfon suami nya alias ayah Elisa.
" Halo" suara ayah nya di seberang sana terdengar.
" Hallo kamu pulang sekarang juga ,ada yang mau membakar rumah kita dan membunuh anak kita..." kata wanita itu.
" Nggak usah ngadu , dan kamu laki laki pengkhianat pulanglah sebelum istri dan anak mu menjadi mayat" kata Elisa dengan keras, ibu nya yang mendengar itu terkejut bukan main, Elisa menyebut ayah nya dengan laki laki pengkhianat.
" Siapa kamu ? jangan berani berani mengusik keluarga ku" kata ayah Elisa.
" Maka pulanglah jika kamu ingin tahu siapa aku" kata Elisa.
" Bagus sekali, adegan romantis ini patut tayang di televisi hahahaha" kata Elisa yang mengaggetkan kedua sejoli yang sedang berpelukan.
Ayah Elisa pun menoleh ke sumber suara dan bingung karena tidak mengenali putri nya sendiri,ya karena perubahan Elisa kecil yang sekarang telah menjadi gadis yang sangat cantik sekali.
" Siapa kamu ? dan apa yang kamu lakukan di sini hah? jangan bilang kamu membawa orang untuk mencelakai istri dan anak ku?" kata ayah Elisa sambil menunjuk istri pertama nya yang tak lain ibu Elisa.
" Sungguh menyakitkan perkataan mu mas, dan juga kemana hati nurani mu ,tega sekali kamu menuduh ku , dan juga apa kamu tidak mengenali putri mu sendiri?" kata ibu Elisa sambil menangis pilu dan memegangi dada nya yang sesak.
Elisa mendekati ibu nya dan memeluk nya dengan erat.
__ADS_1
" Tenang ibu , ada putri mu disini, ibu tidak akan sendirian lagi sekarang , biar Elisa balaskan sakit yang telah ibu alami " kata Elisa.
" Hentikan sandiwara sedih mu itu, tidak akan berpengaruh kepada suami ku, kamu itu cuma istri yang tidak di cintai lagi ,lebih baik kamu lepaskan suami ku dan pergi dari kehidupan kami" kata wanita itu.
Plakkk.......
Elisa menampar wanita itu hingga terjatuh dan sudut bibir nya berdarah. Kali ini Elisa tidak bisa menahan amarah nya lagi, dia mencengkram leher wanita itu dan mencekik nya ,membuat wanita itu kesulitan bernafas, sedangkan teman teman ayah nya akan menolong wanita itu, namun di halangi oleh James dan juga Alex. Ayah Elisa yang masih terpaku mendengar bahwa gadis yang dia bentak tadi adalah putri yang selama ini dia rindukan, kini tersadar karena teriakan dari istri kedua nya.
" Hentikan ...!" bentak ayah Elisa sambil melepas paksa tangan Elisa dan menghempaskan nya dengan kuat.
" Maa maaf nak ayah tidak sengaja" kata ayah Elisa setelah sadar dengan tindakan nya.
" Kamu masih berani menyebut diri mu ayah? aku tidak sudi punya ayah seperti mu yang dengan mudah melupakan orang yang telah menemani mu berjuang dari nol" kata Elisa.
" Tidak nak , maafkan ayah nak tolong jangan benci ayah" kata ayah nya.
" Huh ,kau masih sama saja seperti dulu, kamu dengan enteng nya minta maaf setelah apa yang kamu lakukan, kamu benar benar membuat ku kecewa" kata kakek Brawijaya yang membuat ayah Elisa kaget dan menoleh.
" Ayah, sejak kapan ayah di sini?" tanya ayah Elisa..
Bersambung...........
__ADS_1