
" Darimana saja kamu? kenapa kamu tidak mengumpulkan pasukanmu, malah menghilang," tanya Aditya khawatir dan sedikit marah.
" Emmm aku tadi berlari agak jauh jadi agak lama kembalinya maaf semua membuat kalian khawatir" kata Elisa..
" Aku kira kamu tidak selamat, kamu tahu aku nggak rela jika kamu pergi" kata Aditya sedih.
" Apaan sih , orang aku aja nggak papa sekarang, makanya jangan banyak berkhayal yang tidak tidak" kata Elisa.
" Ih kamu mah nggak romantis deh , di khawatirin juga , malah respon nya kaya gitu" kata Aditya ngambek.
" Kamu tu ya kali mau romantisan cek suasana dulu napa! nggak malu tuh di perhatiin banyak orang" kata Elisa setengah berbisik.
Aditya baru sadar kalau ternyata mereka masih berada di perkumpulan para prajurit yang memperhatikan mereka dengan heran. Aditya seketika malu dan menjauh dari Elisa menuju pasukan nya sendiri, Elisa hanya geleng geleng kepala menyaksikan kekonyolan Aditya. Setelah itu, Elisa memrintahkan untuk membawa semua korban ke markas militer Afrika Selatan untuk selanjutnya di pulangkan ke negara masing masing. Malam ini semua pasukan berpesta untuk merayakan keberhasilan misi, namun Elisa tidak tertarik dan memilih untuk tetap di dalam kantornya mengurus beberapa hal. Tak di sangka Aditya menyelinap masuk dan memeluk Elisa dari belakang , Elisa yang sedang merapikan beberapa dokumen terkejut karena ulah Aditya.
" Ih kamu ya kebiasaan deh , ngagetin tau, kalau aku sakit jantung udah mati " kata Elisa pura pura marah.
" Kalo nanti jantung kamu sakit , aku berikan jantungku untukmu" kata Aditya gombal.
__ADS_1
" Terus kalau kamu kasih jantungmu padaku ,kamu harus pergi dong dan kita nggak akan pernah ketemu lagi, nggak nggak lebih baik nggak usah deh, aku nggak mau kamu pergi jauh dari aku" kata Elisa sambil menggeleng gelengkan kepala.
Aditya membalikkan posisi Elisa sehingga mereka saling berhadapan, kemudian Aditya mencium bibir Elisa dengan tiba _ tiba, Elisa terkejut dan melotot kepada Aditya. Elisa memberontak , dia memukul dada Aditya agar melepaskan ciuman itu, namun Aditya malah meraih tengkuk Elisa dan menekanya sehingga ciuman itu semakin dalam, Aditya baru melepas kan Elisa ,setelah dia menggigit bibir Aditya.
" Adit ,apaan apaan kamu itu? beraninya mencuri ciuman pertama ku" kata Elisa sambil mengatur nafasnya yang ngos ngosan karena ulah Aditya.
" Hehehe maaf, soalnya kamu gemesin deh, hey jadi tadi itu ciuman pertamamu? wah beruntung sekali diriku ini, hahahaa" kata Aditya sambil tertawa.
Elisa cemberut karena ulah Aditya , namun jantungnya berdebar kencang ketika Aditya mencium nya tadi. Aditya memeluk Elisa dan mengucapkan terima kasih karena Aditya lah yang mendapatkan ciuman pertama Elisa.
Mendengar itu ,Elisa terkejut dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aditya karena malu dan takut Aditya akan menciumnya lagi. Aditya tertawa dan mengelus puncak kepala Elisa.
" Sudah sudah , aku tidak akan mencium mu lagi kok, oh iya kamu kenapa tidak ikut pesta di luar? " tanya Aditya.
" Oh jadi kamu senang ya aku aku ikut pesta dan duduk bersama semua laki laki itu? baik lah dengan senang hati , aku akan ikut" kata Elisa sambil melepas pelukan Aditya dan beranjak ingin keluar ruangan.
Namun tangan kekar Aditya berhasil menjangkau tangan Elisa dan menariknya menuju sofa , dengan sekali sentakan, Elisa terjatuh ke pangkuan Aditya.
__ADS_1
" Jangan coba coba menguji kesabaranku ya" kata Aditya marah.
" Gitu aja ngambek , dasar posesif" kata Elisa.
" Ya wajarlah ,aku kan nggak mau kamu deket deket laki laki lain, nanti kamu berpaling dari aku" kata Aditya sambil cemberut, sekarang giliran Aditya yang marah karena becandaan Elisa.
" Iya iya, aku nggak akan pergi, lagian aku juga nggak tertarik sama pesta, aku letih dan ngantuk" kata Elisa.
" Ya udah tidur aja, sini letakkan kepalamu di pahaku, akan aku temani" kata Aditya sambil merebahkan Elisa.
" Hmmm , ya udah aku tidur dulu ya, nanti kalo kamu lelah, kamu kembali aja ke kamar mu, nggak usah temenin aku sampai pagi" kata Elisa.
" Aku nggak lelah kok, udah cepetan tidur" kata Aditya.
Tak lama deru nafas Elisa menjadi teratur dan stabil yang menandakan bahwa dirinya sudah terjatuh ke alam mimpi, Aditya memandangi wajah cantik di pangkuanya , dia menyentuh wajah Elisa mulai dari alis ,mata kemudian terakhir adalah bibir yang tadi di ciumnya. Aditya sangat mencintai Elisa dan berjanji tidak akan pernah meninggalkan Elisa se umur hidupnya, dia akan menanti Elisa berumur 20 tahun kemudian dia akan menikahinya, dan untuk itu Aditya sedang mengulur waktu dan mencari cara agar pertunangan nya dengan Meyra bisa batal.
Bersambung.........
__ADS_1